BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
episode 43


__ADS_3

setelah beberapa lama menghilang. kini nyi arum kembali. namun, ia belum mengetahui bahwa pak Yogi telah tiada.


nyi arum bertapa cukup lama disebuah lereng gunung yang jauh dari jangkauan manusia. dan para siluman lainnya. hingga ia bisa tenang bertapa disana.


nyi arum sengaja bertapa, untuk menyempurnakan kekuatannya. hingga, akhirnya semua ilmu nyi arum sudah bertambah pesat.


nyi arum membuka matanya, dan ia melompat dari sebuah batu besar menuju tanah.


"akhirnya, aku bisa menyempurnakan ilmu ku! ". ucap nyi arum


"tunggu, kalian semua! akan ku balas semua perlakuan buruk kalian padaku! ". ucap nyi arum dengan raut wajah sedikit marah.


nyi arum pun menghilang di balik kabut asap yang cukup tebal. tujuannya saat ini adalah rumah arya. ia sangat rindu dengan putranya.


" apa, arya akan menerima diriku? ". nyi arum sedikit ragu dengan keputusannya.


hingga akhirnya, nyi arum sudah sampai di pelataran rumah arya. namun rumah arya terlihat begitu sepi. hingga, nyi arum clingukan mencari sang tuan rumah.


"kemana arya? apa dia pergi? ". gumam nyi arum.


nyi Arum pun masuk kedalam rumah arya, ia mencoba menyiapkan makanan untuk arya. hingga akhirnya pintu utama terbuka dan menampilkan Arya diambang pintu. sontak saja arya begitu kaget dengan kedatangan nyi arum yang begitu tiba-tiba. namun tidak dengan nyi arum, ia telah lama ingin bertemu dengan arya.


"Arya, dari mana saja kamu, nak? ". nyi arum menghampiri arya di ambang pintu sembari memeluk arya. namun arya sama sekali tak merespon, ia terlihat begitu murung dan wajahnya sembab.


"kau kenapa, arya? ". ucap nyi arum heran.


bukannya arya menjawab, ia justru berlalu pergi ke kamarnya meninggalkan nyi arum yang masib bertanya-tanya disana.


"mengapa sikap arya begitu aneh? ". gumam nyi arum.


dalam kamar arya, terdengar suara benda pecah dan nyi arum meyakini bahwa Arya saat ini sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


tok.. tok.. tok..


nyi arum mencoba mengetuk pintu, berharap arya akan membukanya. namun beberapa lama menunggu tak ada jawaban ataupun tanda-tanda arya akan membuka pintu.


"arya, buka pintunya! ". ucap nyi arum cemas.


namun, Arya tak peduli dengan panggilan nyi arum. ia menyesali kebodohannya selama ini.


"mengapa kau tak pernah adil padaku, tuhan! mengapa? apa salahku? hiks...! kau mengambil sesuatu yang belum aku miliki. kau telah ambil papa dariku. aku memang bodoh, sangat bodoh! " . arya menangis sembari membenturkan kepalanya ke tembok. sebelumnya, arya tak pernah sehancur ini.


"tuhan, hukuman apa yang kau beri padaku? ". teriak arya.


nyi arum yang mendengar teriakan aryapun, menjadi kian khawatir. ia takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan. ia bergegas menggunakan kekuatannya untuk membuka pintu.


cklek..


pintu kamarpun terbuka. menampilkan barang-barang yang pecah dan tak beraturan. yang membuat nyi Arum khawatir adalah keluarnya darah dari kening arya. namun anehnya, arya tak merasakan sakit. tatapan matanya begitu kosong.


"arya, kau kenapa? nak! ". nyi arum mendekat ke arah arya, ia pun merangkul putranya. sedetik kemudian, arya melirik ke arah nyi arum. tatapan mata arya begitu mengerikan, ia menyimpan kemarahan dimatanya.


"ada apa ini, arya? ". nyi arum heran dengan ucapan arya.


"kau masih bertanya? gara-gara kau, yang selalu mempengaruhi aku hingga aku menjadi manusia jahat! oh tidak.. tidak! bukan manusia, lebih tepatnya siluman bercampur iblis! ". ucap arya.


"apa maksud mu, arya? ". nyi arum benar-benar tak mengerti dengan arah pembicaraan arya.


arya mendekat ke arah nyi arum, ia kembali mencengkram leher nyi arum. hingga nyi arum merasakan sesak dilehernya.


"uhukk.. uhuk..! lepaskan Arya! aku bisa mati. " ucap nyi arum dengan terbatuk-batuk.


"lebih baik kau mati! karna kau, papaku harus tewas! ". sontak saja ucapan arya membuat nyi arum kaget. ia tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh arya.

__ADS_1


"apa? yo-gi te-was? ". ucap nyi arum tercekat sambil berusaha melepaskan diri dari cengkeraman arya.


hingga akhirnya, arya melepaskan cengkramannya di leher nyi arum. kini nyi arum bisa bernafas dengan lega. arya berbalik meninggalkan nyi Arum, dan mengambil sebuah foto dilaci nakas. ia mengambil foto pak yogi.


"mengapa yogi bisa tewas? apa kau yang membunuhnya? ". nyi arum bertanya sembari mengusap-usap lehernya. sontak saja suara nyi arum membuat arya melirik ke arah nyi arum sekilas. arya pun fokus kembali memandang foto sang papa.


"arya, aku bertanya padamu! apakah kau tuli? ". ucap nyi arum marah, karna dari tadi arya hanya diam tanpa menjawab pertanyaan nyi arum.


"aku tidak tuli, kau penyebab dari segalanya. mengapa aku dilahirkan dari rahim manusia iblis sepertimu! ". ucap arya tanpa menoleh.


"tutup mulut mu, arya! kau tak berhak berbicara seperti itu. bagaimanapun aku ini adalah ibumu, aku yang telah melahirkanmu! ". nyi arum tak terima dengan ucapan arya.


"kau memang yang telah melahirkan ku. tapi, aku tidak pernah meminta kau melahirkanku. lebih baik aku tidak pernah ada di dunia ini! ". arya melirik ke arah nyi arum.


"hentikan, ucapanmu! kau sudah keterlaluan arya! ". nyi arum mulai tersulut emosi.


"aku yang sudah keterlaluan? justru kaulah yang telah keterlaluan. pertama, kau telah menjerat suami orang untuk menjadi suamimu. kedua, kau telah menawarkan perjanjian gila antara kau dan juga papaku. dan yang ketiga, kau telah mencuci otak ku agar memusuhi papaku sendiri. bahkan kau telah mengajarkanku jadi seorang pembunuh! ". arya menjelaskan dengan panjang lebar.


"itu semua aku lakukan agar kau tahu betapa kejamnya yogi pada kita, arya! ". teriak nyi arum


"pada kita? bukan kita, tapi kau! ". ucap arya, sembari menunjuk wajah nyi arum.


arya menyeret tangan nyi arum agar pergi dari kamarnya. jujur saja saat ini arya ingin sendiri. ia ingin menenangkan dirinya sejenak.


"arya, buka pintunya! ". teriak nyi arum sambil menggedor-gedor pintu kamar.


"pergilah, aku ingin sendiri. kalau kau masih mengangguku, ku pastikan kau akan tinggal nama saja! " teriak arya dari dalam kamar.


aryapun berjalan menuju ruangan rahasia miliknya. dimana ditempat itu tersusun rapi foto-foto dirinya bersama pak yogi. ia, arya memang terlihat membenci pak yogi. namun dalam hatinya, ada kerinduan yang tak bisa ia jelaskan dan utarakan.


arya duduk di kursi dan membuka sebuah album foto. disana tersimpan foto-foto papanya. arya memandang foto ayahnya dengan begitu lekat. terlihat sebuah kehilangan begitu jelas dimata arya. ia pun menitikan air matanya.

__ADS_1


"papa, maafkan aku! seandainya aku tak mendengar ucapan ibuku, mungkin kau masih hidup saat ini. kemarahan ku tercipta dari kemarahan perempuan itu!". gumam arya, sesekali ia terlihat menyeka air matanya. ia tak bisa membohongi dirinya. bahwa saat ini ia begitu rapuh dan terluka. luka yang hanya bisa ia rasakan sendiri, tanpa membaginya dengan orang lain.


sudah lama arya, merasakan kerinduan pada papanya. ia begitu iri dengan arjun. arjun selalu mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya. berbeda dengan dirinya.


__ADS_2