
Hari ini aku kembali ke rutinitas ku seperti biasa nya yaitu mencari nafkah untuk diri sendiri agar bisa menabung untuk hari tua nanti, belum juga menikah sudah mikirin hari tua, hehehe..
Ada panggilan masuk di hp ku..
"Ada apa Tuan Reiner yang terhormat pagi-pagi sudah menghubungi saya?!" goda ku.
"Hanya ingin memastikan bidadari cantik ku apa kah benar-benar bekerja atau...!" ia menggantung kalimat nya.
"Atau..!" goda ku lagi.
"Atau sedang ngelamunin seorang pria tampan idola para wanita di jagat raya ini yaitu tuan Reiner Mahardhika Smith!!"
"Hahaha..!" seloroh ku.
"Hei kenapa kau tertawa, apa ada yang lucu dengan ucapan ku, nona?!"
"Iya.. iya.. aku percaya.. aku percaya..!!"
"Apa kau mengejek ku?!"
"Iya karena kau kepedean tingkat tinggi, hahaha...!"
"Hei kalau kau tidak percaya coba tanya kan kepada para gadis-gadis di dunia ini?!"
"Sebenar nya ada apa kamu menghubungi ku jam segini memang nya kurang kerjaan?!"
"Kalau aku bilang aku kangen gimana?!" ia balik menggoda ku.
__ADS_1
"Aku ga percaya!" tantang ku.
"Oke kalau begitu kita ketemu sekarang!" Reiner menantang ku balik.
"Ga.. ga.. aku cuma bercanda!" kini aku merasa takut sendiri dengan tantangan nya.
Di seberang sana Reiner tersenyum penuh kemenangan. "Kena kau Alana!"
"Aku ingin mengajak mu makan siang, apa kau ada janji dengan yang lain?!" tanya Reiner sesaat.
"Apa kau yang traktir?!"
"Apa kau tidak punya uang untuk mentraktir ku?"
"Kau tau uang ku telah ku gunakan waktu pergi ke Bali kemarin!"
"Kau menyebalkan..!"
"Sebentar lagi aku jemput, bye!" Reiner mematikan sambungan telepon.
"Dasar pria menyebalkan!" rutuk Alana bicara pada layar hp nya.
Alka muncul di balik pintu.
"Kelihatan nya kamu senang sekali", ucap Alka bersender pada meja kerja Alana kemudian melipat tangan nya di dada.
"Tentu saja!"
__ADS_1
"Ayo makan siang bareng!" ajak nya tanpa menoleh.
"Saya sudah ada janji!" jawab Alana ketus.
"Sampai kapan kamu akan menghindari ku seperti ini?!" ia berpaling menatap Alana.
"Aku tidak menghindari mu, aku hanya sedang mencoba menciptakan jarak di antara kita hanya itu!" ku tantang tatapan nya balik.
"Karena aku tau kita memang harus berjarak mulai dari sekarang!" lanjut ku lagi.
"Jangan mencoba membuat jarak lagi di antara kita!" tegas nya.
"Hah, lelucon mu ga lucu tuan Alka!" ejek ku.
"Kamu menghilang tanpa kabar dan setelah kembali dengan enteng nya kamu bilang bahwa kamu sudah menikah kembali dengan mantan istri kamu yang depresi itu, dasar manusia egois!!"
"Aku minta maaf honey, aku benar-benar hanya ingin menolong nya", suara nya melemah.
"Apa kamu memikirkan bagaimana perasaan ku sakit Alka ini sangat menyakitkan buat ku!" mata ku terpejam mencoba menahan gejolak yang ada di dada.
Alka mendekap ku namun aku tak bergeming dan tak juga menolak karena jujur saja saat ini aku memang membutuhkan sebuah pelukan terlebih lagi dari nya.
"Maafkan aku sayang, aku tau aku salah tapi aku lakukan semua itu karena kasihan tidak lebih!" air mata ku terasa sudah membasahi kemeja nya sesegukan di dalam dekapan nya.
"I love you, honey!" ucap nya lirih.
"Tidak, aku harus menghentikan semua ini aku tidak ingin lagi berada dalam dekapan nya ini membuat ku terlihat sangat lemah di depan nya, aku harus melepaskan dekapan ini tapi dekapan ini lah yang aku rindukan selama beberapa bulan terakhir!" batin ku berperang di dalam sana.
__ADS_1
Aku ikut mendekap nya erat dan mungkin ini lah dekapan terakhir dari ku Alka, aku harus melepaskan mu untuk Jessica, aku tidak tega melihat perempuan lain menderita sementara aku dengan egois merebut suami sah nya.