Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 11


__ADS_3

Sudah lama Alka menunggu Alana di ruang tv hampir setengah jam lebih dan tak lama berselang Alana keluar.


Alka tak berkedip melihat Alana keluar menggunakan gaun hitam dengan bagian belakang terbuka hampir setengah punggung mulus nya, rambut pirang nya ia biar kan tergerai tampak serasi sekali dengan Alka yang menggunakan jas hitam dengan kemeja hitam di dalam nya tanpa dasi.


"Apa ada yang salah dengan penampilan ku tuan?," Alana tampak risih di pandangi seperti itu.


"No.. kau tampak SEMPURNA, aku merasa tersanjung kau mau menjadi partner ku di pesta tuan Kenshin".


"Aku hanya tidak enak saja menolak ajakan anda".


Alana hanya menyungging.


"Mari kita berangkat sekarang tuan putri ", Alka menggamit tangan Alana lalu menaruh di lengan kanan nya.


"Thank you "


Karena Alana tidak tinggal di apartemen pemberian Kenshin lagi jadi perjalanan yang mereka tempuh tidak begitu lama, mereka di antar Robby menuju lokasi resepsi.


"Thank you Rob", Alka menepuk bahu kiri Robby dari belakang ketika mereka sudah sampai, Robby memperhatikan kami berdua di kursi bagian belakang.


"Apa kau akan menunggu kami di mobil??" tanya nya pada Robby.


"Tidak tuan, saya ada acara dengan Naina".


"Naina kekasih mu itu".


"Yapp..!!"


"Oke, good luck!!"


Alana dan Alka sudah ada di antara para tamu undangan yang hadir dan acara puncak nya pun tiba namun sang belum juga tiba.


"Hallo cantik, boleh kenalan?!" terdengar seorang pria menyapa ku dari arah belakang, terdengar tidak asing bagi ku.


"Yossie?!", aku tidak menyangka sahabat ku ternyata juga di undang.


"Kenapa kau sebegitu terkejut nya nona?!" Yossie berdiri menyamai ku.


"Ah tidak aku cuma tidak menyangka ada kau di sini".


"Sure!"


"Ngomong-ngomong apa kau sudah move on Al?!" sambung nya lagi.


"Entah lah, semua ini tidak mudah bagi ku,Yos" ucap ku.

__ADS_1


"Come on baby!"


Aku menarik nafas dalam lalu menghembus nya pelan. "Aku juga belum yakin apa aku sanggup menyelesaikan nya sampai akhir".


Yossie menepuk bahu ku pelan. "Aku yakin kamu pasti bisa, CHAYOO!!" dia mengepalkan tangan.


"Aku sama Mona dulu ya, kayak nya pacar baru mu cemburu, bye?!!" Yossie pun berlalu.


Rupa nya benar Alka menghampiri ku. ""Itu tadi siapa, Al??".


"Sahabat ku,Yossie!"


"Hm, ngomong apa dia??"


"Cuma menyapa ku saja!" sahut ku singkat.


"PARA TAMU UNDANGAN DI MOHON PERHATIAN NYA KARENA ACARA INTI NYA AKAN DI MULAI!!" pembawa acara meminta perhatian pada kami.


"ACARA SELANJUT NYA PENYEMATAN CINCIN PERTUNANGAN KEDUA INSAN YANG SALING MENCINTAI SEBAGAI TANDA IKATAN KEDUA HATI MEREKA!!"


Aku menarik nafas dalam-dalam sembari menekankan mata tanda hati ku sangat hancur menyaksikan langsung acara pertunangan orang yang masih sangat aku cintai.


Perlahan aku bergerak mundur lalu keluar dari acara meriah yang sangat menghancurkan hati ku.


Yossie berjalan keluar hendak menghampiri ku namun langkah nya terhenti melihat Alka sudah ada di samping ku.


Alka menepuk bahu ku pelan. "Hei, kamu kenapa di sini sendirian dan", kalimat nya menggantung.


Aku memalingkan wajah pada nya.


"Kau menangis Al??"


Dia lalu duduk di sebelah ku. "Kenapa kau tidak bilang pada ku kalau kau tidak sanggup hadir?!". Aku tidak menyahut.


Alka lalu berdiri dan meraih tangan ku.


"Mari ikut aku!!"


Kami meninggalkan hotel itu lalu menuju arah kantor nya.


"Hei tuan kau mau apa mengajak ku kesini?!"


"Kau ikut saja", dia kembali memegang lengan ku.


Kami pun sampai di lantai teratas dari kantor nya.

__ADS_1


"Silah kan?!!" ucap nya.


"Maksud mu??"


"Silah kan kau teriak sekencang-kencang nya".


Aku mengerutkan kening.


"Silah kan kamu teriak luapkan emosi marah mu, benci mu, kecewa mu".


Aku mencoba menerima saran nya.


"AAAAAAAAAAAAAA!!!"


Perlahan air mata ku jatuh ternyata pertahanan ku tak sekuat usaha ku untuk melupakan Kenshin.


"KENSHIN DAKSA KENAPA KAMU BEGITU KEJAM PADA KUU!!!" aku pun lemas terduduk di lantai menangis sejadi-jadi nya dan Alka terlihat biasa-biasa saja bahkan dia meminum minuman kaleng yang dia bawa dari mobil tadi dengan santai nya.


Perlahan tangis ku pun mulai mereda. "Apa kamu merasa sedikit lega?" tanya nya pada ku yang telah duduk di tepi gedung megah milik di samping nya.


"Maaf?!"


"No, aku juga pernah di posisi down seperti mu dan semua itu aku tumpah kan di sini".


Dia membuka minuman kaleng lalu menyerah kan pada ku.


"Thanks!"


"Dulu aku dan Kenshin pernah saling mencintai dan dia pernah melamar ku walau pun bukan lamaran resmi tapi itu sangat berarti buat ku", Aku meminum minuman ku.


"Dan harus aku akui masih ada rasa di hati ku buat nya", air mata kembali menggenang.


"Ternyata sesakit ini Alka mencintai Kenshin".


"Hiks..Hiks.."


Alka merangkul ku dari belakang dan merebah kepala ku di bahu nya.


Aku menangis sejadi-jadi sembari memeluk nya erat.


"Menangis lah Al jika dengan menangis membuat mu lega, aku akan selalu ada untuk mengusap air mata mu".


Lama aku berada dalam dekapan Alka dan aku mendapatkan kenyamanan di sana dapat aku dengar detak jantung tak beraturan.


Tangis ku pun mereda. "Maaf membuat baju mu basah", ucap ku salah tingkah.

__ADS_1


__ADS_2