Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 10


__ADS_3

Akhir-akhir ini Alana lebih suka menyendiri dan murung ia lebih banyak melamun sekarang.


"Al, Alana, ALANA", Ia hanya menatap lurus pada sang pemilik suara.


"Lo kok ngelamun sih Al?!" tanya Yossi saat Alana main ke club milik nya.


Alana tetap tak bersuara sembari menegak wine berkelas di tangan nya.


"Udah lah Al ini udah hampir 1 tahun loh, kenapa sih lo ga move on ajja" nasehat Yossie pada nya.


"Entah lah Yos rasa nya susah sekali move on", sahut Alana.


"Apa sebaik nya gw resign ajja"


Yossie mengangkat bahu.


"Gw mau cari kerja di tempat lain ajja Yos"


"Emang lo mau ke mana??"


"Gw juga ga tau tapi gw butuh menenangkan diri Yos!!"


"Terserah lo deh, Lo emang cewek keras kepala, capek ya nasehatin lo".


"Tambah lagi Yos minuman gw" sebenar nya ia tidak suka clubing tapi semenjak mama Kenshin memintanya untuk menjauhi anak nya Alana sering ke club milik Yossie sekalian curhat.


"Lo bawa mobil sendiri??"


Alana hanya mengacungkan jempol. "Mana minuman gw??"


"Lex tambahin!!" teriak Yossie pada anak buah nya Alex.


"Al kayak nya bos lo suka deh sama lo?!"


"Alka maksud lo??"


"Iya siapa lagi"


"Ah ga mungkin"

__ADS_1


"Gw cowok Al jadi gw ngerti kaya gimana seorang cowok tertarik sama cewek".


"ck, sotoy lo", Alana mencebik.


"Coba deh Al lo move on sama bos lo!!"


"Udah ah, gw malas ngomong sama lo Yos, Gw mau pulang" Alana mengganti tas nya.


"Ya anterin ya!!" Yossie mengikuti Alana.


"Lex gw titip bentar ya".


Di parkiran Alana yang memang sudah mabuk berat kewalahan mencari kunci mobil nya.


Yossie datang membawa mobil nya, ia membuka kan mobil buat Alana.


"Lo mau ajak ya kemana Yos? Hotel??"


"Bukan!! ke kolam renang buat cuci otak lo!!" Yossie yang memang sudah hapal kelakuan kedua sahabat nya ini kalau sudah mabuk selalu ia yang di repot kan.


*


*


*


"Saya mau resign.." sahut Alana santai.


"Kenapa tiba-tiba resign?!"


"Saya butuh liburan"


"Tapi tidak perlu resign!"


"Tapi tuan, saya perlu liburan lama"


"Betapa lama?!", tantang Alka .


Alana mengangkat bahu.

__ADS_1


"Pengunduran diri kamu, saya tolak!!"


Alana keluar ruangan bos nya tanpa berkata, ia menghembus nafas kasar menangkup kedua tangan nya ke wajah.


"Ken ini semua gara-gara kamu, kenapa kita harus berpisah dengan cara seperti ini, aku lelah Ken sendirian tanpa kamu", mata nya mengeluarkan cairan bening.


*


*


*


Sementara itu di perusahaan Daksa Group tampak seorang perempuan paru baya bermata sipit mengajak calon menantu nya bertandang ke kantor tempat anak nya bekerja.


"Apa kamu sudah menyuruh Gilang mengirim undangan pertunangan kalian Ken?!" tanya nyonya Aiko pada anak nya.


"Kenapa mama datang ke sini?" tanya Kenshin menghampiri ibu nya dan calon tunangan nya Fumiko yaitu keponakan ibunya dari Jepang.


"Ini kantor ma, tidak bisa kah kita membicarakan masalah pribadi seperti ini di rumah saja", Meski pun ia sedang hilang ingatan hati nya tetap tidak respek terhadap Fumiko.


"Ya mama cuma ingin memastikan saja, siapa tau kamu sengaja lupa", singgung mama nya.


"Gilang apa kamu sudah mengirimkan undangan pada semua partner bisnis Kenshin di mana pun mereka berada??"


Nyonya Aiko bertanya pada Gilang yang berdiri di ujung sofa.


"Sudah nyonya!"


"Syukur lah kalau begitu!!"


Gilang hampir saja lupa mengirim undangan karena Kenshin tidak mengingatkan nya.


"Kalau begitu mari kita makan siang bersama, kebetulan mama sudah lapar".


"Ma sebentar lagi Ken ada rapat!!" Kenshin menolak ajakan mama nya secara tidak langsung.


"Ayo lah Ken, bukan kah kalian tidak pernah makan siang bersama", bujuk mama nya.


Mau tidak mau Ken pun menurut karena ia sedang malas berdebat dan akhir nya mereka berangkat makan siang.

__ADS_1


__ADS_2