
kematian yolanda, menyita banyak perhatian publik. sehingga, pihak kepolisian memutuskan untuk mengusut tuntas kematian yolanda!
polisi memeriksa rekaman cctv yang berada di rumah yolanda. wajah arya terlihat jelas direkaman itu. pihak kepolisian tengah mencari keberadaan arya!
polisi pun dapat menemukan keberadaan arya. arya pun di jemput di apartemen miliknya!
tok... tokk.. tokk!
sebuah ketukan pintu terdengar. arya, memutuskan untuk membuka pintu tersebut. dan arya terkejut! karna polisi tenah berdiri dihadapannya.
"sebentar! ". sahut arya dari dalam
"anda harus kami tahan! atas tuduhan pembunuhan atas yolanda putri! ". ucap polisi sembari memborgol kedua tangan arya.
"apa2an ini, pak! saya tidak terlibat. " arya berusaha memberontak
"anda bisa jelaskan dikantor! ". polisi pun menggiring arya ke kantor polisi.
arya, hanya bisa pasrah dan naik ke mobil polisi. mereka pun, telah sampai dikantor polisi. polisi mulai mengintrogasi arya!
"katakan! apa alasanmu membunuh saudari yolanda? ". ucap polisi
"aku tidak membunuhnya! ". arya berkata dengan santai.
"jangan bohong! jelas-jelas anda berada di TKP, dan anda memegang senjata saat itu! ".
"tapi, aku benar-benar tidak membunuhnya! ada seseorang yang membunuhnya! ". arya berusaha membela diri
kemudian polisi memperlihatkan rekaman CCTV. terlihat jelas wajah arya tengah menodongkan senjata ke arah yolanda! arya pun tak bisa berkutik.
"bisa anda jelaskan! mengapa anda menodongkan senjata? ". ucao polisi sembari menutup kembali laptopnya.
"saat itu aku.. ". perkataan arya terpotong
"sudahlah, pak hakim! bawa dia ke sel". perintah polisi pada anak buahnya.
"baik, komandan! ayo cepat! ". hakimpun membawa arya keluar dari ruangan.
aryapun, mengkuti polisi tersebut dan masuk kedalam sel tahanan. ia pun duduk dipojokan dan terlihat amarah yang membara di wajah arya!
" sialan! mengapa, masalah selalu datang padaku! siapa yang ada dibalik ini semua? ". arya memukulkan tangannya ke dinding.
arya hanya duduk, bahkan ia tak berbicara sedikitpun. bahwan saat polisi membawakan makanan untuknya, ia tak memakannya.
"cepat makan! " . polisi menyodorkan makanan untuk arya! namun arya hanya diam. ia tak mengambil makanan tersebut.
__ADS_1
"hey! apakah, kau sudah tuli? ". polisi tersebut terlihat emosi dengan tingkah arya.
arya hanya melirik sekilas dan kembali memalingkan wajahnya. tentu saja, hal tersebut semakin memancing amarah polisi tersebut.
"orang sepertimu harus diberi pelajaran! ". polisi itupun masuk kedalam sel arya, dan menghajar arya. hingga darah segar keluar dari sudut bibir arya.
arya melihat darah ditelunjuknya, dan tersenyum sinis ke arah polisi tersebut. setelah puas menghajar arya! polisi itu pun pergi meninggalkan arya yang masih tersungkur di sel.
"akan ku balas kalian semua! ". gumam arya sembari berusaha berdiri.
tak beberapa lama kemudian, pengacara arya pun datang ke kantor polisi, dan menjamin kebebasan untuk arya! namun sayangnya, jaminan tidak bisa dilakukan.
"maaf, pak! jaminan anda saya tolak! karna ini menyangkut pembunuhan. " ucap polisi setelah membaca berkas yang diberikan oleh pengacara.
"tapi, pak! apakah tidak bisa anda pertimbangkan lagi? apakah anda yakin, klien saya pelakunya? jika hanya rekaman, itu bisa di manipulasi". ucap rio pengacara Arya!
"sudah jelas! direkaman Tersebut, saudara arya tengah memegang senjata dan menembak saudari yolanda! ".
"apa anda! sudah memeriksa peluru yang digunakan klien saya, dan yang sudah membunuh saudari yolanda! ". Rio tak mau kalah dengan polisi tersebut.
sementara polisi tersebut terlihat sedang berfikir dan mencerna ucapan RIo.
"baiklah, akan saya selidiki kembali kasus ini! ". ucap polisi, setelah beberapa saat terdiam.
"baik, pak! terimakasih, saya pamit! ". ucap RIo
seseorang turun mobil tersebut dan tersenyum ke arah Rio dan mulai berjalan mendekati Rio.
"ada apa, kau menghalangi jalanku? arjun! ". ucao RIo, ia terlihat tidak senang dengan kehadiran arjun.
"tenanglah, aku hanya ingin bermain-main sedikit! ". ucap arjun sembari memegang bahu Rio. namun Rio menepis tangan arjun, dan membersihkan jas yang sudah disentuh arjun.
"jangan berbasa-basi denganku, arjun! ". Rio terlihat begitu dingin menanggapinya.
"baiklah, saya berharap! anda tidak ikut campur dengan kasus yang membelit arya! ".
Rio pun terkejut dengan penututan arjun! dari mana dia tahu? bahwa arya tengah berada dalam masalah.
"apa jangan-jangan kau yang berada dibalik ini semua, arjun! ". ucap Rio dengan nada tinggi.
arjun hanya menanggapinya dengan sebuah senyum dibibirnya.
"cepat jawab! ". Rio menuntut penjelasan dari mulut arjun.
"yups, akulah orang dibalik ini semua! ". ucap arjun.
__ADS_1
"oh pantas saja! baiklah, kau harus menerima akibat atas perbuatanmu". ancam Rio sembari berjalan menuju mobilnya.
dor.. dor... dor..!
tembakakan arjun, sukses mengenai punggung Rio. hingga, Rio pun terjatuh dan berusaha merangkak menuju mobilnya, untuk mengambil ponselnya.
Arjunpun menginjak tangan Rio, Rio terlihat merintih kesakitan dengan injakan Arjun.
"lepaskan aku ". ucap Rio, sesekali ia meringis kesakitan.
"jangan harap! kau sudah tau semuanya. maka, dari itu! kau harus ku lenyapkan! ". ucap Arjun sembari terus menginjak tangan Rio dengan brutal.
dor.. dor..!
lagi lagi, Arjun menembak Rio dikepalanya. hingga Rio mengalami pendarahan yang hebat dan tewas!
Arjun tersenyum puas, dan ia berusaha mengangkat tubuh Rio masuk kedalam mobil. ia pun menyalakan mobil dan mendorongnya. Arjun berencana akan membuat skenario, seolah-olah Rio tabrakan.
duar... duar...
ledakan dalam mobil pun terjadi. mobil Rio terbakar bersama mayat Rio. arjunpun terlihat tersenyum senang!
"itulah hukuman untuk orang yang selalu ikut campur! ". ucap arjun. lantas, arjun melepas dan melempar kemejanya ke arah kobaran api. agar tidak ada jejak yang tersisa.
Arjun pergi meninggalkan lokasi tersebut. ia pun hanya memakai kaos putih saja.
"aku harus segera pulang! ". gumam Arjun, sembari menjalankan mobilnya menuju rumah.
sesampainya dirumah, arjun berpapasan dengan pak yogi dihalangan depan.
"kemana kemejamu, arjun? ". pak yogi heran! bukankah tadi arjun memakai kemeja sebelum pergi.
"oh, kemejaku kotor! jadi, aku berikan pada laundry! ". arjun mencari alasan agar papanya tak curiga.
arjun melewati pak yogi, namun ketika hendak pergi, pak yogi memanggil arjun.
"mengapa ada darah diwajahmu? ". sontak saja pertanyaan pak yogi membuat arjun bagutu gugup.
"ah ini, aku tidak sengaja menabrak anjing dijalan! ". ucao arjun sembari mengusap2 darah tersebut.
"oh, lain kali hati-hati! ". pak yogi berkata dan kembali fokus menyiram tanamannya.
arjun bisa bernafas lega, ia pun cepat-cepat pergi, sebelum pak yogi bertanya banyak hal.
"kali aku berhasil selamat, aku harus hati-hati ". gumam arjun dalam hatinya.
__ADS_1
arjun segera munuju kamarnya dan segera mandi. ia pun berpakaian dengan rapi kembali, hari ini arjun akan pergi ke kantor.
"bagaimana dengan kabar rindu? aku sudah lama tidak bertemu dengannya. aku terlalu sibuk mengurusi iblis itu". ucap arjun