BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 59


__ADS_3

Candra mulai mendekati Rindu. ia berusaha menjadi teman untuk Rindu, tentu saja ada hal yang di rencanakan oleh Candra.


"akan ku buat kau nyaman, Rindu. " gumamnya.


Candra mendekati meja kerja Rindu. ia pun mengajak Rindu untuk makan siang bersama.


"hay Rin! gimana kalo nanti siang kita makan bareng, gimana? " ucapnya, ia berusaha mendekati Rindu.


"hmmm, gimana ya! ". Rindu tengah berfikir.


"gini deh, aku traktir kamu. mau kan! ". ucap Candra.


"hmmm, yaudah liat nanti aja deh. " ucap Rindu. ia pun melanjutkan pekerjaannya.


Candra pun kembali menuju meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya.


"Rindu, kau harus masuk dalam perangkap ku! ". gumam Candra dalam hatinya.


ia pun melirik Rindu sekilas dan fokus kembali ke layar komputer miliknya.


jam makan siang pun tiba, kini semua karyawan sudah meninggalkan pekerjaan mereka masing-masing dan bersiap untuk makan siang.


"Rin, aku duluan ya! ". ucap Karyawan lain.


"oke! ". ucap Rindu.


Rindu masih sibuk dengan pekerjaan yang masih saja menumpuk. tiba-tiba, Candra menghampiri meja kerja Rindu kembali.


"udah jam makan siang nih, ayo Rin! kita makan bareng. " ucap Candra.


"tapi aku lagi sibuk banget nih! ". ucap Rindu tanpa menoleh pada Candra.


"nanti saja, nanti aku bantuin kerjaan kamu. tenang saja! ". ucap Candra.


Rindu pun menghentikan pekerjaannya dan menganggukan kepalanya. ia seguju makan siang bersama Candra.


"yaudah, ayo! ". ucap Rindu.


mereka pun pergi menuju kantin yang berada di kantor.


mereka duduk disebuah meja yang berada di pojokan. mereka duduk saling berhadapan.


"kamu mau pesan apa, Rin? ". ucap Candra


Candra bertanya sembari menyodorkan daftar menu pada Rindu.


"hmmm, kalo aku mie ayam sama es jeruk aja! ". ucap Rindu.


"oke, mbak.. mbak! ". Candra mengangkat tangannya dan memanggil pelayan kantin.


"iya Mas, mau pesan apa? ". ucap pelayan.


"saya mau mie ayam 1, soto ayamnya 1 sama es jeruknya 2, ya! ". Candra menyebutkan pesanannya.


pelayan pun mencatat semua pesanan Candra dan juga Rindu.


"sudah, apa ada lagi yang ingin di pesan? ". ucap pelayan.


"sudah tidak ada, Mbak! ". ucap Candra.


pelayan pun mengangguk dan pergi menuju ke dapur untuk menyiapkan pesanan Candra dan Rindu.


sembari menunggu pesanana mereka datang. Candra berusaha mengobrol dengan Rindu tentang banyak hal.


"kamu udah lama kerja disini? ". tanya Candra.


"baru aja, ko! ". ucap Rindu.


Candra menganggukan kepalanya, tanda mengerti.


tak berapa lama menunggu. akhirnya pesanan mereka datang.

__ADS_1


"silakan, di nikmati! ". ucap pelayan.


"terimakasih! ya, mbak. " ucap Candra.


mereka berdua pun menikmati makan siang mereka dengan sangat nikmatnya.


Candra mengelap sisa makanan di bibir Rindu, dengan jarinya.


Rindu pun memandang ke arah candra.


"maaf, tadi ada sisa makanan di bibir kamu! ". ucap Candra.


"o ya, tidak apa! ". ucap Rindu.


Rindu terlihat salah tingkah di buatnya. ia merasa begitu gugup dengan perhatian yang Candra berikan. sejenak, Rindu bisa melupakan luka hatinya karna Arjuna.


"boleh aku meminta nomor ponselmu? ". ucap Candra.


"nggak boleh lah! ". ucap Rindu dengan memalingkan wajahnya.


"kenapa? ". Candra berkata dengan kening yang mengerut.


"kan aku cuma punya nomor 1, kalo kamu minta satu. terus aku pake apa! ". ucap Rindu sembari tersenyum.


"nggak, ko. aku cuma bercanda, hehe! ". lanjutnya.


"hahaha, kau pintar sekali melawak! ". tawa Candra pun pecah, ternyata rindu orangnya Asyik.


"mana ponselmu? ". Ujarnya.


Candra memberikan ponselnya pada Rindu, Rindu pun menuliskan Nomornya di ponsel Candra.


"jangan lupa! di save, ya. " ucap Rindu sembari menyodorkan ponsel milik Candra.


"siap, Bos! " ucap Candra, sembari hormat pada Rindu.


Candra pun mengetik dan mensave Nomor Rindu. ia pun menamai Nomor Rindu dengan "bidadari tanpa sayap".


"sudah aku beri nama! ". Candra memperlihatkan layar ponselnya pada Rindu.


Rindu pun melirik jam tangan miliknya. waktu jam makan akan segera berakhir.


"kita balik lagi ke kantor, yuk! bentar lagi waktu makan siang habis. " ucap Rindu.


"ayo! ". ujar Candra.


mereka berdua pun pergi menuju kantor kembali.


sepanjang perjalanan Rindu dan Candra terlibat obrolan yang begitu mengasyikkan. mereka pun terlihat seperti sudah lama dekat. bahkan mereka tertawa bersama, bagaikan sahabat lama.


"kamu orangnya asyik juga, ya! Rindu. " ucap Candra.


"Ahh, justru kamu yang asyik! ". ucap Rindu.


Arjun melihat kedekatan keduanya. ia terlihat mengepalkan kedua tangannya. terlihat raut wajah Arjun yang merah padam, seperti sedang menahan Cemburu.


"sialan, siapa yang bersama Rindu? mengapa mereka kelihatan begitu dekat? ". ucap Arjun dengan nada marah sekaligus bertanya-tanya.


Arjun menghampiri Rindu dan juga Candra yang tengah berjalan berdampingan.


"pak Arjun! ". ucap Rindu, ia menunduk takut dan tak berani menatapnya.


sementara Candra, ia hanya menampilkan ekspresi biasa saja.


Arjun ingin mengerutkan keningnya ketika melihat Candra. pasalnya ia pernah bertemu dengan Candra tapi entah dimana.


"kalian berdua habis dari mana? bukankah kalian tahu jam makan siang sudah hampir habis? ". ucap Arjun dengan nada marah.


sebenarnya Arjun ingin marah dan mengungkapkan rasa cemburunya pada Rindu, namun dirinya sadar, ini di kantor. maka ia harus bersikap profesional.


"kami hanya makan siang! lagi pula jam istirahat hampir habis, bukan. bukan sudah habis! ". Candra menyahut.

__ADS_1


"siapa kamu, berani menjawab ku? ". ucap Arjun geram. pasalnya tak ada satu karyawan yang berani menjawabnya.


"Aku karyawan baru disini! ". ucap Candra.


"pantas saja, kau belum tahu siapa aku, kan? ". ucap Arjun tersenyum miring.


"aku tahu siapa anda, anda adalah CEO sekaligus pemilik perusahan, Bukan! tapi teguran anda tadi terdengar tidak etis. hanya karna hal sepele, anda menghampiri dan memarahi kami berdua. jika ada masalah pribadi, tolong jangan anda bawa dalam urusan kantor. " ucap Candra panjang lebar.


Arjun terasa di tampar keras oleh ucapan Candra. apa yang di katakan oleh Candra ada benarnya. tak seharusnya Arjun menyangkut pautkan antara masalah pribadi dan juga kantor.


Candra menggandeng tangan Rindu dan mengajaknya pergi dari hadapan Arjun. Rindu pun mengikuti langkah kaki Candra.


"ayo, Rindu. lebih baik kita pergi dari sini. kami permisi! ". Ucap Candra.


Arjun tak menjawab ucapan Candra, ia terdiam oleh ucapan Candra tadi. Arjun hanya bisa memandang kepergian keduanya.


"berani sekali dia! ". gumam Arjun.


"kita lihat, seberapa kamu bisa bertahan Bekerja dengan ku, Candra! ". gumam Arjun kembali.


Arjun pun melangkah menuju kantornya. ia akan membuat perhitungan dengan Candra. karna menurut Arjun, Candra telah mempermalukan dirinya di hadapan Rindu.


"kau hanya belum tahu siapa aku! jika kau sudah mengetahui siapa aku, aku pastikan kau akan bersujud di kakiku! ". ucap Arjun.


waktu pulang pun Tiba, semua karyawan sudah membubarkan diri masing-masing. tapi tidak dengan Candra.


ia masij harus bekerja ekstra sampai malam. Karna Arjun sengaja menambah pekerjaan untuk Candra.


"sialam kau Arjun! ". gumam Candra dalam hatinya.


walau bagaimanapun Candra masih butuh pekerjaan ini. jadi, mau tak mau ia harus mengerjakan perintahnya.


"kamu belum pulang, Candra? ". Rindu, yang kebetulan sudah selesai dengan pekerjaannya, melihat ke arah Candra yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"aku harus lembur kayanya! ". ucap Candra.


"lha, kan kamu anak baru. masa udah di suruh lembur! ". ucap Rindu.


"mungkin karna tadi aku ngelawan sama pak Arjun, makannya sekarang dia kasih aku hukuman. " Ucap Candra.


Rindu pun merasa bersalah dengan Candra, karna dia candra menjadi di hukum.


"aku minta maaf, ya. Candra! ". Rindu berkata sembari menundukan kepalanya.


"kenapa harus minta maaf? udahlah, mending sekarang kamu pulang, terus istirahat. ". Ucap candra.


"nggak, nggak. mending aku temenin kamu lembur aja, ya! ".


"Nggak usah, mending kamu pulang aja, ya! ntar kamu capek lagi! ". ujarnya.


"aku nggak mau! ". ucapnya, sembari duduk di kursi miliknya.


Rindu pun tetap keras kepala, ia akan tetap menunggu Candra sampai selesai.


Candra hanya bisa menghela nafasnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Sementara dibalik Pintu, Arjun tengah memperhatikan keduanya. amarah Arjun makin kian menjadi. niat hati, Arjun ingin membuat Candra kapok. tapi justru malah semakin dekat dengan Rindu.


"ahhh, sialan! mengapa kalian manjadi semakin dekat. Rindu, kau sama sekali tak pernah mengangkat telepon ku. tapi sekarang, kau ingin bersama dengan pria lain! ". ucap Arjun marah.


Arjun lebih memilih pergi ke ruangannya. ia akan menunggu Rindu, sampai pulang nanti.


"ahhh, kenapa dengan mudahnya, kau berpaling dari ku Rindu? " Arjun berkata sembari menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi.


ia tak menyangka, jika Rindu begitu mudah melupakan dirinya. sementara Arjun, ia begitu sulit melupakannya kebersamaannya dengan Rindu.


tak sengaja Arjun memejamkan matanya dan ia tertidur di ruang kerjanya.


Hingga Arjun terbangun dan ketika melirik jam tangannya. sudah menunjukkan pukul 02:00.


" ya, tuhan. aku ketiduran! apakah Rindu sudah pulang? ". Arjun berlari menuju Ruangan Rindu dan Candra berada tadi. namun ruangan sudah kosong.

__ADS_1


"ahhh aku kecolongan lagi! ".


Arjun pum menuju parkiran dan melajukan mobilnya. kemudian, bergegas pulang ke rumah.


__ADS_2