
Tingg.. Tingg..
Terdengar Alka mengadu gelas beserta sendok di tangan nya, ia meminta perhatian para tamu undangan.
"Saya ingin meminta perhatian tuan-tuan dan nyonya-nyonya sebentar!!" ucap nya membuka pembicaraan.
Aku, ia ajak berdiri di sisi kiri nya sedang Ryan dan Jessica berada di sisi kanan nya.
Dapat ku lihat Kenshin tak lepas mata nya melihat ke arah ku mungkin tampak sekali oleh nya aku sangat tidak nyaman berdiri bersebelahan dengan Ryan dan Jessica di sini.
Aku menghempas nafas berat. "Hmm..!!"
"Perkenalkan jagoan saya Ryan Indrayana Veranda dan malam hari ini saya mengundang tuan-tuan dan nyonya-nyonya peringatan ulang tahun nya yang ke 11 tahun, dia adalah salah satu hal terpenting dalam hidup saya dan dia akan menjadi salah satu pewaris dari Smart Group!!" jelas nya panjang lebar.
Aku meringis dalam hati.
"Sepenting itu kah dia dalam hati mu Alka dan bahkan tidak kau fikir akibat dari ucapan mu malam hari ini!" tukas ku dalam hati.
"Terima kasih atas perhatian tuan-tuan dan nyonya-nyonya dan selamat menikmati hidangan yang telah kami hidang kan!" ucap nya mengakhiri nya.
Terlihat Ryan menarik ujung jas navy yang Alka kenakan pada malam hari ini.
__ADS_1
"Daddy apa aku boleh menyampaikan sesuatu?!" bisik nya.
"Tentu saja boy..!" sahut Alka tak kalah berbisik.
"Thank's dad!!"
"Maaf tuan-tuan dan nyonya-nyonya ada yang ingin anak saya sampai kan, silah kan boy!!" Alka menyerahkan mic pada Ryan.
"Aku hanya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besar nya pada kedua orang tua ku, i love you mom. Dia selalu ada buat ku sebentar lagi di akan melahirkan adik ku. Daddy, aku akan selalu mencintai nya, dia adalah panutan dalam hidup ku dan cita-cita besar nanti aku ingin menjadi seperti dia!" Ryan memeluk ayah nya sejenak.
"Di saat-saat aku harus melawan penyakit ku, dia selalu ada untuk ku dan ibu ku. Aku punya 1 permintaan untuk daddy?!" Ryan menatap mata ayah nya.
"Aku mau daddy janji!!" ia menautkan kelingking nya.
"Kata kan lah!"
"Menikah lagi dengan mommy!" ucap nya lantang sembari melirik sinis ke arah ku.
"Oke bocah, kau ingin kedua orang tua mu bersatu dan arti nya kau ingin menyingkirkan ku!" gumam ku dalam hati.
Perlahan langkah ku mundur ke belakang menjauhi kerumunan orang-orang yang bertepuk tangan sebagai ungkapan salut atas ucapan Ryan tadi.
__ADS_1
Aku berjalan pelan menjadi sesuatu untuk bisa merehatkan sejenak hati dan fikiran ku.
Akhir nya ku temukan juga sesuatu yang bisa untuk ku berehat sejenak.
Air mata ku menetes tanpa bisa kompromi. "Hiks.. Hiks..!"
Di sela tangis ku ada yang menepuk pundak ku dari belakang.
"Hai..!" ia melangkah ke hadapan ku kemudian berjongkok.
"Kamu ngapain di sini sendiri...an, kamu nangis..!" ia duduk di samping kiri ku.
Ia adalah Kenshin, lelaki yang beberapa tahun lalu pernah sangat ku cintai.
Ia menyeka cairan di pipi mulus ku. "Hei.. Kamu nangis? Kenapa?!" kening nya tampak sedikit mengkerut.
Retina mata ku tertuju pada mata nya yang tampak sangat tulus.
Aku menatap nya gusar. "Apa aku tidak berhak bahagia? dan apa akan selalu ada kekecewaan dalam setiap hubungan?!" tanya ku lirih.
"Setiap orang berhak bahagia termasuk kamu yang tidak berhak bahagia itu aku karena pernah melupakan kamu?!" senyum nya terlihat teduh.
__ADS_1