
Dwi pangga mulai berjalan dan pergi meninggalkan istana Ki Ageng. ia tersenyum penuh Arti.
padahal tujuannya masuk ke dalam Negri siluman, hanyalah untuk menolong dan menyelamatkan Rindu. Bunga teratai emas hanya sebuah alasannya agar dirinya bisa masuk dengan selamat dari Negri yang terdapat para siluman kuat.
"Kau begitu bodoh, Ki Ageng! ". gumam Dwi.
ia pun segera berjalan menuju gerbang para siluman. ia pun tak lupa memakai Cincin pemberian dari Ki Ageng.
sebab Cincin itu adalah sebuah identitas untuk masuk ke dalam Negri tersebut.
"Tunjukan identitas mu? ". ucap salah seorang penjaga gerbang.
Dwi Pangga menunjukan Cincin yang berada dijarinya pada penjaga Tersebut.
Setelah penjara percya, Dwi pun bisa melanjutkan jalannya dan mulai mencari keberadaan Rindu.
"dimana kau kini, Rindu? ". ucapnya lirih.
Dwi merasa bersalah pada Rindu. andai kemarin dirinya tak meninggalkan Rindu sendirian. mungkin saat ini Rindu akan baik-baik saja.
"maafkan aku Rindu! ". gumamnya lirih.
Dwi terus berjalan, ia melewati sebuah Sungai yang penuh di huni oleh manusia-manusia serakah dan berfikiran picik. mereka meminta tolong, namun tak ada yang bisa menolong mereka. sebab mereka telah menduakan tuhannya.
Dwi memilih abai dengan suara-suara yang meminta pertolongan dan lebih fokus mencari keberadaan Rindu.
hingga suatu ketika, Dwi tengah beristirahat dan duduk. tiba-tiba, ia seperti melihat Arjunan dan Arya sedang berjalan menuju sebuah Hutan.
"bukankah itu Arya dan Arjun. mau kemana mereka berdua? ". tanyanya dalam hati.
Dwi mengucek kedua matanya, ia hanya memastikan apakah benar penglihatannya melihat Arjun dan Arya.
"benar, itu mereka! ". ucapnya mantap.
terlihat Arjun dan Arya tengah berjalan menelusuri sebuah hutan. mereka berdua mengikuti arahan dari Ki Gembor.
"apa mereka berdua juga mencari Rindu kesini? ". gumamnya.
Dwi pangga pun memilih untuk mengikuti keduanya dari belakang. ia mengikuti keduanya dari jarak yang cukuo jauh. namun, Dwi melihat ada yang sedang membuntuti Arjun dan Arya dari arah lain.
"siapa penguntit itu? ". gumamnya dalam hati.
Dwi melihat dan mencium bahwa yang menguntit Arya dan Arjun bukanlah manusia. Dwi bisa memastikan bahwa mereka adalah para siluman yang sengaja mengikuti Arjun dan Arya.
"celaka! aku harus berada jauh dari mereka. " ucapnya.
Dwi tak ingin jika harus tertangkap oleh para siluman tersebut. ia banyak mendengar bahwa siapa saja yang sudah tertangkap oleh siluman itu. maka mereka akan di jadikan tumbal dinegri ini.
__ADS_1
sementara Arya. ia mulai merasakan perasaan yang tidak enak ketika menapaki hutan tersebut. ia merasa bahwa ada yang tengah mengikuti langkahnya sejak tadi.
"Arjun, apakah kau merasa ada yang mengikuti kita? ". tanya Arya pada Arjun.
"iya, aku merasa ada yang mengikuti kita! ". sahutnya setengah berbisik
Arjun merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Arya.
Arya menoleh ke belakang. namun tak ada yang mencurigakan. ia berusaha berjalan seperti biasa, namun ekor matanya terus melirik ke kanan dan kiri.
hingga tak sengaja, Arya melihat bayangan seseorang dari belakang. maka Arya semakin yakin. bahwa mereka tengah di ikuti.
"Jaga dirimu baik-baik! ". bisik Arya.
"kenapa? ". tanya Arjun
"lihatlah kebelakang, mereka mengikuti kita sejak tadi. sepertinya mereka berniat tidak baik pada kita! ". ucapnya.
Arjun menoleh ke belakang dan benar saja ucapan Arya.
"kau benar, lalu apa yang harus kita lakukan? ". ucap Arjun
Arya terlihat tengah berfikir, ia memikirkan sebuah rencana untuk mengelabui oara siluman.
"aku punya ide! ". bisiknya
"Ikuti aku! ". Arya menarik lengan Arjuna, mereka berdua berbelok dan bersembunyi di balik semak-semak.
Sontak saja para siluman mengejar keduanya dan mencari keberadaan Arjun dan Arya. namun mereka tak menemukan Keberadaan keduanya.
"dimana mereka berdua? ". ucap alaah salah seorang siluman.
Sementara Arjun dan Arya, mereka bersembunyi sembari memperhatikan siliman tersebut dari balik semak-semak.
"jangan berisik, kalu tidak! mereka akan menemukan kita. " bisik Arya.
namun siluman tersebut dapat mencium keberadaan Arjun dan Arya dengan aroma tubuh mereka.
"celaka! mereka menemukan kita. " ucap Arjun.
"sialan, ayo kita hadapi saja mereka! ". ujar Arya.
Arya dan Arjun pun melompat dari semak-semak dan muncul dihadapan para siluman. mereka sudah siap bertarung melawan para siluman.
"akhirnya kalian muncul jua, hey manusia! ". ucap ketua Siluman.
"mengapa kau mengincar kami? ". tanya Arjun heran, pasalnya ia tak berbuat salah pada Siluman Tersebut. tapi mengapa mereka mengincar dirinya.
__ADS_1
"kalian akan kami jadikan tumbal untuk keabadian kami semua, hahah!! " ucapnya, mereka pun tertawa bersama.
"kurang ajar! " teriak Arya marah.
Arya pun maju menyerang para siluman. begitu pun dengan Arjun, mereka berdua terlibat perkelahian dengan para siluman.
Arjun terlihat tersungkur ke tanah, salah satu siluman berusaha membunuh Arjun. namun aksinya terhenti oleh arya. ia dengan cepat menolong Arjun.
"terimakasih! ". ucap Arjun
Arya hanya mengangguk dan menyerang para siluman kembali.
"jika terus-menerus seperti ini aku yakin, kita akan tewas ditangan mereka. " ucapnya pada Arjun.
"apa yang harus kita lakukan? ". tanyanya.
"merubah wujud menjadi siluman! itu adalah cara satu-satunya untuk menyelamatkan diri. " ucap Arya.
Arjun pun mengangguk dan menyetujui ide dari Arya. ia pun merasa kewalahan dengan serangan para siluman tersebut, jika hanya menggunakan wujud manusianya.
Arya dan Arjun, mereka berdua merubah wujudnya menjadi siluman. mereka sama-sama memiliki tanduk dan gigi yang tajam, dengan mata merah menyala dan bulu-bulu disekujur tubuh mereka.
semua siluman terkejut melihat perubahan wujud keduanya. begitu pula dengan Dwi Pangga.
"ternyata mereka juga siluman! ". ucap salah seorang.
namun, mereka terus saja menyerang Arjun dan Arya tanpa ada rasa takut sedikitpun.
begitu pula dengan Arjun dan Arya. mereka dapat menandingi kekuatan mereka semua. sehingga para siluman mulai hilang keseimbangan.
Arjun memukul dan menyerang para siluman. ia pun mencengkram leher mereka dan menubruk mereka satu persatu. hingga mereka semua tersungkur dan mengakui kekalahan mereka.
"ampun, ampuni kami. tolong jangan bunuh kami! ". pinta mereka sembari menangkupkan kedua tangan mereka.
"luar biasa! ". ucap Dwi, ia begitu kagum dengan Arya dan juga Arjun. mereka bisa mengelahkan para siluman itu dengan sangat tangkas.
sementara Arjun dan Arya mereka nampak berfikir untuk memafkan mereka atau tidak.
"baiklah, aku maafkan kalian semua. tapi dengan satu syarat! ". ucap Arya
sontak saja para siluman terlihat senang, namun mereka pun bertanya-tanya syarat apa yang harus mereka lakukan.
"syarat apa? ". tanyanya.
"tunjukan jalan pada kami menuju penjara Ratu disini! ". Ucap Arya
para siluman terlihat ragu, nampak wajah mereka begitu menegang dan pucat ketika mendengar panjara tersebut.
__ADS_1