
"Om, tante,, Kevin minta maaf, Kevin ga sengaja..!" wajah bocah yang menyebut diri nya Kevin di tekuk tidak berani menatap kami berdua.
"Iya, ga apa-apa sayang, ga sakit kok cuma tadi reflek ajja!" ucap ku membesarkan hati nya.
"Kok muka nya di tekuk gitu, tante ga marah kok sama Kevin iya kan tante?!" Reiner jongkok menyamai tinggi nya Kevin.
"Tante ga marah kok!"
"KEVIN..KEVIN..!!!" sepasang pria dan wanita berpakaian bola persis di kenakan anak yang ada di hadapan kami kemudian Kevin menghampiri kedua orang tua nya lalu menunjuk ke arah kami.
"Maaf kan anak kami tuan, nyonya!" ayah nya menunduk meminta maaf.
"Anak kami memang sedikit aktiv, kami benar-benar minta maaf!" ibu nya menimpali.
"Anak laki-laki memang harus aktiv kalau ga aktiv bukan laki-laki nama nya begitu kata nenek saya!" Reiner mengalih rasa canggung kedua orang tua Kevin.
"Iya ga apa-apa tuan tidak terlalu sakit kok!" timpal ku.
"Apa kalian sudah punya anak?!" tanya ibu nya Kevin.
"K.. ka..!" ucapan ku terpotong.
"Belum nyonya masih di sini, anak kami masih di dalam perut istri saya, iya kan sayang!" Reiner merangkul ku sembari mengusap-usap perut ku.
__ADS_1
Tatapan membunuh ku mengarah ke arah nya.
"Selamat ya tuan nyonya, pasti anak kalian tampan seperti papa nya ataupun cantik seperti mama nya!" mama nya Kevin menjabat tangan kami.
"Terima kasih banyak tuan nyonya!" sahut Reiner.
"Mama.. Mama.. Kevin pengen elus dedek!" Kevin mengelus perus rata ku sembari mencium nya.
Aku mencubit perut Reiner. "Aaww.. sakit sayang!" ia mengaduh.
"Istri saya semenjak hamil emang suka nyubit bawaan bayi kata nya!"
"Istri kalau sedang hamil bawaan nya emang suka aneh-aneh, dulu waktu istri saya hamil pengen nya..!" ayah Kevin membisiki sesuatu ke telinga Reiner.
Papa Kevin dan juga Reiner terkekeh bersamaan.
"Hahaha.. hahhahhaa...!" tawa kedua nya saling berpandangan.
"Oh ya tuan, kita dari tadi belum berkenalan,, kenal kan nama saya Veronica panggil saja Vero dan suami saya Jonathan!"
"Saya Reiner dan istri saya Alana, senang bertemu anda tuan Jonathan!" kami saling berjabat tangan.
"Seperti nya kalian menyukai suatu club bola, terlihat dari pakaian yang kalian kenakan!"
__ADS_1
"Iya saya dan juga Kevin sangat menyenangi nya!"
"Dan saya hanya mengikuti saja!" sela nyonya Vero.
Tak terasa matahari sudah tiba di peraduan nya dan kami sudah masuk ke dalam mobil masing-masing.
"Kau sangat keterlaluan!" Aku memaki Reiner.
"Kenapa kamu bilang aku keterlaluan?!"
"Oh jadi kamu ngerasa ga bersalah?!"
"Tadi keterlaluan sekarang bersalah, memang nya di mana letak keterlaluan dan salah aku", Reiner masih tidak mengerti.
"Kamu bilang pada tuan Jonathan dan istri nya kalau aku ini istri mu dan sedang hamil anak mu!" mata ku melotot pada nya.
"Lho emang dimana letak salah nya, emang kamu calon istri juga calon ibu dari anak-anak kita nanti kok!" sahut nya enteng.
"Oh jadi kamu ga merasa bersalah!" Reiner menghentikan mobil nya di bahu jalan.
"Ga!"
"Aku masih resmi tunangan orang!"
__ADS_1
"Kalau kamu masih tunangan orang kenapa kamu malah di tinggal kawin sama mantan istri nya yang kata nya tunangan kamu itu!!" ia mulai jangan dengan sikap ku.