
DWI Pangga memutuskan untuk pergi dan pulang. ia akan memberikan bunga yang sudah ia dapatkan kepada Ki Ageng.
"aku harus segera pulang sebelum nyawa Clara tak terselamatkan!! ". ucap Dwi Pangga.
ia pun segera keluar dari Negri siluman ini dan berjalan pulang.
sesampainya Dwi Pangga di istana, ia bergegas menuju kamar Clara. ia pun menyerahkan bunga itu pada Ki Ageng.
"aku bawakan bunga ini. maaf jika aku lama mencarinya!! ". ucap Dwi Pangga.
Ki Ageng menolak bunga itu dan menyerahkannya kembali pada Dwi Pangga.
"Tidak usah, aku sudah tidak butuh bunga itu!! ". tolak Ki Ageng halus.
Dwi Pangga dibuat terperangah oleh ucapan Ki Ageng. apakah Clara sudah tiada? itulah yang ada di fikiran Dwi Pangga. namun, jika benar Clara telah tiada. mengapa wajah Ki Ageng nampak biasa saja.
"mengapa, Ki?? ". akhirnya pertanyaan itu keluar dari bibir Candra.
"Clara sudah dalam masa penyembuhan. ia telah dirawat oleh sahabatku, Sudawira. " ucap Ki Ageng.
"jadi bunga ini?? ". Dwi Pangga memperlihatkan bunga di tangannya.
"buang saja!! ". perintah Ki Ageng.
Dwi Pangga membulatkan bola matanya, kala mendengar jawaban Ki Ageng.
"bu-buang?? ". ucap Dwi Pangga dengan terbata.
"iya buang, sebab bunga itu tak lagi berguna!! ". sahut Ki Ageng.
Dwi Pangga pun mengangguk dan pergi dari kamar Clara.
"Apa katanya tadi, buang saja. segampang itu, padahal aku mendapatkan bunga ini dengan penuh perjuangan. dasar Tua bangka!! ". gerutu Dwi Pangga.
Dwi Pangga, lantas membuang bunga teratai emas itu ke dalam tempat sampah.
"dasar, ayah dan anak sama saja. tidak punya rasa menghargai orang lain!! ". ucap Dwi Pangga kesal.
bagaimana tidak, ia sudah bersusah payah mendapatkan bunga itu. namun sama sekali tak di hargai, dan lebih parah lagi Ki Ageng tak mengucapkan terimakasih.
"Bagaimana dengan Putriku, Sudawira??? ". tanya Ki Ageng, kala melihat sahabatnya baru memeriksa Clara.
"Putrimu bisa disembuhkan dengan satu cara!! ". Ucap Sudawira.
"dengan cara apa?? ". tanya Ki Ageng.
"Dengan memindahkan energi dari orang lain ke tubuh Clara!! ". sahut Sudawira.
"bagaimana melakukannya, dan siapa yang akan aku t*mbalkan?? ". Tanya Ki Ageng.
Ki Ageng mulai memiliki harapan, namun ia juga bingung. kemana harus mencari tumbal untuk dikorbankan.
"kau bisa mencari rakyatmu!! ". usul Sudawira.
"kau benar, Wira!! " ucap Ki Ageng sembari tersenyum.
__ADS_1
ya, Ki Ageng akan melakukan saran dari Sudawira. untuk mengorbankan sebagian kecil dari rakyatnya.
Akhirnya Ki Ageng menyuruh seluruh prajuritnya untuk membawa anak-anak ke istana, guna untuk di ambil energinya.
"Kumpulkan semua anak-anak di negeri ini!! ". Perintah Ki Ageng pada prajuritnya.
Prajurit Ki Ageng pun mematuhi perintahnya, mereka segera menjemput para anak kecil untuk dibawa ke istana.
Tung.. tung... Tung..
Suara pentuangan mulai terdengar nyaring. Para rakyat berkumpul di tempat pentungan Tersebut dibunyikan.
"Ada apa ini?? ". Tanya Rayat yang mulai berkumpul.
"Baginda, Ki Ageng. Menyuruh kami untuk membawa dan mengumpulkan anak-anak di istana!! ". Ucap salah satu prajurit.
"Untuk apa anak-anak kami di kumpulkan di istana??? ". Tanya Salah satu rakyat.
Mereka bingung dengan semua ini. Mengapa Ki Ageng ingin mengumpulkan anak-anak mereka. Ada apa gerangan??
Tanpa menjawab pertanyaan dari para Rakyat. Sontak saja para prajurit membawa anak-anak dan mengiringnya menuju istana.
"Cepat, bawa mereka semua!! ". Perintahnya.
Anak-anak pun berjalan dengan terpaksa, sebab jika tidak patuh. Para prajurit tak segan mencambuk anak kecil yang membangkang.
Cetaaakkk...
Pecutan diberikan pada anak yang tidak mau menurut pada prajurit.
"Cepat jalan, atau kau ingin kamj cambuk lagi?? ". Ucap Prajurit dengan garangnya.
Dengan terpaksa anak tersebut pun berjalan, walau bekas cambukan tadi menyisakan rasa perih di kulitnya.
Sesampainya di istana. Anak-anak kecil itu pun di suruh berjongkok oleh para prajurit. Dengan berat hati mereka melakukannya. Mereka takut jika para prajurit akan mencambuk mereka.
"Cepat berjongjok!! ". Perintahnya dengan nada garang.
"Kami ingin pulang. Lepaskan kami!! ". Celetuk salah seorang anak.
Para orang tua anak-anak itu pun mengikuti anak-anaknya Sampai ke istana. Mereka memohon agar anak-anaknya di lepaskan.
"Tolong lepaskan putraku!! ". Ucap salah seorang Ibu sembari berlutut di kaki salah seorang prajurit.
Namun, bukannya iba. Justru prajurit itu semakin murka. Sontak saja ia melepaskan paksa ibu-ibu itu dari kakinya.
"Lepaskan. Jika kau ingin protes, sana protes sama Ki Ageng!! ". Tutur prajurit tersebut.
"Tolong.. tolong.. tolong lepaskan anakku!! ". Ucap ibu yang lainnya.
"Iya, lepaskan anak-anak kami. Anak-anak kami tak salah apa-apa. lalu, mengapa harus dibawa kemari?? " Sahut yang lainnya.
Mereka heran, mengapa anak-anak mereka harus di kumpulkan di istana.
Tak berapa lama kemudian, datanglah Ki Ageng beserta Sudawira. Mereka berjalan menghampiri anak-anak tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana menurutmu, Sudawira?? ". Tanya Ki Ageng.
"Cukup! " Sahut Sudawira, kala ia memperhatikan anak-anak tersebut.
"Selanjutnya apa yang akan kita lakukan!! ". Tanya Ki Ageng.
Sudawira nampak mendekat, ia membisikan sesuatu di telinga Ki Ageng. Ki Ageng pun nampak tersenyum, kala mendengar bisikan Sudawira.
"Baiklah, lebih cepat lebih baik!! '. Celetuk Ki Ageng.
Sudawira mengangguk dan tersenyum. Kini Ki Ageng dan Sudawira kembali ke dalam istana. Namun langkahnya terhenti, kala mendengar sebuah teriakan yang di tujukan untuk Ki Ageng.
"Hey, Ki Ageng. Apa alasanmu membawa anak-anak kami kemari. Apakah kau ingin mengorbankan anak-anak kami!! ". Teriak itu terdengar sangat lantang.
"Apa kau tuli, Ki Ageng. Jika berani hadapi aku!! ". Lanjutnya kembali.
Ki Ageng yang merasa ditantang pun segera menghampiri wanita yang berbicara demikian.
"Jangan membuat kesabaranku habis!! ". Ucap Ki Ageng
"Jika itu mau mu. Bebaskan anak-anak kami!! ". Ucapnya.
"Iya, benar. Bebaskan anak-anak kami!! " Sahut yang lainnya.
"Bebaskan!! ". Sahutnya.
Ki Ageng melirim tajam ke arah wanita-wanita itu.
"Diam kalian semua, kalau tidak.. !! ". Ucapan Ki Ageng terhenti.
"Kalau tidak apa?? ". Potongnya.
"Kalian akan aku bunuh satu persatu!! ". Ancam Ki Ageng.
"Kau adalah penguasa kejam dan keji. Kau melakukan ini semua pada kami, anak-anak kami yang tak tahu apa-apa. Penguasa laknat!! ". Celetuk wanita Tersebut.
Ki Ageng dibuat geram sekaligus marah oleh ucapan wanita itu. Ia pun melangkah menghampiri wanita itu dan mencekik lehernya.
"Le-le paskan a-aku!! ". Ucapnya terbata
"Kau telah berani menantangku. Maka rasakan akibatnya!! ". Ucap Ki Ageng.
Ki Ageng semakin mengeratkan cengkramannya. Hingga wanita itu kehilangan nyawanya akibat sulit bernafas.
Setelah wanita itu tak lagi bernyawa, Ki Ageng pun melepaskannya dan menurunkan Wanita itu.
Brughh..
Wanita itu jatuh terbujur kaku di tanah. Sontak saja orang yang meyaksikan hal itu menjadi takut dan gemetar.
Mereka takut akan bernasib sama dengan wanita itu jika melawan Ki Ageng.
"Ada yang berani menentangku. seperti wanita itu?? " Ucap Ki Ageng sembari melirik ke arah rakyatnya.
Rakyatnya pun menggelengkan kepalanya. Mereka takut jika harus mengalami hal yang sama dengan wanita itu.
__ADS_1
Ki Ageng pun nampak tersenyum dan kembali masuk menuju istana.