
Setelah makan malam kami ngobrol di ruang keluarga, bibi menyiapkan teh hangat dan juga camilan buatan mama Reiner, rupa nya beliau jago masak.
"Alana, apa kalian sudah lama kenal?!" tanya mama nya.
"Kami sudah lama kenal..!" omongan ku terpotong oleh Reiner.
"Pacaran nya baru 2 hari, mah!" celetuk Reiner.
"Mama bukan bertanya sama kamu, Rein".
"Sesingkat itu emang kamu udah kenal baik sama kakak ku itu, Alana?!"
"Brengs*k lo!" Reiner melempar bantal ke arah Romeo.
"Udah-udah kalian berdua ini berantem terus kalau bertemu!"
"Huuhuuu!" ejek adik bontot nya yang bernama Revan.
"Heh, gendut jangan makan terus kerjaan lo!!!" adik nya yang terkena sasaran Romeo.
"Sudah Romeo!" tegur mama nya.
"Trus apa rencana kalian selanjut nya?!" papa Markus yang sedari tadi diam kini ikut bersuara.
__ADS_1
Reiner bangkit dari tempat duduk nya menghadap ke arah kami semua.
"Papa, mama dan adik-adik ku dengan di saksi kan oleh kalian semua. Aku Reiner Count Howard ingin melamar dan ingin menikahi kekasih ku Alana Mulia!" Reiner merogoh kocek nya.
Betapa terkejut nya semua orang yang ada di ruangan itu mendengar penuturan Reiner, kami semua ternganga mendengar nya.
"it's amazing..!!" ucap Romeo tak percaya.
Kedua orang tua nya saling pandang tersenyum bahagia begitu juga dengan Revan.
"Gw ga sedang bermimpi kan? Revan coba kamu cubit kakak!" celetuk Romeo.
"Aaww!!"
"Makasih ya udah mau terima aku!" ucap Reiner ku balas dengan anggukan.
Cup..
Reiner mengecup kening ku lembut, mungkin pipi ku sudah seperti kepiting rebus karena perlakuan nya.
"Kalian ga tau tempat ya, di sini masih ada anak di bawah umur!" Romeo terlihat gusar.
"Bilang ajja kalau lo iri sama gw, hehehe..!" Reiner mengejek adik nya.
__ADS_1
"Udah-udah kalian berdua ini bisa ga sih jangan bertengkar terus. Kamu juga Romeo bukan nya kamu cuma sebentar ketemu kakak mu seminggu lagi kan kamu harus kembali ke Jerman menyelesaikan studi mu!!" mama Joana memarahi Romeo.
"Loh kok Romeo sih mah yang di marahin, tuh mereka berdua ciuman ga tau tempat!!"
"Udah-udah pusing mama kalau ngomong sama kamu. Mama mau istirahat di kamar dari pada dengar kalian berdua bertengkar!" mama Joana di ikuti papa Markus masuk ke kamar nya.
Revan dan juga Romeo juga masuk ke kamar masing-masing, kini tinggal aku dan juga Reiner duduk di ruang tv.
"Sayang, aku pengen pernikahan kita nanti di percepat ya?!" Reiner merebahkan kepala di pangkuan ku.
"Kenapa?!"
"Aku ga mau kamu berpindah ke lain hati!"
"Memang nya kamu kira aku cewek gampangan!" Alana sedikit merasa tersinggung atas ucapan Reiner karena selama ia berpacaran dengan Kenshin maupun Alka, mereka lah yang menduakannya.
"Aku anterin kamu ke kamar ya, soal nya aku masih kangen!" keduanya berjalan beriringan menuju kamar tamu yang akan di tempati Alana.
Setelah mengantar Alana ke kamar nya tadi Reiner kembali ke kamar nya yang ada di lantai 2 lalu kemudian ia memejamkan mata karena besok ia harus terbang lagi ke Jakarta.
Di dalam kamar nya Alana belum bisa memejamkan mata.
"Apa terlalu cepat aku mengambil keputusan tapi melihat kehangatan keluarga Reiner seperti nya hubungan ini akan selama nya!" Alana duduk di tepian ranjang sembari menimang-nimang cincin yang Reiner sematkan tadi.
__ADS_1
"Aku berharap hubungan ini akan abadi selama bersama mu, Reiner!"