
Arya bukanlah orang yang jahat namun hasutan demi hasutan selalu datang membuatnya tak bisa berfikir dengan jernih. Ia terpaksa membunuh Novi, itu semua bukan keinginannnya melainnya keinginan dan atas hasutan dari Arumi seorang pengasuhnya sejak kecil saat Bi Ijah telah di temukan tewas.
Setelah Arya berhasil membunuh Novi, Arya merasa bersalah dan sangat menyesal. " Maafkan aku! " Ucapnya dengan suara bergetar, setetes air mata jatuh dari sudut matanya.
Lagi-lagi Arumi menyakinkan Arya bahwa tindakannya sudah benar. Arya tak perlu bersedih, sebab ini semua bukan salahnya.
"Sudahlah, semua ini bukan salahmu. Semua ini adalah kesalahan Yogi! " Ucapnya.
Akhirnya Arya menyakinkan dirinya bahwa ini semua memang kesalahan Yogu, Yogilah yang telah membuatnya menjadi jahat dan menjadikannya seorang Monster.
"Ya, aku tak bersalah. Ini semua kesalahan Yogi! " Ucapnya.
Arya pun tersenyum namun tak dapat di pungkiri bahwa di sudut hatinya ia menolak tindakan ini, tapi semuanya sudah terlanjur nasi sudah menjadi bubur.
Arya mengirimkan peti jenazah ke rumah Yogi.
"Siapa orang yang telah mengirim peti ini ke rumahku? " Ucap Yogi kesal.
Namun tiba-tiba ia merasa tak enak hati, ia merasa bahwa ia telah kehilangan seseorang dan di dalam peti itu.. ah fikiran Yogi berkelana.
"Ahh, tidak mungkin. Ini hanya fikiran jelek ku! " Gumamnya.
Yogi berharap Novi baik-baik saja, ia peti di hadapannya memang orang iseng atau salah kirim.
Namun rasa penasaran Yogi sangat besar, akhirnya Yogi membukanya secara perlahan di saksikan oleh keluarganya sendiri.
"Apa aku harus membukanya? " Tanyanya pada diri sendiri.
Secara perlahan Yogi membuka peti tersebut, semakin jelas dan jelas dan akhirnya Yogi mematung di tempat kala melihat siapa yang berada di dalam peti tersebut.
"No-novi!! " Gumamnya seraya menggeleng.
Yogi tak percaya bahwa peti ini berisi mayat Istrinya, Novi. Hati Yogi sangat hancur dan terluka dengan semua ini.
Siapa yang telah tega melakukan ini pada Istrinya? Yogi menangis meratapi kepergian Novi. Mengapa Novi kembali ketika ia sudah tak lagi bernyawa? Yogi tak hentinya memeluk dan mencium wajah istrinya.
"Novi, bangunlah! " Teriaknya pilu.
Seluruh keluarga berhamburan melihat peti jenazah tersebut, dan mereka sama kagetnya dengan Yogi. Mereka tak percaya bahwa Novi sudah tak bernyawa.
"Novi! Bangunlah! " Teriak Yogi.
Yogi merasa dunianya runtuh seketika, Istri yang amat ia cintai telah pulang dengan keadaan tak bernyawa. Separuh jiwanya telah pergi bersama Novi. Apakah ini hukuman baginya? Entahlah!
Jenazah Novi segera di semayamkan di rumah duka. Nek Wina segera menghubungi Arjun, sebab Arjun belum tahu bahwa Ibunya telah tiada.
"Arjun. Kau cepatlah pulang! " Titah Wina di sertai tangis.
Arjun panik kala mendengar Neneknya menangis. " Ada apa ini, Nek? Kenapa Nenek menangis? " Tanya Arjun cemas.
"Ibumu! " Ucapnya.
"Apa Mama sudah berhasil di temukan? Bagaimana keadaannya? " Tanya Arjun antusias sekaligus senang akhirnya Novi berhasil di temukan.
Nek Wina tak kuasa menahan tangisnya, ia pun menangis. "Ibumu sudah di temukan! Tapi.. " Wina tak kuasa melanjutkan ucapannya.
"Kenapa Nek? Katakan! " Gertak Arjun penasaran.
"Ibumu sudah tiada! " Sahut Wina di sertai tangisan.
Duarrrr....
Dunia terasa runtuh bagi Arjun, hatinya sangat hancur. Ibunya telah tiada, ini semua bagaikan mimpi buruk baginya.
Ponsel yang Arjun pegang terjatuh dari tangannya begitu saja. Arjun tak percaya bahwa Ibunya telah tiada dan meninggalkannya begitu saja.
__ADS_1
"Tidak, tidak mungkin! " Teriaknya pilu.
Arjun tak kuasa menahan air matanya, ia pun menangis. Kenapa? Kenapa dunia sungguh kejam padanya? Novi adalah Ibunya, kenapa secepat itu tuhan mengambilnya?
Arju tak kuasa menahan sesak dalam dadanya, dengan cepat Arjun segera berlari menuju mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi. Arjun ingin segera sampai di rumahnya, ia ingin segera menemui jasad sang Ibu.
Sesampainya di rumah, Arjun lantas berlari menuju jenazah Novi. Langkahnya terasa lunglai, lututnya terasa lemas tak bertulang.
"Mama! " Teriaknya.
Yogi memeluk tubuh kaku sang Ibu, ia menangis tak kuasa menahan kepedihan dalam dadanya.
Yogi dan Arjun sangat hancur, mereka berduka dengan kepergian Novi. Ini semua adalah mimpi buruk bagi semuanya.
"Sudahlah. Arjun, Yogi. Ikhlaskan Novi! Biarkan Novi tenang. Jika kalian terus begini, bagaimana dengan Novi nanti? " Ucap Nek Wina.
Setelah keadaan mulai membaik, akhirnya jasad Novi sudah di bawa menuju pemakaman yang tak jauh dari tempatnya.
Arjun maupun Yogi hanya terdiam tanpa mau berkata apapun. Arjun benar-benar terluka dengan ini semua.
Begitu pula dengan Yogi, ia sangat mencintai Istrinya, tapi tuhan lebih sayang padanya!
Tapi yang memenuhi fikiran Yogi siapa orang yang tega membunuh Istrinya? Apa alasannya melakukan ini semua?
"Akan aku cari siapa pelakunya! " Gumamnya.
Arjun pun berjanji akan mencari pelaku atas pembunuhan Ibunya. " Nyawa harus di bayar nyawa! " Ucapnya marah.
Arjun tidak akan membiarkan pelakunya hidup dengan tenang, ia akan menuntut balas atas kematian Ibunya.
Selesai dengan pemakaman Novi, Arjun maupun Yogi terlihat sangat terpukul. Mereka merasa tak bersemangat menjalani hidupnya.
Mereka pun pulang ke rumah dengan perasaan yang tak menentu.
Seorang datang menghampiri pemakaman Novi seraya bersimpuh di pusara Novi. " Maafkan aku. Aku tak bermaksud melakukan ini semua! " Ucapnya lirih.
Rumah yang dulu membuat Arjun nyaman dengan kehadiran Novi, tapi kini seolah-olah rumah itu seperti sebuah kuburan yang sepi.
Arjun hanya pulang saat lelah dan menjadikan rumahnya sebagai tempat tidur lalu pergi.
Yogi terus mencari siapa orang yang dengan tega membunuh Istrinya, namun hasil yang di dapatnya sangat nihil.
Arjun melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan oleh Papanya. Arjun penasaran dengan orang yang telah membunuh Ibunya dengan keji.
Lagi-lagi Arjun meminta bantuan Cavin, sahabatnya untuk memecahkan kasus ini.
"Aku mohon. Cari pelaku yang telah membunuh Ibuku! Aku akan memberikan apapun yang kau minta, jika kau berhasil menemukannya. " Ucap Arjun.
"Oke. Aku akan berusaha! " Sahut Cavin, sebenarnya Cavin tidak yakin akan menemukannya, namun ia akan tetap berusaha demi sahabatnya.
Cavin mulai menelusuri tempat-tempat yang pernah di lalui oleh Novi. Cavin menemukan sesuatu yang membawanya menuju gudang tempat pembunuhan Novi.
"Apa ini? " Gumamnya seraya mengambil sebuah anting yang persis milik Novi.
Akhirnya Cavin berhasil sampai di depan gudang, lantas Cavin masuk untuk menelusuri tempat itu.
"Ya tuhan, apa ini? " Ucapnya kaget. Bagaimana tidak! Disana banyak berceceran noda darah dan nampaknya noda darah itu masih baru.
"Apa ini bekas pembunuhan Bu Novi? " Gumamnya.
Cavin menyakini bahwa disini adalah tempat pembunuhan Novi terjadi.
Cavin terus mencari dan menelusuri tempat tersebut, hingga tak sengaja ia menemukan sebuah bukti lagi yang mencuat pada kasus pembuhan ini.
"Sepertinya aku pernah melihat tanda ini? Tapi dimana? " Gumamnya kala menemukan sebuah benda.
__ADS_1
Cavin mencoba mengingat-ingat dimana ia pernah melihat tanda itu, tak lama kemudian ia ingat milik siapa itu!
"Karto dan Joni! Ya, ini adalah milik gengs mereka. " Ucapnya.
Cavin segera menghubungi Arjun dan memberi tahu penemuannya pada Arjun.
"Ada apa, Cavin? Apa kau sudah menemukan sesuatu? " Tanya Arjun.
"Ya, aku sudah tahu siapa orangnya! " Sahutnya.
"Bagus! Bawa mereka biar aku butuh mereka! " Titahnya.
Cavin melakukan perintah Arjun, ia datang menemui Karto dan Joni di markas milik mereka.
"Siapa kau? " Tanya seorang Preman.
Cavin tersenyum sinis. "Dimana Karto dan Joni? " Tanyanya.
Preman yang ada disana saling pandang, mereka heran mengapa ada yang mencari Karto dan Joni.
"Untuk apa kau mencarinya? " Tanyanya.
"Jangan banyak ngomong! Cepat katakan dimana? Atau tidak, aku hancurkan markas kalian ini! " Ancamnya.
Mendengar ucapan Cavin, tentu saja mereka sangat marah dan menyerang Cavin bersama.
"Banyak bacot! Serang!! " Teriaknya.
Cavin dan para Preman itu pun terlibat perkelahian yang cukup sengit. Tentu saja para Preman kalah telak oleh Cavin saat Cavin menodongkan pistol pada ketua gengs mereka.
"Hentikan atau Big Bos kalian akan saya tembak! " Ancamnya.
Mau tak mau mereka mundur dan mengangkat tangannya.
Cavin tersenyum dan melepaskan Bos mereka. "Katakan dimana Karto dan Joni? " Tanyanya dengan tekanan.
Mereka pun memberitahu alamat Karto dan Joni, lantas Cavin segera membawa keduanya ke sebuah gudang yang sama saat mereka menyekap Novi.
Mereka terkejut saat mereka berada di tempat yang sama.
"Mau apa kau menyekap kami disini? " Tanya Karto.
"Kau ingat tempat ini? Pastinya kau ingat, bukan? Tempat yang sama saat kau membunuh seseorang! " Ucap Cavin mengingatkan.
Karto dan Joni saling pandang, sepertinya mereka berhadapan dengan orang yang salah.
Tiba-tiba terdengar derap langkah seseorang memasuki gudang tersebut. Karto dan Joni mulai ketar ketir ketakutan.
"Kalian tahu siapa dia? " Tanya Cavin.
"Dia adalah Arjuna. Anak dari wanita yang kalian bunuh! " Ucap Cavin.
Karto dan Joni membulatkan matanya tak percaya. " Bukan kami yang membunuhnya! " Sahut keduanya.
"Bohong! Aku tidak percaya. " Teriak Arjun.
"Bukan kami! " Sanggahnya.
"Kalau bukan kalian lalu siapa? " Gertak Cavin.
"Yang membunuh wanita itu adalah A-aa... "
Belum sempat mereka berkata, tiba-tiba seseorang menembak mati keduanya, dan mereka berdua terkapar tewas.
"Siapa disana? " Tanya Arjun.
__ADS_1
Arjun dan Cavin mencari orang yang telah menembak keduanya, namun nihil orang tersebut begitu lihai bersembunyi dan kabur dari Arjun dan Cavin.
Arjun benar-benar marah besar, ia gagal lagi mencari tahu. Harapannya sirna sebab hanya Karto dan Joni yang tahu siapa yang telah menyuruh mereka.