
Cuaca hari ini cukup cerah sangat cocok bila mencari angin di tepi pantai sekalian cari suasana baru dan siapa tau bisa melupakan masalah ku sejenak.
Jam segini pantai yang terkenal di kota ini sudah di penuhi para pengunjung apalagi libur weekend begini, bule-bule sudah berjemur di bibir pantai, ah dasar bule hobby nya berjemur menghitamkan kulit beda dengan kami orang asia menginginkan kulit putih bersih bak mutiara.
Aku memilih berjalan kaki di bibir pantai sesekali memijakkan kaki di air nan segar beruntung aku menggunakan hotpant jadi tidak terlalu basah bila terkena percikan air dari pengunjung lain.
"Permisi nona, apa anda bisa membantu kami memotret?!" tanya pasangan romantis yang ada di sisi kiri ku.
"Iya tentu saja saya bisa membantu kalian!" ku ambil beberapa foto kedua nya yang sedang berpose mesra.
"Oke, thank you! kami akan menikah setelah sampai ke Korea setelah ini!" beritahu nya.
"Kalian memang pasangan yang serasi!!" aku menjabat tangan kedua nya kemudian jari ku membentuk huruf V.
"Thank you miss!" ucap si pria
"Thank you!" si wanita nya ikut berucap.
"Kalau begitu saya mau lanjut lagi!" aku pamit pada kedua nya.
Setelah lelah berjalan cukup jauh aku memutus kan istirahat sejenak duduk di atas pasir putih sendirian di tengah keramaian rasa nya cukup aneh.
"Apa kamu haus?!" seorang pria menyodorkan sebuah kelapa muda pada ku.
"Untuk ku?!" tanya ku yang kebetulan merasa sangat dahaga.
"Gimana segar? udah lega kan tenggorokan nya?!" tanya pria itu.
__ADS_1
"Terima kasih kelapa nya!" aku berusaha mengingat siapa pria ini.
"Kamu udah lupa siapa aku?!" seperti nya dia bisa membaca kalau aku lupa siapa dia.
"Aku Reiner yang dulu pernah bantu kamu waktu kamu kecelakaan kecil!" sambung nya.
"Ah iya aku baru ingat siapa kamu, thank's ya air kelapa nya!"
"Jangan sungkan, dari pertama kamu datang tadi aku sudah memperhatikan kamu", celoteh nya.
"Oh, jadi kamu nguntit aku dari tadi?!"
"Enak ajja..siapa yang nguntit kamu, aku ga sengaja liat kamu pas kamu jalan-jalan tadi!" bela nya.
"Oh ya..!" ejek ku.
"By the way kamu sering berakhir pekan ke sini?"
"Hm..!"
"Kalau kamu?" tanya ku asal.
"Aku emang asli sini tapi jarang juga sih pulkam!"
"Kenapa?!"
"Kerjaan sibuk banget jadi jarang jengukin mama sama papa ke sini baru kali ini sempat".
__ADS_1
"Ngomong-ngomong kamu ada kerjaan di sini?!" sambung nya lagi.
"Ga, cuma libur weekend".
"Sama dong aku juga libur weekend sekalian jengukin mama sama papa!"
"Alahhh anak mami rupa nya!" seloroh ku.
"Itu nama nya bakti sama orang tua bukan anak mami!" kilah nya.
"Bilang ajja anak mami!" aku makin gencar mengejek nya.
Reiner menggelitik pinggang ku, aku berlari menghindari nya sampai akhir nya kami berlari-lari seperti pasangan muda lain nya.
"Udah.. Udah.. Aku nyerah!" aku menghentikan langkah ku.
Reiner menabrak ku yang ada di depan nya karena aku tidak siap jadi nya kami terjatuh di atas pasir, ia menindih ku sembari menatap ku dalam
"CIUM..!!"
"CIUM..!!"
"CIUM..!"
Kami di sorak pengunjung yang lain mungkin mereka kita kami berdua pacaran.
Cup..!!
__ADS_1
Reiner mencium bibir ku sekilas di bibir nya terluas senyum tipis aku salah tingkah reflek mendorong dada nya.
"Hahaha!" tawa nya penuh kemenangan melihat aku salah tingkah seperti ini.