BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
Episode 50


__ADS_3

Dwi Pangga, telah mendengar berita pernikahan antara Arjun dan juga Clara. ia terlihat amat murka pada Arjun.


"tidak! ini tidak bisa di biarkan. aku harus menggagalkan pernikahan itu! ". ucap Dwi dengan marah.



Dwi tidak akan tinggal diam, jika menyangkut cintanya. ia tidak akan membiarkan Arjun menikahi Clara. walau bagaimanapun, ia mencintai Clara tanpa syarat.


"bagaimana caraku menggagalkan pernikahan itu? " Dwi terlihat sedang berfikir sejenak. ia belum mendapatkan ide untuk menghancurkan acara pernikahan Arjun.


"akan ku hancurkan kamu, Arjun! kau telah berani mengibarkan bendera perang! ". ucap Dwi dengan nada marah, dadanya terlihat naik turun.


Dwi, beranjak dari posisi duduknya dan mengendarai mobilnya, menuju rumah Clara.


Dwi ingin meminta penjelasan pada Clara.


ting.. tong.. ting.. tong!


Dwi memencet bel, namun tak ada Jawaban dari dalam rumah Clara.


"ia masih bersembunyi saat ini, tunggu saja! aku akan menemukanmu, Clara. " ucap Dwi, ia beranjak dari pintu.


Dwi menuju kamar Clara, namun kamarnya berada di lantai atas. tak mungkin Dwi merubah wujudnya menjadi siluman Ular. jika hal itu sampai terjadi, habislah dia.


"bagaimana, caraku agar sampai di lantai atas? ". Dwi bermonolog dalam hatinya.


tiba-tiba, Dwi melihat sebuah tangga di dekat tembok. ia pun memutuskan akan memanjat tangga tersebut, untuk sampai di kamar Clara.


"kamu pasti berada di sana, sayang! ". ucap Dwi menyeringai dan mulai memanjat tangga, satu persatu.


Dwi berhasil Sampai dilantai atas dengan bantuan tangga, ia pun melompat ke balkon yang ada di kamar Clara.


hay, sayang! aku tahu kau bersembunyi. " ucap Dwi sembari melangkah ke arah Clara.


Clara pun terkejut dengan kehadiran Dwi yang tiba-tiba.


"untuk apa kau kemari? ". Clara berkata, sembari mundur beberapa langkah.


"jangan takut, sayang! aku tidak akan menyakiti mu. " ucap Dwi, sembari tersenyum dan mendekat ke arah Clara.

__ADS_1


"pergi kamu dari sini, pergi! ". teriak Clara pada Dwi.


"jelaskan padaku, mengapa kau setuju menikahi Arjun? ". kali ini Dwi memandang wajah Clara dengan sorot mata tajam.


"karna aku mencintainya! jadi, lebih baik untuk mu pergi dari sini, sebelum... " ucapan Clara terhenti, ketika Dwi memotong ucapannya dan mencengkeram pipi Clara dengan sangat kasar.


"kalau tidak, apa yang akan kau lakukan? ". ucap Dwi dengan nada mengejek.


"aku akan memanggil Arjun kesini. agar kau tahu akibatnya! ". ucap Clara, ia berusaha melepaskan cengkraman Dwi. Clara meraih benda pipihnya di atas nakas. ia terlihat mengotak-atik ponselnya dan memanggil seorang.


"silakan kau panggil Arjun kemari! dengan senang hati aku menyambutnya. aku tak sabar, ingin segera menebas lehernya". ucap Dwi sembari duduk di sebuah kursi dan tersenyum ke arah Clara.


sontak saja hal tersebut mengurungkan niat Clara, untuk menghubungi Arjun. ia pun mematikan panggilan yang belum sempat terhubung.


Clara melorot sempurna ke arah Dwi. ia pun menghampiri Dwi yang terlihat santai duduk di sofa.


"untuk apa kau menganggu hidup ku, Dwi! aku tidak mencintaimu. " ucap Clara.


"mungkin kau tidak! tapi, aku mencintaimu! ".


"jangan keras kepala, Dwi! carilah wanita yang benar-benar mencintaimu! ". ucap Clara


"aku akan menikah dengan Arjun! jadi lebih baik kau menjauh dariku, kau paham! ". ucap clara. ia mulai jengah dengan jawaban Dwi.


"apa kau yakin, Arjun mencintaimu! ". Dwi memandang wajah Clara dan tersenyum simpul padanya.


Wajah Clara, terlihat salah tingkah dengan pertanyaan Dwi. sedetik kemudian, Clara bisa mengendalikan kondisinya.


"ten-tu saja Arjun mencintaiku, kalau tidak! dia tidak mungkin mengajak ku menikah, bukan! ". Clara berbicara sembari membuang wajahnya ke arah lain. hal tersebut di sadari oleh Dwi.


"kau yakin? "


"tentu saja, sudah kau pergi! ". Clara berusaha mengusir Dwi dari kamarnya. ia mendorong tubuh Dwi keluar.


mata Dwi tak sengaja melihat sebuah tanda di dekat leher Clara.


Clara, yang menyadari bahwa Dwi tengah memperhatikan tanda di lehernya. Clara bergegas menutupinya dengan telapak tangannya.


"tanda apa yang berada di lehermu, Clara? padahal seingat ku kau tidak memiliki tanda itu! ". ucap Dwi dengan tatap mengintimidasi.

__ADS_1


"tanda ini.. hmm, ini tanda lahir ku! iya, tanda lahir. " ucap Clara dengan gugupnya.


"benarkah? ". Dwi masih tak percaya dengan jawaban Clara.


"iya, lebih baik sekarang kau pergi! ". usir Clara sembari menyeret Dwi keluar. Clara pun bergegas menutup pintu kamarnya.


Dwi pun turun ke bawah menggunakan tangga yang tadi ia gunakan untuk naik ke lantai atas ini.


"ada apa dengan tanda itu? ". gumam Dwi dalam hatinya.


padahal sebelumnya, Clara tak memiliki tanda tersebut. lalu, dari mana Clara mendapatkan Tanda itu. banyak pertanyaan mengisi otak Dwi saat ini.


Clara bisa bernafas dengan lega setelah kepergian Dwi. ia pun mengelus dadanya, yang sejak tadi tak beraturan.


"untung saja Dwi cepat pergi, kalau tidak! pasti dia akan menanyakan banyak hal! ". ucap Clara sambil menghela nafasnya secara perlahan.


"tapi, bagaimana jika Dwi tau akan tanda ini? ". Clara mulai di landa rasa cemas, ia takut jika Dwi mengetahui akan tanda ini.


"tapi, apa peduliku! sebentar lagi, aku akan menikah dengan Arjun. aku akan menjadi nyonya Arjun pratama! ". Clara memilih tak menghiraukan hal tersebut.


Clara, lebih banyak mengkhayal tentang Arjun. ia bermimpi hidup bahagia dengan Arjun dalam sebuah rumah tangga yang bahagia dan akhirnya, mimpi itu akan segera menjadi kenyataan.


"sebentar lagi mimpi ku akan segera terwujud! selain aku mendapatkan cintaku, aku pun akan mendapatkan sesuatu yang berharga! ". ucap Clara sambil tersenyum senang.


Clara begitu amat bahagia dengan pernikahan yang akan di langsungkan beberapa minggu lagi. ia akan segera mendapatkan apa yang ia inginkan.


"sebentar lagi kekuatan ku akan besar dan kuat! tidak ada satu orang pun yang mampu menandingi kekuatan ku! haha.. " Clara berkata sembari tertawa. ia tak sabar menunggu hari dimana keinginannya terwujud.


tiba-tiba rasa lapar menghampiri Clara. Clara pun menuju dapur, untuk mencari makanan. namun disana tidak ada makanan yang bisa di makan.


"tidak ada makanan disini? aku lapar sekali! ". Clara pun duduk dengan lesu di kursi.


tiba-tiba, matanya menuju sebuah kulkas. ia pun segera membukanya. disana ada seekor ayam mentah, Clara segera mengeluarkannya dan memakannya tanpa memasaknya terlebih dahulu.


"yummy, sudah lama aku tidak makan enak seperti ini! ". ucap Clara sembari terus menikmati makanannya dengan sangat lahap.


terlihat darah ayam menempel di bibir Clara, ia pun terlihat mengelapnya sesekali. ia terus menikmatinya dengan sangat rakus dan sampai habis tak tersisa. hanya menyisakan tulangnya saja.


__ADS_1


__ADS_2