
Di dalam kamar nya Alana tengah duduk di balkon, meminum secangkir teh hangat untuk menyegarkan badan penat karena aktivitas di siang hari.
"Sayang aku tak kan pernah pergi meninggalkan mu, aku bernafas untuk mu duhai ke kasih ku.." Alana mengingat sepenggal syair yang selalu Kenshin nyanyi kan untuk nya.
Triinggg.. Triinggg...!!
Panggilan video masuk.
Terlihat di layar hp tertulis nama ALKA...
"Met malam sayang ku.." sapa Alka dari seberang panggilan video.
"Selamat malam tuan Alka!" sahut Alana terkekeh.
"Kok tuan Alka sih!" protes Alka.
"Aku bercanda kok sayang!"
"Oh ya Alka, kamu udah pulang?!" tanya Alana kembali.
"Maaf ya sayang, aku ga bisa pulang hari ini soal nya investor yang dari Jerman ga bisa hadir hari ini jadi di tunda besok pagi!"
"Oh.."
"Kok oh, sih..!"
"Trus aku mesti jawab gimana dong!"
"Ya jawab apa gimana kek, aku kan jadi ngerasa bersalah?!"
"Udah ah, kita bukan anak remaja lagi pake ngambek-ngambekan segala!"
Alka terkekeh mendengar ucapan Alana.
__ADS_1
"Oh ya, kamu tidur dimana malam ini?" tanya Alana ingin tahu.
"Biasa lah sayang, di hotel".
"Sayang udah dulu ya, aku ngantuk banget nih!" Alana bermaksud menghindar kontak mata dengan Alka.
"Uuu.. kacian kamu pasti sibuk ya tadi sendiri di kantor!" seru Alka sedang Alana mendengus kesal.
"Ya udah deh kamu istirahat gih, aku juga mau istirahat, bye sayang! see you tomorrow?!" Alka mematikan sambungan telepon.
"Bye!" gumam Alana.
Tak ia pungkiri bahwa fikiran nya masih teringat akan pertemuan nya dengan Kenshin tadi siang.
Kemudian ia bangkit ke kamar mandi untuk mencuci mencuci muka lalu menggosok gigi.
Terdengar pesan masuk di hp nya.
Ia kemudian membuka pesan di layar hp nya tertera sebuah nomor tak di kenal.
SELAMAT MALAM ALANA, APA KAMU SUDAH TIDUR??
Alana mengernyit membaca pesan dari nomor tak di kenal ia tak mengindahkan pesan tersebut kembali membaringkan badan nya ke kasur sembari memejamkan mata lalu ia tertidur pulas.
*
*
*
"Sayang, kemaren kamu makan siang di mana?!" tanya Alka saat mereka makan siang siang di sebuah cafe dekat kantor.
Alana tidak langsung menjawab pertanyaan yang di ajukan Alka.
__ADS_1
"A..aku makan siang di kantin!" sahut Alana berbohong.
"Sama?!"
"Ya sendiri lah Alka, emang nya sama siapa?!" sahut Alana menutupi kebohongan nya.
"Sayang besok siang selepas makan siang kita ke toko perhiasan ya??"
"Kamu mau beli perhiasan?!"
"Iya!"
"Emang kamu mau beli perhiasan untuk siapa?!"
"Aku mau beli cincin pertunangan untuk kita!" sahut Alka apa ada nya.
Alana termenung menatap Alka sembari berhenti mengunyah.
"Sayang, kamu kenapa?!" Alka menyerahkan minuman nya pada Alana.
"Aku ga apa-apa!"Alana meneguk minuman yang di serah kan calon tunangan nya.
"Apa tidak terlalu cepat?!"
"Sayang, aku mohon tidak ada keraguan lagi di hati mu untuk ku!" jelas Alka mantap.
"T.. tapi Alka..?!"
"Kita sudah saling mengenal bukan untuk 1 bulan atau pun 2 bulan, Al! aku sangat mencintai mu dan ingin menjadi kan mu satu-satu nya ratu di hati ku!" jelas Alka panjang lebar.
"Buang jauh-jauh keraguan dan ketakutan mu itu, Al?!" sambung Alka kembali.
Cairan bening berhasil lolos di pipi mulus Alana. "Maafkan aku, Alka!" ucap Alana tulus sembari Alka meraih tangan Alana.
__ADS_1