
Saat Novi sedang mengendari mobilnya seorang diri, tiba-tiba sebuah mobil Jeep hitam menghadang mobil miliknya.
Novi benar-benar merasakan ketakutan yang luar biasa, apalagi melihat pakaian dan postur tubuh mereka seperti preman dengan banyaknya tato di tubuh mereka.
"Siapa mereka? Mau apa mereka menghalangiku? " Gumamnya ketakutan.
Novi ingin kabur dari tempat itu, namun sayang akses jalan telah di halangi oleh mobil mereka sehingga Novi tidak bisa melarikan diri.
Novi hanya bisa berdiam diri di dalam mobil dengan ketakutan yang luar biasa.
"Ya tuhan selamatkan aku! " Pintanya.
Kedua preman itu lantas menghampiri mobil Novi dan menggedor-gedor kaca mobilnya. " Hey, keluar! " Teriaknya.
Novi tak membuka kaca mobilnya, ia mengunci pintu mobilnya.
"Keluar atau mobil ini kami hancurkan bersamamu! " Gertaknya.
Mau tak mau Novi pun turun dari mobilnya, ia pun berusaha berlari untuk menghindari 2 preman tersebut.
"Hey, jangan kabur! " Teriak kedua preman.
Novi terus berlari, namun sayang langkahnya harus terhenti kala kakinya tersandung sebuah krikil dan akhirnya Novi pun tersungkur.
Gelak tawa mengiringi Novi yang terjatuh, ya. Kedua preman tersebut menertawakan Novi.
"Mau pergi kemana lagi kau? " Ucapnya.
Novi menggeleng. " Jangan lakukan apapun padaku, aku mohon! " Pintanya mengiba.
Kedua preman itu tak menggubris ucapan Novi, lantas mereka pun membawa Novi menuju mobilnya dan mengikat tangan Novi dan membungkam mulut Novi agar tak berteriak.
Novi terus memberontak, namun tenaganya tak cukup kuat untuk melepaskan diri dari kedua preman tersebut.
Novi terus berdoa dalam hatinya, ia pun meneteskan air matanya. " Papa, Arjun. Tolong Mama! " Gumamnya.
Mobil Jeep tersebut membawa Novi menuju sebuah gudang yang sepertinya sudah lama tidak di gunakan dan tempatnya jauh dari perumahan warga.
Kedua Preman tersebut mengikat Novi di sebuah Kursi dan nampak salah seorang dari mereka tengah menelpon seseorang. " Hallo, Pak. Kami telah menjalankan perintah Anda! " Ucapnya seraya melirik Novi.
"Siapa yang menyuruh mereka melakukan ini padaku? " Ucap Novi bertanya-tanya, apakah pelaku penculikan ini ada sangkut pautnya dengan pengeroyokan Suaminya?
Kedua preman itu pun pergi meninggalkan Novi sendirian. " Baik-baik kau disini. Kami harus pergi! " Ucapnya sebelum pergi.
Novi hanya memalingkan wajahnya tanpa menjawab ucapan mereka.
__ADS_1
Pada malam harinya, seorang preman memberikan mengantarkan makan malam untuk Novi, namun Novi tak menyentuhnya ia hanya memandang sekilas.
"Makanlah! " Titahnya.
Melihat respon dari Novi, Preman tersebut lantas pergi dari ruangan tersebut.
Sementara Yogi dan keluarga sedang menunggu Novi, namun nampaknya Novi tidak pulang malam ini. Rasa cemas mulai menghampiri Yogi, sebab tak ada kabar dari Novi sejak ia pergi dari rumah.
"Kemana kau Novi? Kenapa jam segini kau belum pulang? " Ucapnya cemas.
Yogi terus mondar mandir di depan pintu, ia menunggu Novi pulang, ia pun terus menghubungi ponselnya namun sepertinya ponsel Novi tidak dapar di hubungi.
Yogi menelpon beberapa teman Novi, namun mereka sama sekali tidak bertemu dengan Novi sejak tadi siang. Ya, Novi tidak menemui mereka padahal mereka berjanji bertemu siang tadi.
"Ya sudah terimakasih. Jika ada kabar dari Novi tolong beritahu saya! " Ucap Yogi pada teman Novi.
Perasaan cemas mulai menyelimuti Yogi, ia takut jika terjadi hal yang buruk pada Istrinya. "Ya tuhan, lindungilah Istriku dimana pun ia berada! " Ucap Yogi memohon.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, Arjun baru sampai di rumahnya lantas ia pun turun. Arjun melihat Yogi tengah resah seperti menunggu seseorang. "Pa. Ko tumben jam segini masih diluar? Lagi nunggu siapa? " Tanya Arjun.
"Mama! " Sahut Yogi resah.
Arjun mengerutkam keningnya. "Mama? Memangnya Mama kemana? Apa Mama belum pulang sejak tadi siang? " Tanya Arjun.
"Papa sudah mencarinya? " Tanya Arjun.
Yogi mengangguk. " Sudah, tapi hasilnya nihil! " Sahutnya.
Arjun dan Yogi dibuat cemas oleh kepergian Novi yang tak kunjung kembali hingga kini. Melapor polisi pun percuma, sebab ini belum 24 jam sejak kepergian Novi.
Mau tak mau Yogi dan Arjun harus menunggu sampai 24 jam lamanya baru bisa melapor, namun sebelum itu mereka terus mencari keberadaan Novi di sepanjang jalan.
"Ma, Mama dimana sih? " Ucap Arjun seraya melirik sisi kanan dan kiri.
Seminggu berlalu sejak kehilangan Novi, Arjun dan Yogi telah melaporkan kasus ini pada pihak kepolisian, namun hingga detik ini belum ada kabar terkini terkait keberadaan Novi.
Arjun dan Yogi tetap mencari keberadaan Novi, mereka berharap dapar menemukan keberadaannya.
"Sudah seminggu berlalu sejak kau pergi, tapi tidak ada kabar darimu! " Gumam Yogi.
Yogi tak henti mencari keberadaan Istrinya, ia berharap Istrinya baik-baik saja dan lekas kembali padanya.
Saat Novi tengah menderita di dalam gudang, tubuhnya teringat dan tak bisa berbuat apa-apa.
"Lepaskan aku! " Teriaknya.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar derap langkah kaki seseorang menuju ke arahnya. Novi ingin tahu langkah kaki siapa itu, dalam kegelapan Novi tidak bisa melihatnya. Makin jelas dan semakin jelas akhirnya Novi bisa melihat Wajah Pria di hadapannya.
"Hallo, apa kabarmu? " Sapanya di sertai sebuah senyum.
"Kau! " Sahut Yogi tak percaya.
"Kenapa? Kau kaget melihat ku? Tentu saja. Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku melakukan ini padamu, bukan? " Ucap Seseorang.
Pria itu lantas menghampiri Novi dan membuka sumpalan di mulut Novi, agar Novi bisa bersuara. "Lepaskan aku! Kenapa kau melakukan ini padaku? Apa salahku padamu? " Teriaknya.
Pria di hadapannya malah tersenyum. " Tenanglah, aku akan mengakhiri penderitaan mu! Tapi sebelum itu terjadi, ada baiknya kau tahu sesuatu tentang Yogi, Suamimu! " Ucapnya.
Novi mengerutkan keningnya, bagaimana ia bisa tahu tentang Suaminya? Dan apa yang akan ia katakan tentang Suaminya?
"Apa maksudmu? " Ucapnya bertanya-tanya.
"Baiklah. Aku akan menceritakan segalanya padamu. Dengarkan aku baik-baik, aku Arya Anak dari Suamimu, Yogi. Ya, aku adalah Putranya dari wanita lain. Tapi sayang aku adalah seorang Anak yang tidak pernah diakui Suamimu! " Tuturnya dengan suara sedikit bergetar.
Novi mengelengkan kepalanya, ia tak percaya dengan apa yang dia katakan tentang Suaminya. Tidak mungkin bahwa Yogi memiliki seorang Anak dari wanita lain? Sebab Yogi adalah seorang Suami yang begitu setia selama ini!
"Kau bohong. Kau berbohong!! " Bantahnya tak percaya.
Arya hanya tersenyum sinis. " Aku berbohong. Kau salah, yang berbohong adalah Suamimu bukan Aku! " Sanggahnya.
Novi masih tidak percyaa dengan ucapam Arya, ia merasa bahwa Arya tengah membual. Mana mungkin Suaminya tega menduakan Cintanya?
"Suamimu tak sebaik yang kau lihat. Dia adalah penipu ulung, ia mampu memanipulasi segalanya. Kau sudah tertipu oleh segala kemanisan yang ia berikan! Kau tahu apa yang akan aku lakukan? Pertama-tama aku akan membunuhmu, kemudian aku akan menghancurkan Putramu selanjutnya Suamimu dan Keluargamu! " Ucap Arya di sertai tawa.
"Jangan, jangan lakukan itu aku mohon! Aku tahu kau dendam pada Suamiku, tapi kenapa kau harus melampiaskannya pada Aku, Putraku dan juga Keluargaku? Kami tidak tahu apapun! " Tuturnya.
"Agar Yogi tahu bagaimana tersiksanya aku selama ini. Aku hidup sendiri tanpa kasih sayang! Dan kalian semua adalah sumber kebahagiaan Yogi, maka dari itu aku harus membunuh kalian satu persatu! " Ucap Arya penuh amarah.
Arya mengeluarkan senjata Api di tangannya, ia pun melirik Novi dengan tatapan penuh arti. " Apa kau tahu apa yang akan aku lakukan dengan senjata ini? " Tanya Arya.
Tentu saja Novi tahu apa maksud dari Arya, Arya ingin melenyapkannya dengan senjata api miliknya.
"Jangan, aku mohon! " Ucapnya mengiba.
Novi menangis seraya tak hentinya berdoa pada sang pencipta, semoga Arya segera sadar bahwa semua ini salah. Namun seolah-olah semesta tak mendengar doa-doa Novi.
Sebuah Tembakan terdengar begitu menggema di ruangan tersebut, cairan merah mengalir dari bekas tembakan tersebut. Tentu saja Novi merasakan sakit yang luar biasa, sehingga tanpa terasa air matanya menetes dan tak berapa lama kemudian Novi menutup matanya untuk selamanya.
Arya memalingkan wajahnya kala menembak Novi. "Maafkan aku! " Ucapnya lirih.
Sungguh, Arya tak ingin melakukan ini semua namun ia terpaksa dan terkena hasutan dari seseorang. Akhirnya Arya mengikuti saran dari orang yang menjerumuskan dirinya.
__ADS_1