Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 34


__ADS_3

Ke esokan hari seperti biasa Alka menjemput Alana ke apartemen, seperti nya mereka sudah berbaikan jadi untuk itu lah mereka harus merayakan nya kata Alka.


"Sayang, merayakan nya di mana menurut mu?!" tanya Alka saat kami makan siang di ruangan nya.


"Aku ga memikirkan hal itu, Alka!" aku menyendok nasi ke mulut ku.


"Padahal menurut ku kita wajib merayakan nya loh, sayang! setidak nya kan sebagai permintaan maaf aku ke kamu!"


"Terserah kamu ajja deh!"


"Jangan ngambek gitu dong, sayang bikin aku tambah cinta tau ga!" Alka menoel hidung tunangan nya.


"Gombal!"


"Aku serius loh?!" kedua nya pun terkekeh geli dengan tingkah masing-masing.


"Gimana kalau malam ini kita candle light dinner di tempat yang romantis?!" usul nya kemudian.


Aku mengangkat bahu sembari mengangkat alis.


"Mau ya?!" bujuk nya lirih.


"Boleh!" sahut ku menyetujui usul nya.


"Oke, aku panggil Robby dulu untuk mempersiapkan acara kita nanti malam!" Alka melangkah mengambil hp di meja kerja nya.


"No!"


Alka berpaling ke arah ku di sofa. "Ada apa lagi, baby!"


"Yang tunangan ku kan bukan Robby tapi kamu, aku mau kamu sendiri yang mempersiapkan semua nya?!" rengek ku.


Alka menghela nafas berat wajah nya terlihat putus asa, aku terkekeh di dalam hati.

__ADS_1


"Rasain lo, siapa suruh ngerjain aku kemarin!" gumam ku dalam hati.


"Oke!" sahut nya pasrah.


"Thank you honey, i love you!" aku mengecup pipi nya sekilas.


"Love you too!" sahut nya tak menyangka akan permintaan ku itu terlihat dari raut wajah nya.


"Yes! aku menang banyak!!" sorak ku dalam hati.


*


*


*


Farah sedang menghubungi sahabat karib nya Yossie pemilik Yossie Club's di kota Jakarta.


"Yos, apa benar Alana akan menikah?!" tanya Farah di seberang telepon.


"Si*lan Lo, bawa-bawa nama laki gw segala!" umpat nya.


"Lah kan benar, gw juga tau informasi sekarang dari lo?!"


"Lo sahabat apaan!"


"Benaran, sumpah! tu anak ga pernah singgung soal itu!"


"Ngomong-ngomong lo ga ke rumah sakit hari ini, bu dokter?!" lanjut Yossie lagi.


"Gw lagi temani laki gw blusukan ke daerah-daerah terpencil hari ini!"


"Gw doain moga laki lo terpilih jadi kepala daerah di sana!" tukas Yossie.

__ADS_1


"Makasih ya doa nya, btw udah dulu ya! kita mau jalan lagi".


"Oke, bye!"


"Bye!" panggilan terputus.


*


*


*


Di perusahaan Daksa Group seorang pria tengah menatap layar laptop dengan serius, tiba-tiba pintu ruangan nya terbuka tampak seorang perempuan berwajah Jepang tanpa ada campuran.


"Nona Fumiko ingin bertemu dengan anda!" ucap sekretaris pribadi nya itu.


Kenshin memberi kode agar sekretaris nya itu keluar.


Kenshin tidak memperdulikan kedatangan tunangan nya itu dan kembali menatap layar laptop nya.


"Ken, aku di suruh mama mu mengantarkan makan siang ini!" ucap nya menjatuhkan bokong di sofa.


Kenshin masih tak memperdulikan kehadiran Fumiko.


"Ken..!" Kenshin menatap Fumiko tajam.


"Ken, mama mu ingin kita menikah secepat nya..!" ucap Fumiko ragu.


Seketika Kenshin menghentikan aktivitas nya. "Aku sedang bekerja!!" sanggah Kenshin tegas.


"Baik lah, aku pulang dulu!"


"Kata kan pada mama tidak akan ada pernikahan!"

__ADS_1


Air mata Fumiko turun membasahi pipi nya sembari keluar dari ruangan tunangan nya itu.


Di dalam rungan Kenshin bersandar di kursi lalu masuk ke ruangan pribadi ia berniat ingin mandi untuk menyegarkan pikiran nya yang seketika kacau karena ucapan Fumiko tadi.


__ADS_2