Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 58


__ADS_3

Alana datang ke kantor agak sedikit terlambat karena macet nya minta ampyunnn di jalan pas menuju ke kantor.


Ia menuju meja resepsionis. "Pagi Feb?!" sapa ku pada gadis muda di meja resepsionis.


"Pagi juga bu Alana, ceria banget wajah bu Alana hari ini?!" sahut nya.


"Iya dong masa harus manyun terus, btw pak Robby udah sampai belum??"


"Udah bu, pagi-pagi banget malah!"


"Sekarang dimana?!"


"Di rungan nya, bu!"


"Oke, makasih info nya!" aku berjalan meninggalkan meja resepsionis menuju lift khusus.


Tokk... Tokkk....


Aku mengetuk pintu ruangan pak bos karena tidak ada sahutan aku pun nyelonong.


"Pagi pak Robby, maaf saya terlambat!" sapa ku pada asisten pribadi bos di kantor tempat ku bekerja ini.


"Hmm...!" sahut nya.


"Lo punya informasi apa, Rob tentang pak bos kita?!" aku berdiri di samping nya.


"Al, lo ga liat gw lagi kerja!"


"Iya deh iya tapi gw penasaran banget!"


"Ga bisa nunggu ntar siang?!"

__ADS_1


"Iya deh iya gw tungguin tapi janji ya?!"


"Hmm..!"


Aku keluar dari ruangan itu menuju meja kerja ku.


"Robby bikin penasaran ajja!" gumam ku pada diri sendiri.


Kemudian aku pun juga larut pada pekerjaan ku sendiri.


Jam makan siang pun tiba...


"Kita makan siang di mana Rob?!" tanya ku saat ia menghampiri ku.


"Kita makan siang di luar ajja yuk?!" ajak nya.


"Oke, siapa takut!" sahut ku menyertai langkah nya.


"Dasar lo ya, lo mau peras gw!"


"Hari gini mana ada informasi yang gratis, cuy!"


"Oke, kali ini gw turuti permintaan lo!" kami berdua masuk ke dalam mobil milik nya.


Karena cafe yang ia maksud tak jauh dari area kantor jadi tak butuh waktu lama kami pun sampai.


"Makasih mbak!" ucap ku saat pelayan menghidangkan menu pesanan kami.


"Al, kemaren sore gw dapat telepon dari pak bos kata nya dia minta jemput di bandara besok siang!"


"Serius lo?!" tanya ku tak percaya.

__ADS_1


"Kenapa dia ga beritahu gw ya?" aku bergumam sendiri.


"Trus dia bilang, dia ga langsung ke kantor tapi langsung pulang ke mansion!" tukas Robby lagi.


"Lo ga lagi ngomporin gw doang kan, Rob!"


"Gw serius, gw berani sumpah, SUER gw berani di sambar geledek siang ini!!" tangan nya membentuk huruf V.


"Tapi saat gw telepon dia balik semalam nomor nya masih ga aktif, ada apa ya Rob?!"


Robby mengangkat bahu.


"Btw kening lo kenapa?"


"Ah, ini gw mengalami kecelakaan kecil di jalan kemarin sore, untung ada yang nolongin gw!"


"Oh..!"


"Gw udah selesai, balik yuk?!" ajak nya.


Di dalam mobil aku tidak banyak bicara dan banyak melamun.


"Al, lo ga usah kepikiran tentang omongan gw tadi mungkin pak bos pengen beri lo surprise!"


"Iya makasih, Rob informasi nya!"


Setelah sampai di kantor lagi kami kembali fokus pada pekerjaan masing-masing sedang aku masih tidak begitu fokus memikirkan tentang Alka, kenapa aku merasa ia berubah pada ku.


Aku benar-benar tidak bisa fokus pada pekerjaan ku hingga aku memilih pulang lebih cepat dari waktu yang seharus nya meskipun menunda nya sampai besok membuat pekerjaan ku benar-benar menumpuk.


Fix, aku harus menyegarkan otak ku dulu di apartemen.

__ADS_1


__ADS_2