Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 30


__ADS_3

Di sebuah mansion tampak seorang perempuan paruh baya sedang berdebat dengan anak laki-laki nya.


"Kenshin apa kamu ingin menemui wanita yang sudah meninggalkan mu itu?!" sanggah nya dengan tegas.


"Ma..!!" sahut Kenshin tak kalah tegas.


"Apa kamu tidak memikirkan perasaan Fumiko, dia sangat mencintai mu, Ken!!" Nyonya Aiko menghampiri keponakan sekaligus calon menantu bagi nya.


"Tapi Ma, Kenshin sama sekali tidak mencintai Fumiko, cinta Ken masih sangat kuat untuk Alana!" Kenshin melihat ke arah Fumiko yang tampak berurai air mata.


"Kamu jangan egois Ken, hanya memikirkan perasaan mu saja, apa kamu yakin Alana masih mencintai mu, hah!" Nyonya Aiko menatap tajam anak nya.


"Sudah lah ma, Ken sedang malas berdebat!" Kenshin melangkah keluar mansion lalu melajukan mobil ke jalanan.


Kenshin berhenti di sebuah club seperti nya ia ingin meluapkan kekesalan nya pada alk*hol, minuman yang bisa menghilangkan masalah nya saat ini.


"Kenshin!!" gumam pemilik club's ia menghampiri Kenshin yang duduk seorang diri di ujung meja.


"Hai bro! lama ga kelihatan kemana ajja lo!!" Yossie menepuk pundak Kenshin.


Kenshin tak menjawab sembari meneguk alkohol di gelas dengan sekali tegukan.


"Tambah..!!"

__ADS_1


Yossie memberi kode pada anak buah nya.


"Aku sedang tidak ingin di ganggu!!" tegas nya pada sahabat baik mantan kekasih nya ini tanpa menoleh sedikit pun.


"Oke! aku tinggal dulu selamat menikmati minuman nya, bro!!" Yossie meninggalkan Kenshin sendirian.


*


*


*


Malam pertunangan pun tiba di mana acara pertunangan di gelar dengan sederhana, tamu undangan yang hadir kerabat dekat, sahabat dan 2 orang reporter stasiun tv atas permintaan Alka dan Alana.


Alka menyematkan cincin berlian ke jari manis Alana di iringi suara tepukan dari para tamu yang hadir.


Kedua tersenyum bahagia sembari memamerkan cincin pertunangan kepada awak media.


"Makasih ya sayang!" ucap Alka mengecup jemari dan kening Alana.


Kakek Indra maju terlebih dahulu untuk menyalami tanda ucapan selamat.


"Selamat, kakek bangga pada mu!" kakek merangkul Alka kemudian beralih pada Alana.

__ADS_1


"Selamat ya nak, kakek sangat bahagia!", kakek menepuk pundak ku.


Di lanjut bibi Lasmi memberikan ucapan selamat. "Selamat ya nak, ga terasa sebentar lagi kamu akan menikah, bapak mu pasti sangat bahagia melihat anak yang sangat di sayangi nya sebentar lagi akan menikah!" ucapan bibi membuat mata ku mengembun.


Bibi merangkul ku di ikuti Kayla juga ikut merangkul kami. "Selamat ya mbak Lana, moga langgeng sampai hari H".


"Makasih ya, dek!" kami mengurai rangkulan.


Di lanjut mas Farel. "Selamat ya dek, semoga langgeng!", mas Farel mengusap pundak ku dengan wajah di tekuk.


Lalu selanjut nya para sahabat ku dan Alka pun turut memberikan ucapan selamat pada kami.


Ke esokan hari nya berita pertunangan kami ramai di sorot awak media.


Seorang pria berwajah indojepang tangan menonton acara yang kami gelar semalam.


"S*al..!!!", Kenshin melempar remot tv ke lantai.


Emosi nya ia luahkan pada karyawan-karyawan nya sehingga seharian marah-marah tak jelas pada karyawan di kantor tak terkecuali Gilang sang asisten pribadi.


Sepulang dari kantor Kenshin tak langsung pulang ke mansion keluarga nya ia menghentikan mobil tepat di parkiran club's milik Yossie sahabat mantan kekasih nya dulu.


Para karyawan club's pun jadi sasaran kemarahan nya, Yossie yang mengerti keadaan Kenshin menyuruh karyawan nya melayani Kenshin yang sedang patah hati dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2