
sehabis pulang dari Rindu dengan keadaan marah Arya tak langsung pulang ke rumah.
Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Arya tidak peduli dengan resiko yang akan terjadi.
saat ini Arya benar-benar marah, amat kecewa. mengapa hanya Arjuna, Arjun dan Arjun yang ada dalam fikiran Rindu?
ingin marah, namun apalah daya Arya. ingin menjauh tapi Arya masih cinta!!
"mengapa kau kita mencintai wanita yang sama, Arjun. mengapa?? " tanya Arya dalam hatinya.
kini Arya berkendara tanpa tujuan, entah kemana dirinya akan pergi. namun saat ini Arya hanya ingin mencari sebuah ketenangan.
fikiran Arya sedang berkecamuk antara marah dan kecewa. hingga dirinya lupa bahwa saat ini ia sedang berkendara.
ciiiiiittt...
Arya menghentikan mobilnya secara mendadak. hampir saja, Arya menabrak pembatas jalan yang bisa saja menewaskan dirinya.
"ya tuhan!! "ucap Arya. Arya pun menghela nafasnya sebelum melajukan mobilnya.
fikirannya sangat kacau, namun kali ini Arya berusaha tenang. ia takut terjadi hal yang sama seperti barusan.
Arya melajukan mobilnya dan menuju sebuah pemakaman.
setibanya dipemakaman Arya menghentikan mobilnya dan mulai berjalan menuju satu tempat dimana pak Yogi di makamkan.
Arya berjongkok di pusara sang Papa.
"Pa, aku sengaja datang kemari. aku ingin menceritakan segalanya padamu. aku tidak punya siapa-siapa di dunia ini!! kau telah pergi. Arjun pun entah kemana? cinta ku, hidup ku hanya Rindu. namun dia mencintai Arjun! ya, kami mencintai orang yang sama. namun hanya cintaku yang bertepuk sebelah tangan!! ". ucap Arya disertai senyum getir.
Arya mencurahkan isi hatinya di pusara Pak Yogi. walaupun Pak Yogi tak mungkin menjawabnya, namun Arya yakin Pak Yogi mendengar ucapannya.
"kenapa hanya Arjun yang selalu unggul dari ku, Pa. Kenapa? Arjun selalu jadi penghalang untukku!! ". lanjut Arya.
Arya cukup lama berada di pusara Pak Yogi. hingga Arya menyudahinya dan pergi dari tempat tersebut.
Arya terlihat keluar dari pemakaman, namun tiba-tiba seseorang menyerang dirinya dari belakang.
brugh.. brugh..
seseorang memberikan serangannya, Arya pun melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan dirinya.
"siapa kau? mengapa kau menyerang ku?? ". tanya Arya heran, pasalnya Arya tak mengenal orang yang berada di hadapannya.
Pria tersebut sepertinya bukan dari kalangan manusia. sebab dari pakaiannya bukan seperti manusia pada umumnya. Ia menggunakan pakaian Khas kerajaan!!
"tak perlu tahu siapa aku!! yang jelas kau harus mati!! ". sahutnya sembari menyerang Arya.
Arya tersenyum miring ke arah orang tersebut.
"baiklah, jika itu mau mu!! ". ucap Arya.
Arya melompat dan mulai menyerangnya dengan tangan kosong.
buk.. buk.. buk
suara pertarungan keduanya terdengar bersahutan.
brugh.. brughh..
pukulan demi pukulan saling dilontarkan keduanya.
__ADS_1
brugh...
Arya jatuh tersungkur ke tanah dengan luka lebam di bibirnya.
"aawww!! sialan!! " pekik Arya.
Arya memegangi perutnya bekas pukulan pria tersebut.
"hanya segini kekuatanmu?? " ucap Pria tersebut.
Arya menengadah ke arah Pria tersebut. terlihat kilatan amarah dari tatapan mata Arya.
"kau!!! ". teriak Arya
Arya langsung bangun berdiri. ia pun menyerang pria tersebut.
brugh.. brugh..
Arya memberikan serangan tiada henti. hingga pria tersebut tersungkur ke tanah.
"tunjukan kekuatan mu!! ". teriak Arya
Pria tersebut menampilkan senyum miring ke arah Arya.
lantas berdiri dan mengeluarkan tenaga dalamnya. nampaknya pria itu mengeluarkan kekuatannya.
"Gawat! aku harus pergi dari sini!! ". gumam Arya.
bluuussss...
pria itu mengeluarkan kekuatannya, namun Arya berhasil menghindar.
Arya melompat ke belakang pria tersebut, sontak saja Arya menggunakan Ajian Kancing Konci untuk mengunci lawannya.
"siapa yang menyuruhmu?? ". tanya Arya.
namun, Pria itu sama sekali tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Arya.
"katakan!! ". teriak Arya.
"tidak akan pernah!! ". sahutnya angkuh.
"kau..!!! " teriak Arya marah.
Pria tersebut menampilkan senyum miring ke arah Arya.
"baiklah. kau lebih memilih kematian dari pada hidup!! " ucap Arya.
hal itu membuat Arya muak. hingga Arya memutuskan untuk membunuhnya dengan belati yang dibawanya.
Sregk..
belati itu hanya mengenai batang pohon, sebab ada yang menyelamatkan pria itu.
"kurang Ajar!! ". teriak Arya marah.
gegas Arya pergi dari pemakaman tersebut.
Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
"siapa dia? mengapa dia menyerang ku?? ". ucap Arya.
__ADS_1
kini dirinya harus mendapatkan serangan. maka dari itu Arya harus selalu berhati-hati.
hanya butuh waktu 2 bulan untuk menikahi Rindu. itu pun jika Arjun tak kembali, namun jika Arjun kembali. maka harapan Arya bisa pupus di tengah jalan.
"aku harap kau tidak kembali, Arjun! aku ingin memiliki Rindu seutuhnya. " gumam Arya
memiliki Rindu adalah sebuah harapan besar dalam hidup Arya.
Ada rasa takut dalam hati Arya. ia takut jika tiba-tiba Arjun kembali.
"kau tidak boleh jadi penghalang bagiku dan Rindu!! ". gumamnya.
drttt.. drtt..
Ponsel Arya nampak bergetar. Arya meliriknya sekilas.
"Rindu. mau apa dia menghubungiku?? " ucap Arya.
Arya memilih mengabaikan panggilan Rindu dan fokus pada jalanan.
drtt... drt...
lagi lagi ponsel aya berdering, namun kali ini Arya lebih baik mematikan ponselnya. sebab ia sedang tak ingin di ganggu.
Arya kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
brakk..
sesampainya di rumah, Arya membanting kencang pintu mobilnya.
Arya masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya.
Arya tak menyalakan ponselnya sama sekali. ia malas jika harus berbicara dengan Rindu.
Arya bergegas mandi dan segera tidur.
sementara di sebrang sana. Rindu tengah berusaha menghubungi nomor Arya.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat di hubungi!! " sahutan Operator.
Rindu kian di buat cemas. pasalnya tadi Arya pergi dengan keadaan marah. Rindu takut terjadi sesuatu yang buruk pada Arya.
"Arya. kamu kemana sih?? ". ucap Rindu cemas.
Hingga pukul 11 malam. Rindu masih saja menghubungi Arya, namun nomor Arya tidak dapat di hubungi.
"Maafkan aku Arya!! aku salah. " ucap Rindu.
Rindu menyadari kesalahannya. tidak seharusnya ia menjadikan Arya Sebagai pelampiasan untuk menarik Arjuna.
Rindu telah memberikan harapansemu pada Arya.
Rindu menyesal dengan tindakan yang dia lakukan!!
"Arya, ayolah nyalakan ponselmu!! " gumam Rindu.
berkali-kali bahkan berpuluh-puluh panggilan. Rindu terus menghubungi nomor Arya, namun masih tidak dapat di hubungi.
"aku tahu pasti saat ini Arya marah, dia kecewa. ya tuhan, maafkanlah aku!! ". ucap Rindu.
Rindu kian dibuat menyesal. dia sudah salah menolak cinta Arya. padahal dirinya yang menyatakan cinta pada Arya, namun dirinya pula yang menghancurkan.
__ADS_1
"salahkah aku jika masih mencintai Arjuna? aku masih mengharapkan dia kembali? " ucap Rindu.
ya, Rindu selalu berharap Arjuna kembali padanya, namun Rindu pun tahu itu semua tidak mungkin. sebab Arjun pergi bak di telan bumi.