Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 73


__ADS_3

Alka sedang tidak ada di tempat ada urusan penting yang harus segera di tangani, Robby yang mengatakan itu informasi pada ku.


"Untuk berapa lama tuan Alka keluar negri?!" tanya ku pada Robby saat waktu senggang.


"Tidak akan lama kata nya".


"Oh syukur lah, gw mau ke pantry bikin kopi lo mau sekalian juga ga?" tawar ku pada pria yang duduk di hadapan ku ini.


"Boleh deh tapi sekalian antar ke ruangan pak bos ya, gw lagi ada kerjaan soal nya!" Robby masuk ruangan pak bos.


Setelah mengantar kopi pada Robby kembali Alana duduk di kursi kebesaran nya.


"Kamu pergi pun tidak memberitahu aku, apakah sebegitu tidak penting nya aku lagi di mata mu?!" aku menimang-nimang surat pengunduran diri di tangan ku.


Lelehan bening di pelupuk mata ku seka pelan lalu meraup oksigen yang ada di sekitar ku lalu menghembus nya perlahan.


"Aku ga boleh lemah harus kuat, aku harus bisa mengakhiri drama ini!!" ucap ku menyemangati diri sendiri.


"Chayyooo...!!" ucap ku kemudian.


Kemudian aku melanjut kembali bekerja agar setelah aku resign tidak pekerjaan yang membebani pengganti ku nanti.


"Al pulang bareng yuk?!" Robby sudah bersiap-siap mau pulang.


"Lagi nanggung bentar lagi lo duluan ajja, gw bisa naik ojol !" sahut ku melihat ke arah nya.

__ADS_1


"Ya udah gw duluan ya!"


"Sipp..!"


Setengah jam kemudian pekerjaan ku selesai dan sekarang aku bersiap-siap pulang kantor.


Tingg..


Sebuah pesan masuk di ponsel ku.


AKU UDAH DI LOBBY NUNGGUIN KAMU


Ternyata pesan masuk dari Reiner, ah aku tidak menyangka dia bela-belain nungguin aku.


IYA AKU UDAH MAU TURUN


Keluar dari lift pertama aku berjalan menuju lift langsung turun ke lobby.


Terlihat dari kejauhan Reiner bersender di mobil sembari menyilangkan kedua tangan nya di dada tersenyum ke arah ku, dengan kaca mata hitam tergantung di hidung bangir menambah nilai plus-plus yang melekat pada diri nya.


"Hei tuan tampan, kenapa kau menjemput ku?!" tanya ku basa basi.


"Aku harus bertanggung jawab karena tadi pagi aku yang menjemput mu!"


"Oke, aku terima alasan mu!" kami berdua pun sama-sama masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


"Oh ya gimana surat pengunduran diri mu, di terima?"


"Pak bos lagi tidak ada di tempat!" aku menghembus nafas kasar.


"Kemana?"


"Keluar negri, ga lama sih kata nya".


"Apa jangan-jangan bos mu sengaja kabur keluar negri karena dia udah tau bocoran kamu akan resign dari perusahaan nya!"


"Palingan kamu yang memberitahu dia!" seloroh ku dan kami tertawa bersama.


"Ga lucu!" ucap nya di akhir tawa.


"Alana, kita mampir ke taman sekitar sini yuk?!" pinta Reiner.


"Mau ngapain??"


Reiner tidak menjawab pertanyaan ku lalu memutar arah taman.


"Kamu sering mampir ke sini?!" tanya ku saat kami sudah duduk di kursi taman.


"Ga sih, cuma sesekali ajja lewat sini liat di taman ini suka banyak pengunjung nya senang ajja liat nya".


Dari arah samping lengan kiri ku terkena tendangan bola dan untung saja tidak terlalu kuat mengenai ku.

__ADS_1


"Aawww...!"


Reiner mengambil bola yang menggelinding di kaki nya lalu berdiri ke arah bocah berumur kira-kira 7 tahunan berlari kecil ke arah kami.


__ADS_2