BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
MENYELINAP MASUK


__ADS_3

Arjun mulai menyelidiki Arya dengan cara menyamar sebagai detektif, ia akan membuntuti kemana Arya pergi demi membuktikan kebenaran tentang Arya.


"Tak apa aku seperti ini, asal bisa membuktikan kebenaran ini!! " Ucapnya.


Arjun telah siap dengan pakaian serba hitamnya, tak lupa Arjun mengenakan masker untuk menutupi wajahnya.


Arjun bersiap dan tengah menunggu Arya di dekat rumahnya, jarak antara Arjun dan rumah Arya lumayan jauh, agar Arya tak curiga.


"Apa Arya tidak pergi hari ini? " Gumamnya saat tak ada tanda-tanda Arya keluar dari rumahnya.


Arjun masih penasaran dengan rumah Arya, Arjun masih beranggapan bahwa di rumah Arya ada sesuatu yang di sembunyikan!


30 menit lamanya Arjun menunggu, tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam nampak keluar dari rumah dan Arjun meyakini bahwa itu adalah mobil Arya. Hal yang di tunggu-tunggu pun terjadi.


"Yes, dia pergi!! " Ucapnya senang, lantas Arjun keluar dari mobilnya dan clingukan. Ia berjalan dengan sangat pelan dan hati-hati, bak seorang maling.


Arjun menelusuri semua halaman, namun semuanya di kunci hingga akhirnya Arjun mencoba masuk ke rumah Arya lewat jalan belakang dan berhasil terbuka.


Arjun menggunakan kekuatannya untuk membuka pintu itu!


"Berhasil!! " Ucapnya, lantas Arjun bergegas masuk sebelum ada orang yang melihatnya berada di sana.


Arjun menelusuri setiap ruangan yang berada di rumah Arya, semuanya nampak biasa saja tak ada yang mencurigakan. Arjun kembali masuk ke dalam ruang kerja Arjun, ia ingin tahu foto yang sempat ingin ia lihat kemarin.


"Kemana foto itu? Apa Arya telah menyembunyikannya? " Gumam Arjun, kala melihat foto yang kemarin ingin ia lihat sudah tidak ada di sana lagi.


Arjun mulai putus asa dengan semua ini, hingga tiba-tiba ia tak sengaja menyenggol lemari yang berada disana dan menampilkan sebuah pintu yang terbuk lebar, nampaknya itu adalah sebuah ruang rahasia.


"Rumah ini memiliki ruang rahasia ternyata!! " Ucap Arjun.


Arjun sempat ragu untuk masuk namun rasa penasaran yang besar mendorongnya untuk masuk ke dalam.


Arjun mulai melangkahkan kakinya ke dalam, namun keadaan di dalam sangat gelap hingga Arjun tak bisa melihat apapun.


"Gelap sekali disini!! " Ucapnya.


Arjun meraih benda pipihnya lantas menyalakan senter di gawainya, ruangan pun mulai terlihat.


Di ruangan rahasia itu Arjun melihat foto-foto Arya di masa kecil.


"Jadi ini adalah Arya di masa kecil? " Gumamnya sembari memerhatikan foto itu.


Pandangan mata Arjun tertuju pada sebuah foto yang tak asing baginya, kemudian Arjun meraihnya dan memperhatikannya dengan seksama.


"Bukankah ini adalah Papa? " Ucapnya lirih.


Jadi benar dugaan Arjun selama ini bahwa Arya adalah Putra Yogi, itu berarti Arya dan Arjun adalah saudara.

__ADS_1


"Tidak. Tidak mungking Arya saudara ku!! " Sanggahnya.


Arjun tidak percaya dengan kebenaran yang ia dapatkan. Arjun menggelengkan kepalanya beberapa kali, namun tetap saja kebenaran tidak akan pernah berubah.


Arjun tak sengaja melihat foto-foto yang tertempel di dinding yang berada di ruangan rahasia itu.


"Bukankah, itu adalah foto keluargaku? " Gumamnya seraya menghampiri.


Ya, benar itu adalah foto keluarga Arjun. "Untuk apa ini semua? Apa jangan-jangan dia mengincar seluruh keluargaku dan apa dia juga yang telah membunuh Ibu dan berusaha melenyapkan Cavin? " Tanyanya dalam hati.


Berbagai pertanyaan muncul di benak Arjun, ia tak mengerti dengan ini semua. Kenapa Arya mengincar keluarganya?


"Jika benar di balik ini semua adalah kau, Arya. Maka aku berjanji akan membuat perhitungan dengan mu!! " Gumamnya marah.


Arjun pergi meninggalkan rumah Arya dengan cepat sebelum Arya kembali ke sana.


Arjun baru tahu ternyata Arya memang sangat licik. " Apa jangan-jangan dia juga yang berusaha memfitnah dan ingin menghancurkan perusahaan ku? " Gumamnya.


Arjun mengendarai mobilnya dan sampailah di rumahnya, tanpa berfikir panjang Arjun langsung pergi ke kamar Papanya. Arjun seolah melupakan tamparan keras Yogi saat itu.


Brakkk...


Arjun membuka pintu kamar Yogi dengan sangat keras, sehingga membuat Yogi seketika terperanjat kaget.


"Arjun!! " Pangggilnya.


Yogi meraih foto itu, kemudian melihatnya dan memperhatikannya.


"Apa ini? " Tanya Yogi.


Arjun tak menggubris ucapan Yogi, ia pun membuang wajahnya ke arah lain. Kecewa dan benci menjadi satu.


"Jadi benar jika Arya adalah Putramu dan kau masih ingin membantahnya? Sudahlah, aku benar-benar muak dengan mu! " Teriak Arjun kesal.


Yogi berusaha mendekati Arjun, namun Arjun menghentikan langkah Yogi. " Stop. Jangan mendekat!! " Ucapnya.


Yogi pun menghentikan langkahnya, ia berusaha menenangkan Arjun yang kian di kuasai amarah.


"Dengarkan, Papa. Dulu Arjun!! " Ucapnya dengan suara pelan.


Arjun menatap tajam ke arah Yogi. " Aku yakin, kau pasti tahu bahwa Arya yang telah membunuh Mama!! " Ucap Arjun.


Ucapan Arjun sukses membuat Yogi kaget, dari mana Arjun tahu semua ini?


Yogi menunduk dan terdiam seribu bahasa, ia tak tahu bagaimana cara menjelaskannya pada Arjuna.


Arjun tersenyum sinis. " Oh, jadi kau tahu bahwa Arya pelakunya tapi kau diam saja! Kau senang melihat Mama mati di tangan manusia iblis itu? Oh, aku lupa dia itu titisan siluman!! " Ucap Arjun dengan nada cemooh.

__ADS_1


"Tenanglah, Arjun. Memang Papa akui, Papa tahu semuanya tapi Papa tak bisa berbuat apa-apa! " Sahutnya.


"Apa katamu? Tenang. Dengarkan aku baik-baik, Putramu bukan hanya membuat Mama tapi dia juga berusaha melenyapkan Cavin, temanku!! " Tutur Arjun.


"Apa? " Yogi terperanjat oleh ucapan Arjun, ternyata ke brutalan Arya malah semakin menjadi.


"Kau kaget? Sudahlah, tidak usah berpura-pura kaget! Padahal kau tahu segalanya. " Sindirnya.


"Dengarkan, Papa. Arjuna! Ini semua tak semudah yang kau kira. " Sanggah Yogi.


"Sudahlah, aku memang bodoh percaya dengan manusia-manusia seperti kalian berdua. Kalian tidak lebih hanya manusia yang bersembunyi di balik sebuah topeng!! " Ucap Arjun lantang seraya melangkah pergi meninggalkan Yogi.


Arjun tak memperdulikan teriakan Yogi, ia terus melangkah pergi dari rumahnya.


Sebelum pergi Arjun sempat membereskan pakaiannya dan memasukannya ke dalam koper, ia pun membawa laptop dan alat bekerja lainnya.


Arjun berjalan menuruni tangga, seseorang berteriak memanggil Arjun.


"Arjun!! " Panggilnya.


Arjun menoleh. " Ada apa? " Tanyanya.


Ternyata yang memanggil Arjun adalah Neneknya. " Mau kemana kau, Nak? Kenapa kau memebawa koper? Apa kau ingin meninggal rumah yang kian sepi ini? " Cecar Nek Wina dengan wajah sedih.


Memang, sejak kepergian Novi rumah ini semakin sepi apalagi Arjun hanya datang saat tengah malam dan pagi-pagi sudah pergi.


Arjun menangkupkan kedua tangannya di wajah Neneknya sembari tersenyum. " Nek, aku pergi untuk sementara. Jika semuanya selesai maka aku akan Kembali. Jaga diri Nenek baik-baik disini, Oke!! " Ucap Arjun sebelum pergi.


Nek Wina hanya bisa mengangguk dan melepas kepergian Cucunya. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan yang terbaik bagi Arjun.


Arjun memasukan kopernya ke dalam bagasi kemudian malajukan kopernya, lalu pergi.


Arjun memandangi rumahnya. Rumah yang dulu selalu membuatnya nyaman, sebab ada kedua orang tua yang amat menyayanginya namun kini semuanya terasa hambar setelah kepergian Mamanya, di tambah perbuatan Yogi yang merugikan dirinya sendiri. Arjun muak dengan ini semua, ia tak ingin lagi berada di ruanh yang begitu memuakan baginya.


"Mungkin ini yanh terbiak! " Ucapnya.


Arjun melajukan mobilnya menuju sebuah apartemen yang dulu pernah ia miliki.


Pada malam hari Arya pun pulang ke rumahnya, namun curiga saat pergi ke dapur saat hendak minum ia melihat pintu belakang tidak ditutup.


"Siapa yang masuk ke rumah ini? " Gumamnya.


Arya bergegas menuju kamarnya, lantas melihat rekaman CCTV yang ada di rumah ini.


"Oh, jadi kau ingin bermain-main denganku, Arjun? " Gumamnya sesat melihat rekaman itu.


Arya menutup laptopnya. " Tunggu saja hati itu tiba!! " Ucapnya do sertai seringai licik.

__ADS_1


__ADS_2