BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 114 # MAKHLUK YANG MENGHADANG


__ADS_3

Di tengah perjalanan Arjun dan Thania di hadang oleh seekor siluman yang.


"Semoga dengan cara ini aku bisa mengembalikan cinta mereka yang sempat tertunda! " Gumamnya.


Sontak saja Arjun menghentikan laju mobilnya secara mendadak membuat Thania membelalakan matanya, kala melihat pemandangan mengerikan di depannya.


"A-apa itu, Pak? " Tanyanya.


Seekor siluman berdiri tegak tepat di depan mobil Arjun, membuat Arjun bergegas keluar namun Thania menghentikannya.


"Jangan keluar, Pak. Bahaya!! " Ujarnya memperingati.


Thania takut terjadi hal yang tidak di inginkan jika Arjun turun dari mobil ini.


Arjun melirik Thania, kala tangannya di cekal oleh Thania. "Lepaskan tanganmu. Biar aku hadapi makhluk jelek itu! " Ujarnya, tak memperdulikan peringatan Thania.


Arjun turun dari mobilnya dan menghadap makhluk tersebut. "Hey, makhluk jelek! Untuk apa kau menghalangi jalan ku? " Teriaknya lantang.


Thania memperhatikan Arjun yang begitu gagah berani menghadapi makhluk tersebut. " Berani sekali manusia itu! " Gumamnya.


Makhluk tersebut tak bergeming, ia tak menjawab ucapan Arjun.


"Hey. Tunjukan wujud mu! " Tantangnya.


Namun makhluk tersebut tak menghiraukan ucapan Arjun, kemudian makhluk tersebut menyerang Arjun secara tiba-tiba.


Arjun yang belum siap pun akhirnya jatuh tersungkur ke aspal dan sedikit meringis. " Kurang ajar! " Ucapnya.


Thania yang sejak tadi memperhatikan Arjun pun membelalakan matanya, dan menutup mulutnya. " Ya tuhan, Pak Arjun! " Ujarnya.


Thania pun bergegas turun dari mobil, niat hati Thania ingin membantu Arjun.


"Pak, Anda baik-baik saja? " Tanyanya khawatir.


Arjun menoleh. " Kau! Untuk apa kau kemari? Pergilah ke mobil dan tunggu di sana! " Ujarnya.


Thania menggeleng. " Tidak. Aku tidak akan pergi dari sini! " Tolaknya.


Arjun mendengus kesal. " Bebal! " Gumamnya.


Arjun bangkit, kemudian kembali menghadap ke arah Makhluk tersebut. " Hey. Makhluk jelek! Kenapa kau menyerangku tiba-tiba? " Ujarnya tak terima.


Makhluk tersebut mengibaskan ekor panjangnya, namun Arjun berhasil menghindarinya.


Makhluk itu tak hentinya menyerang Arjun, hingga Arjun tampak kelelahan dan makhluk tersebut kembali mengibaskan ekor panjangnya.


"Pak Arjun. Awas!! " Teriak Thania.

__ADS_1


Thania yang melihat kejadian itu langsung saja berlari dan menghampiri Arjun, naas ekor makhluk tersebut mengenai tubuh Thania dan seketika Thania pun langsung pingsan.


Arjun membulatkan matanya. " Thania! Thania! Bangunlah! " Ujarnya sembari menepuk-nepuk pipinya.


Arjun menatap makhluk tersebut dengan tatapan nyalang dan penuh amarah, giginya yang nampak gemertak dan nafas yang kian memburu. " Kau!! Beraninya kau melukai wanita! " Teriaknya marah.


Arjun meletakan Thania di tepi jalan, kemudian kembali untuk menghadapi makhluk tersebut.


"Hey! Jika kau berani hadapi aku!! " Tantangnya.


Makhluk tersebut memenuhi tantangan Arjun, ia pun mulai menyerang Arjun dengan mengibaskan ekornya namun Arjun selalu berhasil menghindar dan melompat.


"Jika aku terus menghindar, maka lambat laun aku akan kalah! " Batinnya.


Tak ada cara lain, Arjun memutuskan untuk merubah wujudnya menjadi siluman kembali. hal yang sudah beberapa tahun tidak pernah ia lakukan sejak kepergian Rindu, dan Arya.


"Baiklah. Mungkin ini saatnya! " Gumamnya.


Arjun pun memejamkan matanya, ia berkonsentrasi dengan penuh kemudian ia pun berubah menjadi siluman dengan mata yang merah menyala di tambah tanduk di kepalanya.


"Sekarang kita seimbang! " Ujarnya.


Arjun menghadapi serangan makhluk tersebut dengan gagahnya, ia pun menggunakan kekuatannya dengan penuh hingga akhirnya makhluk yang menghadangnya kalah dan berubah.


Arjun kembali pada wujud manusianya, kemudian ia mendekati makhluk tersebut.


Belum sempat Arjun melihat wajah aslinya tiba-tiba makhluk tersebut melempar sebuah gas berasap yang menghalangi pandangan Arjun.


Untuk beberapa saat Arjun terbatuk-batuk sebab asap tersebut mengganggu pernafasannya, hingga beberapa detik kemudian asap pun mulai menghilang namun manusia itu juga ikut hilang.


"Sialan! " Umpatnya.


Arjun melirik ke arah Thania yang masih pingsan di pinggir jalan, kemudian mendekatinya. "Thania! Ayo bangun! " Ujarnya.


Lagi-lagi Arjun mendengus kesal. " Wanita ini begitu menyebalkan sama halnya dengan Rindu! " Celetuknya.


Deghhh...


Mengapa Arjun mengatakan hal itu? Ia pun heran mengapa tingkah Thania hampir persis dengan Rindu dahulu?


Arjun menepis fikiran negatif yang berputar di fikirannya, kemudian Arjun mencari cara agar Thania sadar.


Lama Arjun berfikir, hingga akhirnya ia pun tersenyum kala sebuah ide melintas di otaknya. " Aku yakin kau akan bangun, Thania! " Batinnya.


Arjun berjongkok, kemudian Arjun memandang wajah Thania cukup lama hingga akhirnya ia pun mulai mendekatkan bibirnya, namun tiba-tiba Arjun tersentak kaget, kala melihat wajah Thania yang berubah menjadi wajah Rindu.


"Rindu! " Ujarnya sembari berangsur-angsur mundur.

__ADS_1


Beberapa kali Arjun menggelengkan kepalanya. " Tidak. Ini tidak nyata! Pasti mata ku salah! " Sanggahnya.


Arjun mencoba melihat wajah Thania sekali lagi, namun tiba-tiba wajah itu berubah kembali menjadi wajah Thania dan Arjun pun bisa bernafas dengan lega itu artinya bahwa kejadian tadi adalah sebuah ilusi.


"Syukurlah! " Batinnya lega.


Arjun tak tahu mengapa wajah Rindu yang dia lihat? Apakah Arjun terlalu merindukan sosok Rindu yang selama ini mendiami hatinya?


Arjun bingung harus melakukan apa agar Thania bangun. Arjun pergi ke mobilnya dan mengambil sebotol air, kemudian menyiramkannya ke wajah Thania.


Thania nampak mengerjap-ngerjap. " Hujan! Hujan! " Teriaknya.


Thania langsung bangkit dan mengusap wajahnya yang telah basah oleh air, kemudian Thania melirik Arjun yang tengah memegang botol air.


"Kau menyiramku, Pak? Tega sekali! " Ucapnya.


"Ya, lagi pula kau sulit di bangunkan! " Sahut Arjun.


Thania tak lagi bertanya pada Arjun, ia mengelap wajahnya yang basah dan juga bajunya yang nampak basah namun Arjun hanya memalingkan wajahnya tanpa peduli keadaan Thania.


Thania berdiri, dan memeluk tubuhnya yang kedinginan sebab air tersebut membasahi baju kerjanya. Arjun yang melihat hal tersebut hanya cuek bebek saja, kemudian Thania berjalan dan tiba-tiba Arjun melepas jasnya dan memberikannya pada Thania.


"Pakai ini dan segera masuk ke dalam mobil. Aku akan mengantarkan mu pulang! " Titahnya.


Thania melirik Arjun, ia tak percaya dengan perlakuan Arjun ini. Tapi di sisi lain Thania senang dengan kebaikan Arjun.


Thania masuk ke dalam mobil, sesuai janjinya Arjun mengantarkan Thania pulang dan membatalkan meeting hari ini.


Thania penasaran dengan kejadian tadi. Apakah Arjun berhasil mengalahkan makhluk tersebut atau tidak?


"Pak! " Panggilnya.


"Mmm! " Sahutnya tanpa menoleh.


"Mmm, bagaimana dengan tadi? " Ujarnya.


Arjun tersentak kaget, ia terlihat tegang dengan pertanyaan Thania. Apakah Thania tahu bahwa Arjun hendak menciumnya?


Arjun berusaha bersikap setenang mungkin, walau wajahnya menampilkan sebuah ketegangan.


"Ya, yang tadi apa maksudmu, Thania? " Tanyanya.


"Makhluk itu! " Sahutnya.


Mendengar ucapan Thania, Arjun bisa bernafas lega. Sepertinya Thania tidak tahu bahwa dirinya hendak menciumnya.


"Baguslah! " Batinnya.

__ADS_1


Arjun menceritakan segalanya pada Thania, namun tidak semua ia ceritakan. Arjun mengarang beberapa cerita seperti bagaimana dirinya mengalahkan makhluk tersebut. Tidak mungkin Arjun mengatakan bahwa dirinya merubah menjadi siluman agar bisa mengalahkan siluman itu.


__ADS_2