Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 18


__ADS_3

Alana, Bibi Lasmi, Kayla dan juga Farel sedang bercengkrama dan saling melepas rindu di ruang tv.


"Kayla rencana nya kamu mau kuliah di mana?" tanya Alana pada adik sepupu nya.


"Belum tau mbak?" sahut gadis berusia 19 tahun tersebut.


"Kalau kamu mau sih mbak punya kenalan di sebuah universitas tapi itu terserah kamu mau nya di mana, mbak ga bisa maksa kalau soal itu."


"Kalau menurut mbak Lana gimana?!"


"Iya Lana kalau menurut kamu baik nya dimana," bi Lasmi menimpali percakapan aku dan Kayla.


"Kalau teman kuliah mbak dulu ngajar nya di universitas XX".


"Kayla sih mau nya kuliah kedokteran", mas Farel ikut dalam percakapan kami.


"Kalau di sana sih bagus mas karena dulu Lana juga kuliah disana!" sahut ku.


"Ya udah Kayla kuliah di sana ajja", mas Farel menyetujui usul ku.


"Gimana kamu setuju ga?" tanya ku pada Kayla.


"Kalau Kayla gimana baik nya ajja mbak".

__ADS_1


"Ya udah besok kita temui teman mbak itu!"


Ting..Tong..


Bel apartemen Alana berbunyi.


"Bentar ya Bi, Lana buka pintu dulu!" Alana berjalan menghampiri pintu.


"Harus ya aku jemput kamu sampai ke sini!" sungut pria tampan berdiri di hadapan Alana.


"Ya kan kamu yang ngajak aku!" sahut Alana tak mau kalah.


"Kok kamu belum ganti baju sih!" ucap Alka menelisik.


"Aku nunggu kamu di sini ajja?!"


"Masuk gih kebetulan di dalam ada bibi dan sepupu-sepupu ku baru nyampe".


Alka masuk menapak kaki nya untuk pertama kali ke dalam apartemen milik Alana.


Apartemen milik ini ia beli dengan hasil tabungan nya sendiri cukup sederhana terdapat 2 buah kamar, pantry yang tidak begitu luas, ruang tv sederhana dan bisa di bilang apartemen milik Alana minimalis namun elegan.


"Aku duduk di sini ajja ya Al". ucap Alka malu-malu cat.

__ADS_1


Alana menghampiri bibi dan kedua sepupu nya yang tampak memperhatikan nya.


"Siapa Lana?" tanya perempuan paruh baya yang seperti ibu buat ku.


"Teman Lana, bi", sahut ku.


"Oh ya bibi belum pulang kampung kan hari ini?" tanya ku.


"Rencana nya besok".


"Syukur lah Lana sama teman, Lana mau ke suatu tempat hari ini, ga pa-pa kan bi Lana tinggal sebentar?"


"Iya ga pa-pa", sahut bi Lasmi singkat.


Aku berlalu ke kamar ku guna ganti baju, aku memoleskan make-up tipis ke wajah ku lipstik sewarna dengan bibir tak lupa ku poles kan, setelah berganti pakaian aku pun keluar kamar.


Mas Farel sangat kentara menatap ku kagum tanpa berkedip padahal aku cuma memakai kaos oblong big size bergambar kucing ku padukan dengan celana jeans biru, hand bag silver, kaca mata hitam terkait manis di hidung mancung ku rambut ku ikat sembarang dan tak lupa benda pipih berwarna hitam yang selalu menemani hari-hari ku, high heels setinggi 3 cm ku kenakan di kaki jenjang milik ku.


Aku menyalami tangan bi Lasmi penuh hormat. "Bi, Lana berangkat dulu kalau bibi sama Kayla mau istirahat di kamar Lana ajja biar mas Farel di kamar sebelah!" ujar ku.


"Iya nak".


Aku dan Alka beranjak ke luar apartemen menuju lokasi parkiran.

__ADS_1


__ADS_2