
Pagi menjelang jam di dinding sudah menunjukkan pukul 07.30 Alka menggeliat meregangkan otot-otot kepala nya masih terasa berat ia berusaha mengumpul nyawa nya kembali sebelum akhir nya ia terduduk dan memandang sekeliling tempat nya tidur.
"Aww.. kepala ku sakit sekali apa semalam aku minum terlalu banyak!" ia bergumam sendiri.
Sesaat ia mencium aroma masakan yang menggugah selera perut nya yang keroncongan ia mengikuti arah dari mana datang nya aroma makanan tersebut.
"Hai honey, kamu sudah bangun?!" sapa seorang perempuan cantik di hadapan nya.
Ia tersenyum kikuk kemudian menarik kursi lalu meletakkan bokong nya di sana Alana mengikuti nya duduk di kursi di depan Alka.
"Kamu mab*k berat semalam Yossie menelepon menyuruh ku menjemput mu di club nya, kamu ada masalah apa Alka cerita sama aku??" aku menatap dalam manik mata yang berwarna coklat mencoba mencari jawaban di sana.
"Aku mau mandi dulu?!" ia beranjak dari kursi di ikuti oleh Alana di belakang nya.
Alka masuk kedalam kamar mandi Alana dan di dalam kamar mandi Alka mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk membicarakan masalah pernikahan nya dengan Jessica akan tetapi ia juga takut akan konsekuensi dari kejujuran nya nanti.
Alka keluar dari kamar Alana sudah berpakaian casual.
"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu?!" ucap nya saat sudah kembali duduk di meja makan.
"Serius amat!"
__ADS_1
Alka tersenyum tipis. "Aku serius!"
"Kita sarapan dulu baru setelah itu kita bicara!" kedua nya pun menyantap sandwhich favorit Alka.
"Kita bicara di balkon!" titah Alka.
"Bicara lah?!" pinta Alana saat kedua sudah berada di balkon.
"Apa kamu libur kerja gara-gara aku?!" tanya Alka.
"Hm!"
"Kamu ngomong apa sih?" Alana mulai jengkel.
"Aku hanya ingin memastikan!"
"Ck, apa hanya ini yang ingin kamu bicara kan pada ku sehingga kamu mab*k-mab*kan kaya semalam!"
"Jadi kamu meragukan cinta aku selama ini?!!" lanjut ku geram.
"Ada hal lain yang lebih serius..!" Alka menggantung kalimat nya.
__ADS_1
"Aku menghilang beberapa bulan terakhir aku pergi mengantar Jessica lahiran ke negara nya dan saat ia melahirkan anak nya di nyatakan meninggal seminggu setelah itu dia mengalami depresi berat dan bahkan dia mencoba bunuh diri, aku ga bisa melihat ada perempuan nekat bunuh diri di hadapan ku dan aku berjanji pada nya untuk menikahi nya, kami menikah di rumah sakit hanya di saksikan oleh kedua orang tua nya dan bekas mertua nya dulu..!" Alka bercerita panjang lebar.
Aku menepis tangan nya saat ia mencoba meraih tangan ku.
"I'm sorry honey, i'm so so sorry please forgive me!" ku lihat mata nya mengembun.
"I don't know, apakah aku bisa memaafkan mu atau tidak untuk saat ini!" aku benar-benar tidak ingin melihat wajah nya.
Ia beranjak ingin memeluk ku namun aku menghindar tak urung juga ia memeluk ku dari belakang air mata ku jatuh tak terbendung terisak dalam diam, aku kaget merasakan baju kaos ku terasa basah bagian belakang namun aku cuek kalau pun ia menangis aku tak perduli.
"Aku tidak mencintai nya, honey aku hanya merasa kasihan pada nya percaya lah pada ku?!" ia membalik badan ku.
"Hati ini hanya untuk kamu hanya ada nama kamu di sana, aku hanya mencintai mu, honey!" ia berlutut pada ku kemudian mengecup lembut punggung tangan ku.
"Pergilah, aku ingin sendiri!" aku kembali memunggungi nya.
"Tidak ada yang lain di hati ini selain nama mu dan tidak ada cinta yang lain selain kamu, sayang!" ia mengecup lembut kening ku dapat ku rasakan ada cinta di sana namun hati ini terlanjur sakit.
Alka memeluk ku cukup lama mungkin setelah hari ini kami berdua tidak akan bisa seintim ini lagi.
Akan kah seperti ini lagi kisah percintaan ku selalu kandas dan kandas lagi di tengah jalan.
__ADS_1