
Seminggu sudah semenjak kejadian di cafe siang itu aku dan Alka tidak pernah bertemu seminggu ini juga ia tidak pernah menghubungi ku dan aku memang masih jengkel pada nya pun tidak sekalipun menghubungi nya juga.
Bahkan di kantor pun batang hidung nya yang mancung tidak pernah kelihatan sehingga aku dan Robby lah yang menghandle pekerjaan di kantor.
Siang ini aku dan Robby makan siang di cafetaria kantor karena setelah makan siang akan ada rapat dengan perusahaan JJ Group.
"Al, masa lo ga tau Tuan Alka kemana?!" pertanyaan Robby menyadarkan ku apa yang sedang terjadi dengan hubungan kami.
"Kenapa lo tanya gw?" jawab ku sebal.
"Ya secara kan lo pacar nya, masa lo ga tau sih".
"Ya kan gw bukan bini nya".
"Udah ah, malas gw debat sama lo, nih gw bayarin makan lo!" Robby meletakkan uang 2 lembar uang ratusan ribu di atas meja.
"Tumben lo traktir gw, Rob?!" seperti nya pertanyaan ku membatalkan niat nya.
"Lo ga mau gw bayarin!" ia mengambil uang kembali.
Aku tak kalah tangkas nya mengambil uang itu.
"Ck,, sensi amat lo lagi PMS?!"
__ADS_1
Pletakkk..
Kening ku di sentil nya..
"Si*lan lo!" aku mengusap kening.
Robby melirik arloji di lengan kiri nya.
"Lo masih mau di sini, Al?!"
"Lo duluan ajja deh Rob, gw masih pengen di sini!" aku mengdongakkan wajah ke arah nya.
"Ya udah gw duluan masih ada pekerjaan yang harus gw kerjakan!" Robby pergi meninggalkan ku sendirian.
Ku ambil benda pipih berwarna putih kesayangan ku.
Ku buka galeri album menatap dalam foto-foto kenangan kami berdua, ah.. bila ku ingat kembali hari-hari yang kami lewati berdua begitu merindukan nya hari-hari itu.
Ku hela nafas panjang. "Huuffhhh...!"
Tak lama kemudian aku beranjak melangkah kembali ke ruangan ku karena aku harus mempersiapkan beberapa berkas yang harus ku bawa dalam rapat nanti.
Rapat berjalan dengan lancar tanpa kendala, sesuai ekspektasi aku dan Robby bahwa pimpinan perusahaan JJ Group merasa sangat puas atas presentasi yang ku berikan tadi.
__ADS_1
"Manajer kami sangat puas dengan presentasi yang anda berikan, nona!" ucap asisten manajer menyalami kami.
"Terima kasih Tuan, anda terlalu memuji!" balas ku.
"Kalau nona punya waktu, Tuan Reiner ingin sekedar minum kopi berdua dengan anda lain waktu!"
"Oh tentu, saya merasa sangat senang atas undangan Tuan Reiner!" sahut ku ramah.
"Atas nama Tuan Reiner boleh kah saya meminta nomor kontak pribadi nona Alana!"
"Saya akan merasa sangat senang bila Tuan Reiner langsung yang meminta nya kalau boleh tau apa Tuan Reiner seorang yang pemalu?!" canda ku.
"Baik lah saya akan memanggilkan Tuan Reiner atas permintaan nona, saya, permisi?!" asisten manajer tersebut memanggil Tuan nya.
Tak lama kemudian asisten tersebut datang kembali dan meminta ku untuk mengikuti nya.
Robby memilih menunggu di mobil saja kata nya.
"Ck,, benar-benar merepotkan sekali Tuan Reiner ini padahal masih banyak kerjaan di kantor!" sungut ku dalam hati.
"Silahkan masuk nona, Tuan menunggu di dalam!" ia membukakan ku pintu.
"Permisi, apa benar Tuan ingin bertemu dengan saya?!" tanya ku hati-hati takut Tuan Reiner siluman harimau lalu menerkam ku,, hehehe...
__ADS_1