
Sudawira dan Ki Ageng telah menyiapkan serangkaian Ritual untuk memindahan Energi anak-anak tersebut ke dalam tubuh Clara.
anak-anak itu dibaringkan di tempat yang di csediakan oleh Sudawira. mereka semua mengelilingi api yang sengaja dinyalakan dalam Ritual ini.
"bisa kita mulai acara ini, Sudawira?? ". tanya Ki Ageng.
Sudawira mengangguk dan mengambil darah ayam, kemudian mengusapkannya ke wajah anak-anak dan wajah Clara.
"lepaskan kami, kami takut!! ". teriak salah satu anak.
"tolong.. Ibu, tolong aku. aku takut!! " sahut yang lain.
banyak teriakan yang membuat Riuh susana malam ini. mereka berteriak meminta tolong, namun tak ada yang bisa menolong mereka semua.
"bawa air itu kemari!! " perintah Sudawira.
gegas prajurit pun mengambilkan air yang di maksud oleh Sudawira. Sudawira melafalkan mantra dan mengelilingi semua anak-anak itu sembari membawa air tersebut.
Sudawira mulai mengeluarkan Kerisnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi. keluar cahaya merah dari Keris tersebut.
anak-anak tersebut mulai berteriak meminta tolong sembari menangis.
"tolong.. tolong.. tolong lepaskan kami!! " teriakan demi teriakan terdengar nyaring.
Sudawira mengarahkan Kerisnya ke arah anak-anak itu, dengan sekejap mata anak-anak itu sudah tak sadarkan diri.
Suana disana mulai terasa kian mencekam. tak ada lagi riuh dari suara anak-anak.
dengan kekuatan yang Sudawira miliki, ia memindahkan Energi anak-anak itu kedalam tubuh Clara.
setelah pemindahan Energi selesai. akhirnya anak-anak itu terbakar dan menjadi abu yang beterbangan.
namun, Clara belum menunjukan reaksinya sama sekali ataupun pergerakan tubuhnya
"Clara, Putriku!! ". ucap Ki Ageng.
Ki Ageng menghampiri Clara sembari mengguncang tubuhnya, namun sama sekali tak ada reaksi.
"Clara, Clara!! ". Ki Ageng berkata sembari mengguncang tubuh Putrinya.
Ki Ageng berjalan menghampiri Sudawira.
"ada apa ini. katakan padaku?? ". ucap Ki Ageng.
Ia pun mengguncang bahu Sudawira, namun Sudawira tak berani bersuara.
"katakan. apa yang terjadi pada Putriku. jangan katakan Ritual ini gagal!! ". ucap Ki Ageng.
"Maafkan aku!! ". sahut Sudawira.
__ADS_1
"katakan apa maksudmu!! " teriak Ki Ageng.
"Ritualnya gagal. aku tak bisa menolong Putrimu dari jurang kematian. dia sudah tiada!! ". ucap Sudawira.
"apa. tidak, tidak mungkin. tidak mungkin Putriku sudah tiada. Clara, bangun!!! ". teriak Ki Ageng.
Ki Ageng terus saja mengguncang tubuh Clara, namun Putrinya tak menunjukan reaksi. wajah Clara pun telah pucat pasih. Clara di nyatakan meninggal.
"bangun, Clara. jangan tinggalkan ayah!! ". racau Ki Ageng.
betapa terguncangnya Ki Ageng saat ini. ia tak bisa menerima jika Putri satu-satunya harus tiada.
Ki Ageng menitikan air matanya untuk kedua kalinya, ia harus kehilangan wanita yang telah ia rawat sejak bayi.
masih terkenang saat-saat indah bersama Putrinya, namun sekarang Clara telah tiada.
"mengapa kau tak bisa menyembuhkan Putriku. apakah tumbal itu kurang atau sesembahannya ada yang terlewatkan?? ". ucap Ki Ageng.
Sudawira menggeleng.
"bukan Ageng, bukan itu. ini adalah jalan takdir, kau harus menerimanya!! ". ucap Sudawira.
"tidak. berhenti mengatakan itu atau kau akan aku bunuh!! ". cecar Ki Ageng.
Ki Ageng tidak terima jika Putrinya dinyatakan tiada. ia tidak akan siap jika harus kehilangan Clara.
"bangunlah, Clara. bangun!! ". ucapnya sembari mengguncang tubuh Clara.
"sudahlah, Ageng. biarkan Putrimu tenang disana!! ". tutur Sudawira.
"tidak akan. aku tidak akan pernah tenang, sebelum membalas orang-orang yang telah membunuh Anakku!! ". ucap Ki Ageng.
terlihat kilatan amarah dari mata Ki Ageng dan gemuruh amarah dalam dadanya.
ia akan membalas orang-orang yang telah membuat Putrinya tewas.
"tidak akan aku biarkan kalian semua tenang!! ". ucap Ki Ageng.
dada Ki Ageng terlihat naik turun menahan gejolak dalam dadanya.
jasad Clara pun akan di Kremasi. ia akan dibakar dan menjadi abu.
tubuh Clara telah dibaringkan di atas bakaran, Ki Ageng melakukan Ritual pembakaran tersebut.
"cepat lakukan, Ageng!! ". perintah Sudawira.
Ki Ageng tak tega dan tak Kuasa, kala dirinya harus membakar Putrinya sendiri.
Sudawira menyodorkan obor pada Ki Ageng, Ki Ageng menerimanya dan mulai membakar jasad Clara.
__ADS_1
"Hiks.. Clara. mengapa kau tinggalkan Ayah!! ". ucapnya.
kobaran Api terlihat sangat besar, hingga membakar tubuh Clara. kini Kobaran Api mulai membesar dan melahap habis tubuh di dalamnya.
Ki Ageng memandang Putrinya yang dibakar. ada rasa sedih dan marah dalam hati Ki Ageng.
sedih, kala harus melihat Putrinya Tewas dengan cara seperti ini. Marah pada orang-orang yang telah membunuh Putrinya.
"Ayah berjanji akan membalaskan dendam mu, Nak. tidak akan aku biarkan mereka hidup tenang dan bahagia!! " ucap Ki Ageng
duaaaarrrr...
kilat menyambar, petir bergemuruh. awan hitam menghampiri tempat tersebut. seolah-olah semesta juga merasakan duka yang dirasakan oleh Ki Ageng.
"ada apa ini. mengapa awannya sangat gelao sekali!! ". sahut mereka.
Ki Ageng terus memandang ke arah kobaran Api. Terlihat kilatan kebencian terpancar dari mata Ki Ageng saat menyaksikan kobaran Api yang semakin besar.
"demi alam semesta, dan kobaran Api yang menyala ini. Aku bersumpah dengan nama Putriku. aku akan membalas kematiannya!! ". gumam Ki Ageng.
Api yang awalnya sangat besar kini menjadi mengecil dan redup, menyisakan abu disana.
Ki Ageng mengambil Abu itu dan menyimpannya di dalam sebuah kendi.
"Aku tidak akan menghanyutkan Abu mu. sebelum aku dapat membalaskan dendam mu!! ". janji Ki Ageng.
dalam hatinya, ia mengutuk Arya dan Arjun. karna Mereka adalah penyebab Putrinya tewas.
kemarahan dan dendam Ki Ageng akan kematian Putrinya amatlah besar. ia akan menghukum mereka semua.
hati Ayah mana yang takan hancur, jika Putri satu-satunya yang selama ini dijaga, di rawat dan di besarkan dengan penuh Cinta. kini harus terbakar bersama kobaran Api.
"Ayo, Ageng. kita pulang!! ". ajak Sudawira.
Ki Ageng mengangguk, ia pun beranjak pergi dari tempat itu.
"baguslah, akhirnya kau tewas juga. Clara!! ". ucap Dwi pangga, kala melihat Clara telah menjadi abu.
Dwi Pangga merasa senang dengan kematian Clara, namun dirinya berpura-pura bersedih kala di depan semua orang.
"akhirnya dendam ku terbalaskan juga. kau telah menjadi abu!! ". gumamnya sembari menampilkan senyum sinis.
Dwi Pangga merasa sakit hati pada Clara, sebab Clara telah menolak cintanya secara mentah-mentah.
"Sekarang waktuku kembali ke dunia manusia. aku akan menyingkirkan Arya dan Arjuna. agar aku bisa memiliki Rindu seutuhnya!! ". ucap Dwi Pangga.
tugas Dwi Pangga telah selesai, saatnya ia kembali ke dunia manusia untuk mengejar Cinta Rindu.
"kau harus menjadi milikku, Rindu. bagaimana pun caranya!! ". ucap Dwi Pangga.
__ADS_1
entah mengapa Dwi Pangga tergila-gila dengan Rindu. entah sejak kapan Cinta itu tumbuh dihati Dwi Pangga. sehingga dirinya ingin memiliki Rindu seutuhnya.