Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 36


__ADS_3

"Sayang, aku harus ke canada sore ini?!" ucap Alka memberitahu Alana saat mereka makan siang di sebuah cafe.


"Kenapa mendadak?!" tanya Alana keheranan.


"Ryan kalau tidur di malam hari selalu mengigau memanggil nama ku!" sahut nya cemas.


"Sejak kapan?!"


"Jessica bilang udah semingguan ini!"


"Kenapa dia baru bilang sekarang?!"


Alka mengangkat bahu. "Udah deh ya, kamu ga usah negatif thinking sama aku!" bujuk Alka.


"Siapa yang negatif thinking?!" kilah Alana.


"Aku ga akan lama kok!" Alka meraih tangan Alana sembari menggenggam nya.


Sore hari nya Alka berangkat menggunakan jet pribadi milik kakek Indra.


Sesampai nya di Canada Alka tidak langsung pergi ke rumah Jessica, ia memilih menginap di hotel terdekat.


Siang hari setelah Ryan pulang sekolah ia memutuskan menjemput Ryan ke sekolah nya.


Perasaan rindu yang selama ini ia tahan akhir nya disampaikan juga.


"Hei boy, kau sudah besar rupa nya?!" Ucap Alka mengemudikan mobil.


"Daddy, aku sangat merindukan mu!!" ucap Ryan dengan mata berbinar.


"Kau kira daddy tidak merindukan mu!" Alka meninju lembut lengan kiri anak nya.

__ADS_1


"Apa kau ingin langsung pulang, boy!" tanya Alka kemudian.


"Terserah daddy!"


"Kalau begitu kita makan siang di luar saja, oke!"


Ryan mengacung 2 jempol pada daddy nya, Alka terlihat sangat bahagia.


Di lain tempat Alana menjalani hari-hari nya dengan penuh penantian.


Ia sengaja menyibukkan diri dengan pekerjaan yang menumpuk.


Di suatu siang seseorang mencegat nya di lobby ketika ia akan makan siang di sebuah cafe.


"Kenshin, kau mengagetkan ku bodoh!" umpat Alana memegangi dada nya.


Kenshin tersenyum kecil menanggapi umpatan Alana.


Hari ini Alana sedang malas berdebat dengan siapa pu karena rapat tadi menguras otak nya.


"Sebelum fikiran Alana berubah ada baik nya aku ikuti saja kemauan nya!" gumam Kenshin dalam hati.


"Oke aku setuju!" Kedua nya masuk ke dalam mobil masing-masing.


Kini kedua nya sudah duduk di sebuah cafe, pesanan pun datang dia antar seorang pelayan laki-laki.


"Makasih!" ucap kedua nya serempak.


"Langsung saja, apa yang ingin kamu bahas!" Alana mulai memulai suapan pertama.


"Sekali lagi aku ingin minta maaf pada mu, aku benar-benar lupa tentang kita, Al!" lirih nya.

__ADS_1


"Jadi, hanya ini yang ingin kamu bahas?!" kekeh Alana.


"Mama ingin aku melupakan tentang kita, tapi tidak bisa Al!".


Alana menarik nafas lalu menghembus nya pelan.


"Saat ingatan mu belum pulih mama mu juga yang meminta ku untuk menjauhi mu!"


"Jadi mama yang membuat mu membenci aku!" ucap Kenshin geram.


"Sudah lah Ken, mungkin ini memang sudah takdir kita!"


"Tapi aku masih mencintai mu, Al!" mata Kenshin terlihat sendu.


"Aku mencintai pria lain, Ken!" sanggah Alana.


"Apa itu Alka?!" tebak nya.


Alana mengangguk pelan.


"Apa sudah tidak ada ruang sedikit pun untuk ku?!"


Alana menatap manik mata Kenshin yang tampak sendu.


"Apa segitu mudah nya kamu melupakan tentang kita!"


"Jangan egois kamu, Ken!" sanggah Alana kemudian.


"Aku ingin sedikit saja egois, Al!!"


Alana membuang muka saat Kenshin menatap nya dalam.

__ADS_1


"Aku harus kembali ke kantor!" Alana beranjak dari duduk nya.


Kenshin tidak menahan nya karena hari nya juga sedang gamang.


__ADS_2