
sahabat Ki Ageng yang bernama Sudawira mencoba mengingat-ingat dimana dirinya pernah melihat bunga yang disebutkan oleh sahabatnya tersebut.
"bunga teratai Emas. sepertinya aku pernah mendengarnya, tapi dimana?? ". ucapnya membatin.
Sudawira terus berfikir, hingga akhirnya ia bisa mengingatnya dan ia mengetahui dimana bunga itu berada. namun sayangnya bunga itu hanya tumbuh satu tahun sekali.
"aku ingat sekarang, Ageng. aku pernah melihatnya. bunga itu berada ditengah sungai yang letaknya tak jauh dari sini! ". ucapnya.
sebuah senyum terbit dari bibir Ki Ageng. ia begitu senang mendengar jika bunga itu akan segera ia dapatkan.
"benerkah, bolehkah kau anter aku kesana?? ". tanya Ki Ageng.
"boleh, tapi.. " Sudawira menggantung ucapannya.
"tapi kenapa, Wira?? ". tanya Ki Ageng heran.
"hmmmm, bunga itu hanya tumbuh setahun sekali, dan hanya ada satu bunga teratai emas! ". ucapnya
"apa?? ". nampak ketegangan dari wajah Ki Ageng, bagaimana nasib putrinya jika ia tak berhasil mendapatkan bunga teratai itu.
"benar, Ageng. semoga saja bunga itu belum di ambil orang atau pun layu. ayo aku antar kau kesana!! ". ajaknya pada Ki Ageng.
Ki Ageng mengangguk dan mengikuti langkah sahabatnya. nampak rasa cemas terpancar dari wajahnya, namun ia pun berharap bunga itu masih ada di tempatnya.
"semoga bunga itu masih ada dan aku bisa membawanya pulang. " gumamnya dalam hati.
Sudawira mulai mencairkan suasana, ia mulai mengajak Ki Ageng berbicara banyak hal.
"kau ingat tidak, Ageng. dulu kita sering main Nyai Arum di sungai itu?? ". tanya Sudawira, ia mencoba mengingatkan Ki Ageng pada masa dirinya masih berada disana.
"iya aku masih ingat! ". jawabnya.
Ki Ageng mencoba mengingat masa kecilnya bersama teman-temannya. namun, yang mencuri fikirannya adalah Nyai Arum. ya, Ki Ageng dan Nyai Arum. dulunya mereka sepasang kekasih, namun Ki Ageng menolak menikahi Nyai Arum. sebab Nyi Arum bukan wanita baik-baik. maka dari itu Ki Ageng lebij memilih menikahi Nyai Asih yang merupakan Siluman Ular.
saat ini fikiran Ki Ageng melayang pada masa lampau yang ia lalui.
__ADS_1
"kau harus menikahi Nyai Arum. Ageng!! ". ucap ayahnya.
"maaf ayah, aku tidak bisa menikahi Nyi Arum. dia bukan Wanita baik-baik!! ". ucap Ki Ageng kala itu.
sontak saja, Ayah Ki Ageng murka besar. ia menampar wajah sang putra dengan sangat beringas dan berulang kali.
"kurang ajar kau, Ageng. kau berani menentang ku!! ". teriaknya marah.
"maaf ayahanda, aku tidak bermaksud menentangmu!! ". ucap Ki Ageng.
"persetan, kau. " ucapnya marah.
Ki Ageng, memohon maaf pada ayahnya. ia tak bisa menikahi wanita yang tidak baik. lagi pula ia sudah memiliki tambatan hati lain, yaitu Nyi Asih siluman Ular.
nampak dada ayah Ki Ageng begitu naik turun, ia menahan amarah yang begitu besar. ia tidak tahu apa yang akan dia katakan pada keluarga Nyi Arum tentang penolakan yanh dilakukan oleh putranya, Ageng.
"apa yang harus aku katakan pada keluarga Ki Bantara. tentang kau yang menolak menikahi putrinya. kami sudah berteman cukup lama, dan kami sudah menjodohkan kalian sejak kecil, tapi kau malah menolaknya!! ". teriak Ayah Ki Ageng.
"berkatalah ayah dengan jujur pada mereka, lagi pula aku sudah memiliki tambatan hati lain!! ". ucap Ki Ageng dengan lantangnya.
"apa kau bilang, tambatan hati lain?? ". marahnya.
"bodo, kau memang bodoh. Ageng! ". ucapnya kembali.
"tapi aku mencintainya, Ayah!! ".
"kau mencintai siluman ular itu. jangan harap aku akan merestui hubungan kalian berdua!! ". ucapnya kembali.
"tapi, ayahh... " ucapan Ki Ageng terpotong oleh ayahnya.
"baiklah, sekarang kau pilih. pilih aku dan nikahi Nyi Arum, atau kau pilih wanita ular itu dan pergi dari sini?? ". Ucapnya, ia memberi pilihan pada Ki Ageng. tentu saja Ki Ageng begitu berat memilih salah satu diantaranya.
"maaf ayah, aku memilih Nyi Asih dan pergi dari negeri ini!! ". ucap Ki Ageng sembari menundukan kepalanya. ia tak berani memandang wajah ayahnya yang sedang marah itu.
"baiklah, jika itu pilihanmu. lebih baik kau pergi dari sini dan Jangan pernah kembali. jika kau kembali, maka aku sendiri yang akan menebas kepalamu. ingat itu!! ". ucapnya dengan nada ancaman.
__ADS_1
Ki Ageng begitu kaget dengan ucapan yang dilontarkan ayahnya. namun, ia berusaha menguasai dirinya. hingga Ki Ageng pergi dan terusir dari rumahnya sendiri.
"Ageng, Ageng. apa kau mendengar ku!! ". ucap Sudawira, ia melambaikan tangannya di depan wajah Ki Ageng, sepertinya Ki Ageng sedang melamun.
Ki Ageng tersadar dari lamunannya. ia hanya bisa tersenyum kecut. kala mengingat masa lalunya. Ia Rindu dengan ayahnya, apakah ayahnya masih hidup atau sudah tiada.
"eh maaf, maaf. aku tidak mendengar!! ". ucap Ki Ageng.
"tidak apa!! " Ucap Sudawira, ia pun terus melangkah.
"bagaimana keadaan Ayahku, Wira. apakah dia baik-baik saja? apakah dia masih ada, maksudku masih hidup?? ". tanya Ki Ageng.
Sudawira, mengehentikan langkahnya. ia membalikan tubuhnya dan menghadap Ki Ageng. terlihat ia menghela nafasnya panjang.
"Ayah mu sebenarnya masih hidup, namun.. " Sudawira menggantungkan ucapannya, ia tak sanggup jika harus memberitahu Ki Ageng akan keadaan ayahnya.
"namun apa, cepat katakan!!! ". Ki ageng kian penasaran dengan ucapan Wira.
namun, Wira tak bergeming ataupun bergerak. ia diam seribu bahasa. ia tak mampu berkata-kata lagi.
Hingga Ki Ageng dibuat kesal dengan kediaman Wira. ia pun lantas mengguncang bahu sahabatnya dan mengertak Wira, agar berkata yanh sebenarnya.
"katakan, Wira. Katakan!!! ". teriak Ki Ageng.
Sudawira pun memandang wajah Ki Ageng dengan lamat.
ia pun menceritakan keadaan Ayahnya Ki Ageng. bagaimana kondisinya saat ini.
"sebenarnya ayah mu masih hidup, namun ia terpaksa menerima hukuman atas kepergian dirimu. dia harus dipenjara selama puluhan tahun dan menghabiskan waktunya dipenjara. . " lagi dan lagi Wira menggantungkan ucapannya, ia terlihat menghela nafasnya sejenak. kemudian melanjutkan ucapannya.
"dia pula harus menerima setiap kekajaman dari Ki Bantara dan juga Nyi Arum. kau tahu tidak, Ageng. ayahmu selalu dicambuk dan pecut setiap harinya. itu semua untuk menebus kepergian dan penolakan mu menikahi Nyi Arum. ayahmu terlihat memperihatinkan sekarang!! ". tuturnya.
Ki Ageng, merasa bersalah pada Ayahnya. mengapa dirinya baru mengetahui keadaaan Ayahnya. jadi, selama ini. Ayahnya harus dihukum atas kesalah dirinya. Ki Ageng pun nampak menitikan air matanya.
"Ayahku sekarang berada dimana?? ". Tanya Ki Ageng.
__ADS_1
"penjaga Milik Nyi Arum. namun, untuk masuk kesana sangat sulit. terdapat banyak penjaga yang berjaga disana!! ". terangnya.
Ki Ageng tak menyangka jika kepergiannya membawa nasib buruk bagi Ayahnya. ia mengira hidup Ayahnya sudah bahagia saat ini. namun Ki Ageng sudah salah besar. justru Ayahnya harus menerima hukuman yang dia buat.