Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 76


__ADS_3

"I so sorry, baby. Semua ini salah ku tidak seharus nya aku membuat hubungan kita yang semula harmonis menjadi hancur seperti ini!" ucap nya lirih.


"Aku terima keputusan mu tapi aku punya 1 permintaan sebelum akhir nya kita benar-benar harus berpisah", aku melihat ada lelehan bening di sudut mata nya.


"Apa itu?" aku enggan bertanya sebenar nya.


"Sebelum kita benar-benar berpisah aku minta 2 hari penuh kita bersama kembali. Hanya kita, aku dan kamu!" sahut nya ragu.


"Oke, aku terima permintaan mu itu!" ucap ku tegas.


"Berhubung 2 hari kedepan adalah hari libur maka waktu nya di mulai dari besok!"


"Deal..!" aku mengulurkan tangan Alka menyambut uluran tangan ku.


Alana langkah meninggalkan Alka sendirian di dalam ruangan nya dan sebelum Alana keluar Alka sempat berujar.


"Bila kita bertemu di suatu tempat saat sudah berpisah nanti, aku mohon jangan anggap aku seperti orang lain!"

__ADS_1


Aku menarik handle pintu lalu menghilang di balik nya dan menyusun barang-barang yang menyangkut tentang ku agar tidak ada yang tertinggal karena aku tidak ingin membuat Alka tidak bisa melupakan ku.


Alka menatap kepergian Alana di lobby diam tak bersuara sedang Alana hanya menatap nya sekilas kemudian masuk ke dalam mobil dan melaju dalam kecepatan sedang.


Di dalam mobil Alana menghubung seseorang sudah beberapa kali ia menghubungi seseorang itu namun nihil tidak di jawab lalu ia meninggalkan pesan suara.


"Hai Rein, kamu ada waktu ga? aku pengen curhat, ketemuan yuk?!"


Hari menjelang petang Alana tiba di apartemen nya dengan SOLARISMOTOR.COembawa 1 buah kardus berukuran sedang ia masuki ke dalam lift menuju unit nya.


"Mbak bawa apa? kok banyak banget!" Kayla menatap heran pada barang bawaan Alana.


"Mbak resign dari kantor!" sahut Alana yang mendapat tatapan melongo dari adik sepupu nya itu.


"Kok bisa?"


"Ya bisa lah, kantor nya kan bukan punya mbak jadi terserah mbak mau resign nya kapan dan alasan nya apa!" Alana meletakkan kardus di atas meja lalu duduk di sofa.

__ADS_1


"Ah,, penat banget !" Alana menggoyang leher ke kiri dan ke kanan.


"Biar adik, mbak yang manis ini pijitin ya?!" Kayla mulai memijit bahu Alana lembut.


"Ah, mbak Lana pasti capek banget sampai ketiduran gini!" Kayla menghentikan aktifitas nya saat melihat Alana sudah terlelap.


Hari menjelang malam baru lah Alana terbangun dari tidur lelap nya di sofa ruang tamu.


"Ah, ya ampun aku ketiduran di sofa. Jam berapa sekarang", Alana beranjak dari pembaringan nya meraih Hp di dalam tas.


Alana terbelalak melihat layar hp nya tertera nama Reiner sudah belasan kali menghubungi nya.


Ia membuka pesan dari Reiner.


[KAMU KENAPA ALANA]


"Aku mau mandi dulu ah, gerah!" aku buru-buru masuk kamar dan langsung menuju kamar mandi.

__ADS_1


Saat aku keluar kamar Kayla sudah tertidur terlihat saat aku memeriksa nya ke kamar barusan. Aku menuju dapur mencari makanan karena cacing-cacing nakal di dalam perut ku sudah mengamuk minta jatah makan.


Ku lihat Kayla tidak memasak dan aku memesan nya untuk tidak memasak malam ini. Aku berinisiatif memesan makanan lewat sebuah aplikasi online di hp ku, tanpa menunggu lama pesanan ki datang.


__ADS_2