
Selepas mengantar Thania, Arjun langsung kembali ke kantornya tanpa singgah terlebih dahulu.
"Terimakasih, Pak! " Ujar Thania sebelum Arjun pergi.
Arjun tak menyahuti ucapan Thania, ia pun segera melajukan mobilnya.
Thania pun mendengus. " Dasar dingin! " Gumamnya.
Thania langsung masuk ke dalam rumah, namun tiba-tiba sepupunya datang menghampiri.
"Siapa yang mengantarmu, Thani? Sepertinya dia orang kaya! " Ucapnya.
Thania memalingkan wajahnya, kemudian melenggang pergi tanpa menjawab ucapan sepupunya tersebut.
Sontak saja Rumi langsung menjambak rambut Thania, hingga membuat Thania meringis. " Sakit, Rumi! " Ujarnya.
"Sakit, Hah? Rasakan ini! " Ucapnya sembari menarik rambut Thania dengan kasar.
"Lepaskan, Rumi! Sakit. " Ujar Thania.
Bukannya melepaskan jambakannya, Rumi malah semakin keras hingga Paman Thania yang merupakan Ayah kandung dari Rumi datang.
"Rumi! Apa yang kamu lakukan pada Thania? " Ujarnya sembari melerai pertikaian tersebut.
Rumi melirik Ayahnya, kemudian melepaskan jambakannya. " Aku hanya memberinya pelajaran, Ayah! " Sahutnya.
"Kau ini. Thania ini adalah sepupu mu, Rumi. " Ucapnya.
Rumi mencoba membela diri, namun Ayahnya malah menyalahkan dirinya hingga membuat Rumi begitu kesal.
"Iiih, awas saja kau Thania! " Bisiknya tepat di telinga Thania seraya melenggang pergi.
Kemudian, pamannya yang bernama Yanto pun memeluk tubuh Keponakannya. " Maafkan paman, Thania. Paman tidak bisa melakukan apa-apa di saat kamu di sakiti oleh Bibi dan sepupu-sepupu mu! " Ucapnya lirih.
Thania memandang pamannya dengan sangat lekat, kemudian menggelengkan kepalanya. " Tidak, Paman. Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja! " Sahutnya berusaha baik-baik saja.
Ya, Thania bertahan di rumah ini karna permintaan pamannya jika tidak maka Thania akan pergi dari rumah ini, namun pamannya telah berjanji pada mendiang orang tua Thania bahwa ia akan menjaga Putrinya.
Setelah beberapa saat adegan pelukan terjadi, Thania melerai pelukannya kemudian melenggang pergi menuju kamarnya.
"Aku ke kamar dulu, Paman! " Pamitnya.
Yanto mengangguk, dan membiarkan Thania pergi. Yanto merasa tidak bisa menjaga amanah dari kakaknya, ia tak bisa menjaga dan pelindung bagi Thania.
"Maafkan aku, Kak! " Gumamnya lirih.
__ADS_1
Yanto pun pergi keluar untuk mengais rezeki untuk keluarga kecilnya, ia pun melakukan pekerjaan apapun sebab jika Yanto tidak bekerja maka Istrinya akan marah-marah, dan Thania-lah yang akan menjadi sasaran kemarahan istrinya.
Thania menangis sejadi-jadinya di dalam kamar, ia meratapi nasib buruk yang menimpa dirinya. Mengapa, Thania merasa bahwa Tuhan tidak adil padanya?
"Kenapa aku hidup dalam sebuah keluarga yang tidak bisa memperlakukan ku dengan baik, Tuhan? Kenapa? Bukankah seharusnya keluarga itu saling melindungi, dan menyayangu. Tapi ini? " Ucapnya.
Thania tak habis fikir mengapa Bibi, dan sepupunya amat membenci dirinya? Apa karna Thania adalah seorang keponakan, dan hanya menjadi beban bagi keluarga ini?
Tiba-tiba, bayangan Arjun menari-nari dalam fikirannya.
"Sebenarnya ada hubungan apa kita ini, Arjuna? " Batinnya.
Thania sungguh tidak mengerti mengapa bayangan dan wajah Arjun selalu menari-nari dalam ingatannya? Seolah-olah ia telah mengenal Arjun jauh sebelum ini?
Thania terus memaksa otaknya untuk berfikir dengan keras agar bisa memecahkan masalah ini, namun bukannya menemukan titik terang malah kepalanya menjadi pusing tak karuan.
"Pusing sekali! " Gumamnya.
Thania pun merebahkan dirinya, dan berniat tidur sejenak agar pusingnya hilang.
Di sepanjang perjalanan Arjun terus memikirkan Thania. Getaran itu, tatapan itu dan wajah itu selalu menari-nari dalam pelupuk matanya.
"Apa-apaan kau ini Arjun? " Batinnya.
"Rindu. Apa karna aku terlalu merindukan mu? " Batinnya.
Akhir-akhir ini memang konsentrasi Arjun hanya tertuju pada Rindu, Rindu dan Rindu. Tak ada wanita yang Arjun cintai selain dari Rindu.
Seseorang nampak menghela nafasnya dengan lega, sebab telah berhasil kabur dari Arjun.
"Beruntung, aku bisa kabur dari Arjuna! " Ucapnya.
Kemudian ia pun membalikan tubuhnya, dan ternyata dia adalah Ki Gembor. Ya, Ki Gembor sengaja melakukan ini semua sebab ia ingin menyatukan Arjun dan Rindu kembali.
Ki Gembor ingin menyatukan 2 cinta yang sempat terpisah oleh sebuah kematian, namun Tuhan begitu baik sebab mendengar doa-doa Arjun dan kemudian mengembalikan Jiwa Rindu walau dalam raga yang berbeda.
"Semoga kau bisa menyadari hal ini, Arjun. " Ucapnya.
Ki Gembor pun menghilang dengan sekejap mata.
Arjun pun telah sampai di kantornya, dengan pakaian yang kotor.
Semua mata karyawan tak lepas memandang Arjun, namun Arjun tidak peduli dengan tatapan bawahannya dan Arjun pun segera menuju ruangannya dan mengganti pakaiannya.
Arjun selalu menyimpan baju cadangan di kantor, jika sewaktu-waktu ia dalam masalah seperti ini.
__ADS_1
"Kira-kira, siapa makhluk itu? " Gumamnya penasaran.
Arjun tidak berfikir bahwa makhluk tersebut adalah Ki Gembor, sebab menurut Arjun tidak mungkin Ki Gembor melakukan ini semua? Lagi pula Arjun sudah lama tidak bertemu dengannya.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya.
"Masuk! " Sahut Arjun.
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Arjun, dan menyapanya. " Arjun! " Sapanya.
Arjun menoleh. " Lita. Ada apa kau kemari? " Tanyanya.
"Aku hanya mengantarkan makan siang untukmu. Tadi aku masak banyak, jadi aku berfikir untuk membaginya dengan mu! " Ujarnya sembari menyodorkan kotak makanan.
Arjun meraihnya, dan tersenyum. " Oke, Thanks! " Ucapnya.
Akhirnya Lita, dan Arjun pun makan siang bersama di ruangannya.
"Arjun. Kenapa hingga detik ini kau belum menikah? " Celetuknya tiba-tiba.
Arjun menghentikan kunyahannya, dan menatap Lita. " Banyak orang yang tidak bisa melupakan wanitanya termasuk aku. Ya, aku masih terjebak dalam cinta masa lalu hingga detik ini! " Ujarnya.
Sebenarnya begitu sesak jika menceritakan betapa Arjun sangat mencintai Rindu, dan Arjun tahu bahwa Rindu tidak akan pernah kembali.
Lita menatap Arjun prihatin. " Tapi, tidak seharusnya kau terjebak terus menerus dalam lingkup masa lalu, Arjun. Kau fikirkan tentang Mario, dia masih butuh kasih sayang seorang Ibu! " Ucapnya.
Arjun mengernyitkan keningnya. " Apa kaitannya dengan Mario? Mario sudah cukup aku beri kasih sayang, fasilitas dan apa lagi yang kurang? " Tanyanya heran.
"Kasih sayang seorang Ibu. " Sahutnya.
Arjun menghela nafasnya, memang Arjun sadar ini semua salah namun hingga detik ini ia belum siap untuk membuka hatinya.
"Cobalah membuka hatimu dan menikahlah! " Sarannya.
Arjun tak menjawab ucapan Lita, ia pun menghentikan aktivitasnya makannya seban Arjun sudah tak lagi berselera.
"Kenapa tidak di lanjut? " Tanya Lita.
Arjun melirik Lita. " Aku sudah kenyang! " Ujarnya.
Lita pun menghentikan aktivitasnya dan membereskan semuanya. "Maafkan aku Arjun, jika kata-kata ku salah! " Ucapnya meminta maaf.
Arjun menggeleng. " Dont worry! " Sahutnya.
Lita pun berpamitan pada Arjun untuk segera pergi, selepas kepergian Lita, Arjun pun memikirkan ucapan Lita untuk membuka hatinya.
__ADS_1