
Sebuah mobil baru saja terparkir rapi di parkiran sebuah Club's malam sang pemilik mobil sport hitam keluaran terbaru di persilahkan masuk oleh kedua penjaga Club's.
"Berikan saya win*!" ucap nya pada bartender di hadapan nya.
"Baik tuan Alka!" bartender tersebut menuangkan win* ke dalam gelas kemudian menyerahkan pada Alka.
"Berikan saya win*!" titah nya lagi.
Dalam sekali tegukan win* tandas ia teguk.
"Lagi!"
Begitu lah seterus nya sampai ia benar-benar mab*k tak sadarkan diri sembari meminta maaf menyebuk nama Alana.
"Berhenti lah tuan anda sudah benar-benar mab*k kami tidak ingin mengambil resiko!" ucap bartender tersebut dengan perasaan takut.
"Apa kau tau siapa saya bahkan detik ini saya bisa menyuruh orang menutup Club's kalian!!" Alka mulai emosi.
"Saya tau tuan tapi anda benar-benar sudah mab*k!"
"Kalian hubungi saja asisten ku!" Alka menyerahkan hp nya pada bartender tersebut.
"Menyebalkan!" umpat nya kemudian.
"Maaf tuan, asisten anda bilang dia sedang berada di luar kota!"
"Biar aku mengemudi sendiri!" Alka melangkah sempoyongan kemudian jatuh terjerembab di lantai club.
"Bagaiman ini dasar pria keras kepala!" ia menghubungi seseorang lewat hp milik nya.
"Hallo bos!" sapa nya.
"Ada apa Bagus?!" tanya bos nya dari seberang telepon ternyata bos nya adalah Yossie sahabat Alana.
__ADS_1
"Gini bos ada seorang pria mab*k berat di club tapi dia bersikeras mengemudi sendiri dan sekarang sudah tiduran di lantai!".
"Apa lo ga kenal siapa?!"
"Ga bos, saya kan baru satu minggu kerja di sini!"
"Tunggu dulu bos, dua sering nyebut nama Alana dan meminta maaf!" sambung nya lagi.
"Oh my god, Alka rupa nya baiklah gw hubungi teman gw dulu buat jemput dia!" Yossie baru menyadari ternyata itu adalah Alka.
Ia menghubungi sahabat nya.
"Hallo Al..!"
"Hm..!"
"Lo bisa jemput Alka di club gw ga? anak buah gw tadi telpon ya bilang Alka mab*k berat dan sekarang tiduran di club!"
"Apa..?!" Alana seketika beranjak dari tidur lelap nya.
"Ga ah.. gw malas Yos, kita berdua lagi miss komunikasi dia cuekin gw!"
"Ayo lah Al, kasihan anak buah gw!"
"Dia kan punya asisten!"
"Asisten nya lagi di luar kota!"
"Ya udah gw lakuin ini demi anak buah lo ya..!" Alana memutuskan berangkat menjemput Alka.
Alka tengah terbaring di lantai, club terlihat sangat sepi mungkin pengunjung sudah pulang.
"Mas bisa minta tolong bantu saya membawa nya ke mobil saya ga?" Alana meminta bantuan bartender tadi.
__ADS_1
"Mari nona, saya bantu!" mereka kewalahan memapah tubuh atletis Alka.
"Makasih ya mas!"
"Iya nona sama-sama kalau begitu saya permisi mau pulang juga!"
"Maaf ya mas merepotkan, terima kasih sekali lagi!"
"Iya ga masalah!"
Alana pergi meninggalkan club bersama Alka dan sekarang ia bingung harus membawa Alka kemana, akhir nya ia putuskan membawa Alka ke apartemen nya.
Dengan di bantu satpam ia membawa Alka ke unit nya di lantai atas, Kayla tidak tau menahu merasa bingung.
"Makasih ya pak atas bantuan nya!" seru ku pada pak satpam yang terkenal tampan walau sudah berumur.
"Iya sama-sama nona ga usah segan meminta bantuan saya!" ia berlalu dari hadapan ku.
Setelah mengantar pak satpam di depan pintu Kayla kembali pada ku dengan wajah bingung.
"Mbak, mas Alka kenapa sih?"
"Tadi mbak di telepon bos club kata nya Alka mab*k berat awal nya sih Mbak ga perduli tapi ujung-ujung nya mbak kasihan, dek!"
Mulut nya membentuk huruf O.
"Gih kamu tidur lagi mbak mau ambil in selimut sama bantal!" aku beranjak ke kamar.
Ku buka sepatu supaya ia merasa nyaman saat tidur kemudian aku membuka jas dan juga dasi serta 2 buah kancing kemeja supaya ia tidak merasa tercekik saat tidur begini.
Ku usap pipi nya lembut. "Apa yang terjadi sama kamu sampai kamu begini? kenapa kamu cuekin aku, kamu tau kan aku paling ga bisa kalau kamu cuekin aku?!" gumam ku lirih dan giliran bening jatuh di pipi ku.
Sebelum akhir nya aku masuk ke kamar, ku kecil kening nya pelan supaya ia tak merasa terganggu.
__ADS_1
"Good night honey!"