Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 38


__ADS_3

Tanpa terasa hubungan kedua nya makin akrab seiring berjalan nya waktu.


Alana hanya menganggap hubungan ini hanya sebuah pertemanan lain hal nya dengan Kenshin, ia beranggapan hubungan ini akan terjalin layak nya seperti dulu lagi.


"Alka belum ada kabar?!" tanya Kenshin saat mereka duduk di taman.


"Belum", sahut nya singkat.


"Aku harus menyusul nya ke canada!" tegas Alana mantap.


"Ngapain?!"


"Aku harus memastikan langsung keadaan nya!"


"Dia sakit?!"


"Entah lah, Ken!" Alana terlihat sangat putus asa.


"Al, aku boleh kasih masukan ga?!" Kenshin tampak ragu mengucapkan nya.


"Kalo menurut aku sih kamu ga usah nyusul Alka!"


Seketika Alana memalingkan wajah pada Kenshin.


"Siapa tau dia emang punya urusan penting di sana!!" ucap Kenshin hati-hati.


"Emang aku ga penting, sepenting apa sih urusan nya sampai-sampai ga pernah kasih kabar lagi ke aku!!!" ucapan Alana terdengar sangat lirih di telinga.

__ADS_1


Air mata yang sejak tadi ia tahan akhir nya terjatuh juga.


Kenshin meraih Alana ke dalam dekapan nya, ia merasa sangat iba melihat Alana kalau sudah seperti ini.


Sejenak ia mulai berfikir. "Apakah kamu sehancur ini saat dulu aku amnesia!" lirih Kenshin dalam hati.


Air mata Alana mulai membasahi baju milik Kenshin.


"Menangis lah, Al bila dengan menangis bisa mengurangi beban di hati mu!" gumam Kenshin dalam hati.


"Aku akan selalu ada di bila kamu sedang merasa hancur seperti ini Alana!" lirih Kenshin sembari mendekap Alana erat.


"Apakah aku akan selalu di hancur kan seperti, Ken?!" Alana mengurai pelukan nya.


"Aku salah apa Ken sama kalian, apa aku tidak berhak mencintai seseorang?!" ia kembali berurai air mata.


Kemudian kedua nya sama-sama mengurai pelukan.


"Maaf..!" ucap Alana singkat.


"Untuk apa kamu minta maaf?!"


"Aku minta maaf telah menjauhkan kamu dari tunangan mu!"


"Kamu tidak perlu minta maaf, pertunangan kami hanya sepihak!"


Lagi-lagi Kenshin berkata seperti itu membuat Alana makin tidak enak hati pada kedua orang tua Kenshin kalau suatu saat mereka bertemu.

__ADS_1


"Mau aku belikan air mineral?!" tanya Kenshin antusias yang di balas anggukan oleh Alana.


Kenshin datang membawa 1 botol air mineral di tangan nya kemudian menyerahkan pada perempuan yang tampak kacau di samping nya.


"Makasih, aku minum dulu!" Alana menegak air mineral yang telah si buka tutup nya oleh Kenshin sebelum akhir nya ia memberikan pada Alana.


"Apa kau ingin minum juga, tapi bekas mulut ku!" Alana terkekeh geli.


Kenshin ikut tersenyum geli.


"Dunia memang penuh misteri ya, Ken?!" Alana meletakkan air mineral di antara kedua nya.


"Kenapa kamu ngomong kayak gitu!" Kenshin melirik ke arah Alana.


"Aku ga nyangka loh bakal ketemu kamu dan ngobrol akrab kayak gini lagi!" Alana menatap lurus kedepan.


"Sama Al, aku juga ga nyangka akan sembuh dan ketemu kamu lagi secara kan kita sama-sama sudah punya tunangan masing-masing, apa mungkin..!" Kenshin menjeda ucapan nya.


"Seandai nya kita sama-sama masih sendiri, apa kamu mau balikan sama aku lagi?!" sambung nya lagi.


"Mungkin ga!" Kenshin melongo mendengar jawaban Alana yang terdengar menyakitkan bagi nya.


"Kenapa kamu ga mau bahkan sama aku lagi?!"


"Kamu kan tau siapa aku orang yang ga mudah lupa dengan orang yang udah nyakitin aku, emang sih aku mudah memaafkan kesalahan orang tapi sulit bagi ku untuk melupakan nya!!" tukas Alana menerawang.


"Sesakit hati itu ya kamu sama aku??"

__ADS_1


"Iya!!" sahut Alana terus terang.


__ADS_2