Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 59


__ADS_3

Aku berangkat ke kantor dengan penuh semangat bagaimana tidak hari ini orang yang selama 2 bulan ini sangat aku rindukan akan kembali dari kepergian nya.


Yang ada di fikiran ku hanya Alka, Alka dan Alka,, hati ku sedang berbunga-bunga di bibir ku keluar senandung seseorang sedang kasmaran.


"Al, lo ikut gw jemput pak bos ke bandara ga?!" Robby berdiri di samping meja kerja ku.


"Ga usah deh ntar pas pulang dari kantor gw langsung otw!" sahut ku.


"Ya udah, jangan bilang gw ga nawarin lo untuk ikut ya?!" ringis nya.


"Ck!" aku mencebik kesal pada nya.


Robby berjalan menuju lift khusus karena ia tidak ingin terlambat dalam menjemput atasan nya itu.


"Ah untung lah gw ga terlambat!"


Tampak seseorang pria tampan berjalan ke arah nya dengan menyeret travel bag hitam milik nya.


"Selamat siang bos?!" sapa Robby ramah pada pria berperawakan cool di hadapan nya.


"Siang!" ia menyerahkan travel bag pada asisten nya.


"Kita ke kantor dulu bos?" tanya Robby ambigu.

__ADS_1


"Aku ingin istirahat di rumah!" sahut nya singkat.


"What?!!!" Robby bergumam dalam hati.


"Baik bos!" sahut nya kemudian.


Dua pria tampan tersebut langsung menuju mobil yang di tuju, di dalam mobil kedua nya tak banyak bertelur sapa.


"Tumben pak bos pendiam amat ya dan lagi kok ga tanyain kabar Alana?!" gumam Robby dalam hati.


Bos nya tidak menegur nya duluan Robby pun tak berani memulai obrolan duluan ia hanya fokus mengendarai mobil sport hitam milik bos nya itu.


Sesampai nya di gerbang mansion pintu gerbang terbuka otomatis dan satpam tampak ingin menegur majikan nya dan ketika melihat kode dari Robby ia urungkan niat nya kembali.


Mbok Tum membukakan pintu untuk nya dan sebelum ia beranjak naik ke arah tangga ia berujar.


"Mbok kalau ada yang cari saya bilang saya sedang istirahat dan tidak ingin di ganggu!"


"Baik tuan!"


"Siapa pun itu?!"


"Baik tuan!" Mbok Tum menatap punggung tuan muda nya.

__ADS_1


"Seperti nya sedang ada masalah!" Mbok Tum bergumam kecil.


Di dalam kamar Alka meletakkan trave bag nya di samping tempat tidur lalu ia masuk ke dalam kamar mandi kemudian menyalakan shower yang ada di atas kepala nya cukup lama.


Dalam benar ia berfikir bagaimana cara ia menjelaskan pada Alana tentang semua yang terjadi.


Apakah Alana bisa menerima nya????


Apakah Alana bisa mengerti tentang semua nya????


Setelah tau tentang semua nya apakah Alana akan menjauhi atau pun meminta putus dari nya????


Setelah ia merasa tubuh nya mulai menggigil barulah ia keluar dari kamar mandi kemudian ia menghubungi Robby untuk membelikan nya minuman alkoh*l, ia ingin menghilangkan sejenak masalah yang sedang menimpa nya.


Robby datang dengan membawa 5 botol minuman alkoh*l yang di minta bos nya itu.


Saat Robby masuk Alka duduk di tepi ranjang masih mengenakan kimono mandi di tubuh nya.


"Apa Alana sudah tau kalau aku sudah datang?!" tanya nya lirih.


"Sudah tuan!"


Alka hanya mengangguk kecil lalu mengibas tangan memberi kode pada Robby untuk keluar.

__ADS_1


__ADS_2