
Jessica menemani Ryan belajar di kamar nya banyak pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan sebelum nanti nya menemani ibu nya lahiran karena rencana nya Jessica akan melahirkan di negara asal almarhum suami nya atas permintaan keluarga almarhum suami dulu dan mau tidak mau Alka lah yang harus mengantar mereka ke sana.
Jessica mengemasi kamar nya dan Ryan serta menyusun kembali pakaian mereka ke dalam lemari.
"Ryan, apa mommy boleh bertanya pada mu?", tanya nya tanpa menghentikan aktivitas sedang yang di tanya hanya menoleh sesaat.
"Apa yang ingin mommy tanya kan?!" Ryan bertanya balik.
"Apa kamu sudah bicarakan lagi pada daddy mu tentang masalah kemarin?!"
"Daddy berjanji akan mengantarkan kita ke Canada", sahut nya.
"Iya mommy tau itu tapi bukan itu yang mommy maksud", Jessica mendudukkan bokong nya di kasur samping sang anak.
"Apa kamu sudah menyampaikan pada daddy mu bahwa kamu tidak menyukai perempuan itu?!".
"Aku sudah mengatakan itu berulang kali tapi daddy tetap keras kepala!"
"Itu berarti daddy sangat mencintai dia, seandai nya mereka akan tetap menikah apa yang akan kamu lakukan nak?!"
"Aku benar-benar tidak akan menyetujui nya bahkan aku akan meminta mommy saja yang menikahi daddy!" ucap nya dengan nada serius.
"Terima kasih dukungan nya, nak!" Jessica mengusap lembur puncuk kepala Ryan dengan penuh cinta.
"Yes, Ryan ada di pihak ku dan aku berjanji akan memisahkan kalian, Alka hanya milik ku dan selama nya akan menjadi milik ku sejauh ini rencana ku berjalan mulus aku sudah tinggal 1atap lagi dengan nya !!" ucap nya dalam hati.
"Mommy, kenapa mommy melamun? bagaimana kabar adik ku di dalam sini?!" Ryan mengusap lembut perut ku yang makin membuncit kemudian ia mengecup nya.
"Aku sangat baik-baik saja dan aku merasa sangat gembira punya kakak seperti kamu", Aku berbicara mengikuti suara anak kecil.
Kami berdua pun sama-sama tertawa geli.
__ADS_1
"Gimana tugas-tugas mu udah selesai?" tanya Jessica sesaat kemudian.
"Nanggung mom dikit lagi kalau mommy udah ngantuk tidur lah duluan", Ryan tersenyum pada mantan super model di depan nya.
"Mommy temani kamu ajja deh kebetulan belum ngantuk !" Jessica meraih hp nya yang ada di atas nakas.
Tak lama setelah itu Ryan benar-benar telah menyelesaikan semua tugas yang harus ia antar lusa sebelum berangkat ke Canada.
Ia ikut membaringkan badan di samping ibu nya yang baru saja terlelap sembari hp di tangan nya.
"Good night mom!" ucap nya perlahan mengecup dahi ibu nya dan ia pun memejamkan mata berlayar ke alam mimpi.
*
*
*
Hp nya berbunyi untuk ke sekian kali mungkin sudah ada panggilan tak terjawab ia lewat kan.
Alana meraih benda pipih di atas nakas dengan malas ia menggeser tombol hijau di layar hp.
"Al, ya kangen...!!" teriak seseorang di seberang telepon.
Alana mengernyit menjauhkan hp dari telinga nya sembari membaca nama si penelepon.
"Farah kenapa sih lo teriak-teriak gw belum budek tau!" sungut nya sebel.
"Reunian yuk, gw kangen nih ngumpul-ngumpul bertiga!"
"Maksud lo, gw harus ke sana ke tempat lo?!"
__ADS_1
"Iya, gw lagi ada di Jakarta nih kebetulan Yossie juga ada di Jakarta, mau ya..!"
"Kenapa tuh anak ga telepon gw?!"
"Ya mana ya tau, kata nya ada urusan mendadak di Jakarta, gw video call ya..!" sambungan terputus dan sesaat kemudian Farah melakukan panggilan video bertiga.
"Hai say! tumben video call bertiga, kangen cogan sejagat raya ini ya!!" sapa Yossie.
"Ngumpul yuk, gw kangen..! sahut Farah antusias.
Alana menguap. "Ho'aaammm..!"
"Woi..! anak perawan baru bangun jam segini!" ledek Yossie.
"Dasar ya lo berdua gangguin gw lagi tidur nyenyak, lo berdua ga tau 2 hari lalu gw lembur!"
"Ga tau!" sahut Farah polos.
"Bodo!" sahut Yossie cuek.
Sesaat ketiga nya diam.
"Ya udah, emang mau ketemuan dimana?!" ucap Alana mengalah.
"Di cafe x!" Farah menyebutkan nama sebuah cafe di mall.
"Ya udah gw mandi dulu?!"
"Gw jemput ya, Al!" Yossie menawarkan diri.
"Ga perlu, gw bawa mobil gw sendiri!!" balas Alana ketus kemudian mematikan sambungan telepon.
__ADS_1