
Rutinitas Alka setiap pagi sebelum ke kantor ia selalu menjemput pujaan hati nya ke apartemen seperti pagi ini ia menjemput Alana dan menunggu di parkiran hampir 20 menit, panggilan pun tak di angkat barang sekali pun.
Alka menghampiri Alana ke unit nya tanpa mengetuk pintu Alka langsung masuk ke dalam karena Alana sudah memberitahu password nya.
Alka tidak menyangka ada seorang pria asing di unit tunangan nya sekarang saat melihat Alana keluar kamar Alka keluar tanpa berkata sepatah pun.
Alana bergegas menghampiri Alka yang ternyata sudah masuk lift.
"Alka dengar penjelasan aku..!!!" teriak Alana.
Dengan langkah setengah berlari Alana kembali ke unit nya untuk mengejar Alka dan menjelaskan semua nya.
"Aku minta maaf, pasti pacar mu salah paham ya?!" ucap Kenshin tak enak hati.
"Aku harus ke kantor sekarang!" ucap Alana tanpa melihat ke arah Kenshin.
"Baik lah! aku juga harus ke kantor!" Kenshin mengimbangi langkah Alana.
Di dalam lift Alana masih tak bersuara. "Al, aku minta maaf tentang kesalahpahaman kalian, aku benar-benar ga bermaksud menjebak kamu", ucapan Kenshin terdengar tulus.
"Sudah lah Ken, tidak usah membahas nya lagi!"
Saat pintu lift terbuka Alana melangkah ke luar tanpa menghiraukan Kenshin yang terus memperhatikan nya sampai ke parkiran mobil.
"Maaf kan aku, Al", ucap nya lirih.
Kenshin pergi ke kantor menggunakan taxi online.
__ADS_1
Di kantor Alka tidak memperdulikan ke hadiran Alana di hadapan nya.
"Alka, aku ingin bicara sebentar!"
"Di kantor aku adalah mu lagi pula di kantor di larang membahas masalah pribadi!" ucap Alka sinis tanpa menghentikan kegiatan nya.
"Permisi", lirih Alana.
Alka menatap punggung Alana setelah ia berbalik dan keluar ruangan bos nya.
Alana menangkup tangan nya ke wajah ia merasa putus asa akan sikap Alka yang tidak memperdulikan nya.
Saat keluar ruangan waktu jam makan siang Alka tak menegur nya.
Alana merasa sangat ke kecewa dengan diri nya sendiri kenapa ia mau menuruti kemauan Yossie.
"Mbak Lana kenapa?!" tanya Kayla yang baru sampai siang tadi.
"Kamu kapan sampai, dek?!" tanya Alana lesu.
"Tadi siang mbak!"
"Mbak ke kamar dulu, ingin istirahat!" Alana berlalu meninggalkan Kayla di ruang tv.
Di dalam kamar Alana menumpah segala keputusasaan nya dengan menangis dan menangis hingga petang menjelang Alana tidak makan sedikit pun.
Ia memutuskan menghubungi tunangan nya itu untuk bicara baik-baik.
__ADS_1
"Hallo! Alka..!"
"Hmm..!" hanya itu yang keluar dari mulut Alka.
"Aku ingin kita bertemu..!"
"Aku sedang sibuk!" sahut Alka sinis.
"Ada yang ingin aku bahas dengan mu!"
"Aku tidak bisa!" Alka mematikan sambungan seketika.
Air mata lolos seketika tanpa ia kehendaki. "Aku harus ketemu dia sekarang.!" ia bertekat pergi menemui Alka di mansion nya.
Alana keluar dari kamar dengan sudah berpakaian rapi.
"Mbak Lana mau kemana?!" tanya Kayla khawatir.
"Mbak harus ke luar sebentar!" Alana bergegas keluar dari apartemen nya.
Di depan mansion ia bertemu 2 orang satpam. "Pak, Alka nya ada?!".
"Ada non, mau masuk?!" tanya satpam berperawakan tinggi besar di pos satpam.
"Nona Alana bertemu tuan Alka?!" tanya nya lagi.
Alana mengangguk, sebelum masuk ke dalam mansion bergaya Eropa klasik itu ia mengatur nafas sebelum nanti bicara dengan Alka apa lagi kalau ada kakek Indra.
__ADS_1