
Sesampai nya Fumiko di mansion keluarga Bramantyo tanpa menyapa kedua orangtua tunangan nya itu Fumiko langsung masuk ke kamar nya yang terletak di lantai 2 bersebelahan dengan kamar Kenshin.
Melihat tingkah laku Fumiko yang tak biasa nya nyonya Aiko menyusul nya ke kamar.
Tok.. Tok..
Klik pintu kamar terbuka dari dalam mata Fumiko terlihat masih sembab.
"Fumiko, kamu kenapa menangis?!" tanya mama tunangan nya itu penuh kecemasan dan rasa penasaran.
Ia tak langsung menjawab pertanyaan perempuan tak muda lagi itu.
"Ayo ceritakan sama mama?!" ia membelai lembut rambut panjang milik Fumiko.
"K..Kenshin tidak ingin ada pernikahan antara kami!" ucap terbata.
Nyonya Aiko menghela nafas pelan sebelum akhir nya berucap pada calon menantu kesayangan itu.
"Kenshin hanya menggertak mu saja, sayang!" ucap nya penuh kasih.
"Tapi Ma, Kenshin terlihat tidak seperti sedang menggertak saja!" rengek nya.
"Seperti nya pertunangan sepihak ini memang harus di akhiri!" ucap nya lagi menatap lurus ke depan.
"Hei, ini bukan pertunangan sepihak sayang, bukan kah kalian berdua memang saling menyetujui dan tidak ada paksaan!" lirih nyonya Aiko.
"Tapi ma, kemarin itu Kenshin sedang hilang ingatan nya dan sekarang ingatan nya sudah pulih!".
"Sudah lah sayang jangan memikirkan masalah itu lagi nanti akan mama bicara kan sama dia!" Aiko menepuk lembut jari Fumiko lalu beranjak dari duduk nya.
__ADS_1
"Makasih ma!" sebelum akhir nya Aiko meninggalkan nya sendiri di kamar.
Di dalam kamar Aiko menghubungi anak nya Kenshin untuk menanyakan tentang curahatan calon menantu kesayangan nya tadi.
Tutt.. Tutt..!!!!
"Hallo ma..!" sahut Kenshin di seberang telepon.
"Kenshin ada yang ingin mama bicara kan!" tegas nya.
"Bicara lah ma!"
"Mama ingin bicara di luar!"
"Mama ingin membicarakan apa memang nya!" sahut Kenshin tenang.
"Oke! kebetulan Ken sedang rapat di luar dan baru saja selesai!"
"Baik lah mama kesana sekarang!"
Sambungan terputus.
Tak butuh waktu lama nyonya Aiko sudah duduk di hadapan anak semata wayang nya di sebuah cafe.
"Mama ingin membahas apa?!" tanya Kenshin memulai percakapan.
"Mama tidak ingin kamu menyakiti Fumiko!" tegas mama nya.
Kenshin yang mengerti arah pembicaraan mama nya itu.
__ADS_1
"Apa Fumiko benar-benar mengadu pada mama?!" Kenshin tersenyum miring.
"Mama tekan kan hanya Fumiko yang akan menjadi menantu mama!"
"Ma, cinta itu masalah hati dan hati Kenshin masih mencintai Alana!"
"Bukan nya kamu yang meminta pertunangan kalian?!"
"Waktu itu ingatan Kenshin belum pulih!" sahut Kenshin tak kalah tegas.
"Sampai detik ini Kenshin masih sangat mencintai Alana, ma!" lanjut nya lagi.
"Omong kosong!!" tukas mama nya.
Wajah Kenshin terlihat putus asa menghadapi mama nya.
"Sudah lah ma, Kenshin harus kembali ke kantor!" Kenshin beranjak dari duduk nya.
"Kenshin, mama belum selesai bicara!"
"Kenshin sedang tidak ingin berdebat dengan mama, Ken harus pergi sekarang!"
Baru 2 langkah Kenshin melangkah nama nya kembali berucap.
"Mama hanya ingin kamu meninggalkan Alana!" Nyonya Aiko menunduk lesu.
"Ken akan memperjuangkan cinta ini ma!" Kenshin melangkah ke luar cafe di ikuti Robby asisten pribadi nya.
Malam hari nya Kenshin tidak pulang ke mansion ia memilih menginap di kantor karena menurut nya kalau ia pulang pasti mama nya akan membahas masalah tadi siang.
__ADS_1