Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 05


__ADS_3

Malam hari nya kami berempat makan malam bersama,Bibi Lasmi lah tempat ku belajar memasak dulu waktu aku kelas 4 SD.


"Makanan bibi mah paling juara", puji ku ketika suapan pertama ke mulut ku.


"Ah, Kamu Lana muji nya berlebihan pada hal kan bibi cuma masak nasi ajja", jawab bibi merendah.


"Wah mbak Lana keren benget udah cantik, baik, pintar masak lagi", Kayla memuji ku berlebihan.


"Iya,Ga kayak kamu, malas segala nya", ledek mas Fadel pada adik nya.


"Bunda liat mas Farel ngeledek aku", rajuk Kayla manja. Mas farel menjulurkan lidah pada nya.


"Udah-udah kalian berdua ini selalu ribut".


Aku hanya tersenyum saja menyaksikan perdebatan kedua nya.


"Oh ya,Mas Farel ada waktu ga ngajak Lana keliling-keliling kampung besok??", tanya ku.


"Soal nya Lana cuma dapat izin 2 hari, mas", imbuh ku lagi.


"Boleh!!", sahut nya semangat.


Selesai makan malam kami berempat ngobrol santai di ruang tv.


"Mbak Lana aku ke kamar dulu ya soal nya besok ada ujian", dari tadi ia selalu mengapit pada ku.


Kayla masuk ke kamar ia dan bibi Lasmi,Mas Farel masuk ke kamar nya sebentar mengambil hp milik nya.


"Kenapa Bibi tidah pernah cerita ke Lana kalau Bibi sudah punya warung??" tanya ku pada perempuan paruh baya duduk di samping ku ini.


"Kamu tau nak, uang yang selalu kamu kirim tiap bulan di tambah uang pemberian dari Farel Bibi tabung selama ini untuk membuka warung itu".


"Kok Bibi ga cerita sih sama Lana", sesal ku.


"Keluarga Bibi sudah banyak merepotkan kamu",Bibi meraih tangan ku lalu menggenggam nya.


"Bibi sudah merawat Lana dari bayi, Bibi itu sudah Lana anggap ibu".


"Sudah lah nak dengan kamu mengirimi Bibi uang setiap bulan saja sudah sangat bersyukur".


"Kalau Bibi perlu sesuatu jangan pernah sungkan bilang sama Lana".


Bibi tersenyum teduh membelai rambut panjang ku sembari mengangguk.


"Ya sudah,Bibi mau istirahat di kamar dulu ya nak, soal nya Bibi capek banget", Bibi beranjak dari duduk nya berlalu masuk ke kamar.


"Mas Farel kenapa belum tidur??", tanya ku pada pria tampan yang duduk di hadapan ku sambil memainkan hp.


"Belum ngantuk", sahut nya


"Terima kasih ya Lana susah sangat banyak membantu keluarga ku".


Aku tersenyum tipis sembari mengangguk pelan.


"Oh ya, aku boleh tanya sesuatu??".


"Ya boleh lah Mas".


"Cincin itu dari siapa??", tanya nya penuh selidik.

__ADS_1


"Ini dari pacar Lana, Mas".


"Oh.."


"Kenapa Mas", Aku lihat raut wajah nya sedikit pias.


"Ga apa-apa pingin tau ajja", sambung nya lagi.


"Ini mas orang nya, ganteng ga??", Alana menyodorkan hp nya pada Farel.



"Oh.. Cincin itu dari nya??".


"Iya mas", jawab ku menyentuh cincin pemberian Kenshin.


"Siapa nama nya??"


"Kenshin Daksa".


"Hm.." dia menyerahkan hp pada ku lagi.


"Bodoh nya aku mengagumi mu Lana, mungkin kita hanya di takdir kan sebagai sepupu saja", maki Farel pada diri nya sendiri dalam hati.


Hp Alana berdering tanda panggilan video masuk.


"Aku angkat telepon dari Kenshin dulu ya mas".


"Hai Ken..", sapa Alana.


"Hallo sayang, kok ga hubungi aku".


"Sorry Ken aku lupa hubungi kamu"


"Bukan gitu Ken".


"Aku ngambek ni".


"Emang ada orang ngambek bilang-bilang", goda Alana.


Alana menengok sekilas nampak raut wajah Farel masam.


"Kamu benaran 4 hari kan Al"


"Iya aku janji,sayang".


Farel beranjak masuk ke kamar nya sebentar lalu keluar lagi membawa bantal dan selimut karena ia akan tidur di kursi tamu dan aku yang akan tidur di kamar nya yang dulu sebelum bapak meninggal itu adalah kamar ku.


"Udah dulu ya Ken, aku mau istirahat capek tau mengemudi sendiri".


"Ya udah kamu istirahat gih aku juga mau istirahat, good night honey, i love you".


"Love you too", sambungan pun terputus.


"Mas Farel mau tidur ya" tanya ku.


"Hm.."


Aku beranjak ke kamar. "Mas Farel kenapa ya?", tanya ku heran dalam hati.

__ADS_1


Ke esok kan hari nya aku membantu bibi di warung milik nya, mas Farel pulang mengajar pukul 12.00 sedang Kayla baru pulang sekolah pukul 02.00 siang.


Sekarang sudah pukul 03.00 sore mas Farel sudah menyiapkan motor milik nya untuk kami berdua keliling-keliling kampung rencana nya.


"Mas kita mau berangkat sekarang", teriak ku pelan.


Mas Farel hanya mengangguk.


"Tapi Lana belum mandi mas".


Dia tidak menghentikan menghentikan aktivitas nya lalu melanjutkan nya lagi.


"Kalau begitu Lana ganti baju dulu ya mas, ga lama kok", aku bergegas masuk ke dalam rumah.


Selesai ganti baju aku ke luar menghampiri mas Farel. "Mbak Lana sama mas Farel mau kemana??" tanya Kayla hendak ke warung menggantikan aku.


"Mbak mau keliling-keliling sebentar sama mas Farel,dek".


"Oh..", sahut nya.


"Mas, Lana mau pamit dulu sama bibi", terlihat mas Farel tercengang menatap ku dari tadi.


Aku mengenakan dress berwarna hitam dengan bunga-bunga ungu halus di tambah sepatu teplek hitam tak lupa pula tas mungil hitam ku gantung di bahu kiri, aku dan mas Farel tampak serasi sekali karena mas Farel mengenakan kemeja lengan pendek berwarna hitam dan celana pendek nya berwarna coklat muda.


Setelah berpamitan pada bibi kami pun berangkat jalan-jalan di jalan kami ngobrol ringan.


"Mas,Lana boleh nanya ga??"


"Boleh".


"Mas Farel udah punya pacar??", tanya ku penuh kehati-hatian.


"Punya pacar sih belum tapi Mas mengagumi seseorang".


"Siapa mas perempuan yang beruntung itu".


"Tapi sayang dia udah punya pacar orang kota", terdengar dia membuang nafas pelan.


"Cukup aku dan Tuhan saja yang tau, dek"


"Cantik ga mas orang nya??"


"Orang nya cantik,berhati mulia,pintar masak, semua yang ada pada diri nya mas kagumi".


Motor kami berhenti di tepat di hadapan sawah-sawah yang hijau sangat memanjakan bagi siapa pun yang melewati nya.


Mas Farel menuntun ku berjalan di jalan setapak di antara sawah-sawah yang kami lewati lau ia berhenti sejenak.


"Dek, Mas tau kamu sudah punya pacar tapi tidak salah kan kalau mas menaruh hati pada mu", ungkap nya sambil meraih tangan ku.


Aku menatap mata nya tampak jelas ketulusan di sana.


"Lana minta maaf mas, Lana ga bisa meski pun Lana belum punya pacar", aku balas menatap nya.


"Mas Farel sudah Lana anggap kakak kandung buat Lana", dia masih menggenggam tangan ku.


"Lana ga bisa Mas, Lana minta maaf".


"Lana yakin mas Farel akan bisa mendapatkan perempuan yang lebih cantik dan lebih baik dari Lana suatu saat".

__ADS_1


Dia melepas genggaman nya. "Izin kan mas memeluk mu sebagai tanda mas iklas cinta mas bertepuk sebelah tangan".


Dia memeluk ku erat dan aku pun membalas pelukan nya sebagai saudara.


__ADS_2