
Ia membalikkan kursi kebesaran nya menghadap ku.
"Silah kan duduk, nona Alana!" Tuan Reiner mempersilahkan ku.
"Terima kasih Tuan!" aku pun duduk meletakkan bokong ku di kursi.
"Ada maksud apa Tuan Reiner mengundang ku kemari?!" tanya ku to the point karena aku yakin Robby pasti sudah bosan menunggu ku di dalam mobil.
"Maaf sudah merepotkan nona, maksud saya mengundang anda kemari hanya ingin berkenalan dengan nona Alana Mulia!"
"Dan ingin menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan Smart Group tentu nya karena menurut pengamatan saya isi dari presentasi nona Alana tadi cukup membuat saya tertarik dengan produk penjualan nya!" lanjut nya lagi.
"Oh kalau soal itu anda bisa bicarakan langsung dengan atasan kami!" balas ku.
"Kalau begitu di mana saya bisa menghubungi Tuan Alka Indrayana?!".
"Saya minta maaf Tuan, Tuan Alka sedang tidak ada di tempat!" ucap ku tidak enak hati.
"Oke, apa saya bisa meminta nomor kontak pribadi nona Alana?!''.
"Si*lan, licik sekali otak nya!" sungut ku dalam hati.
"Baik lah!" aku menyebutkan nomor ponsel ku.
Tak lama sebuah nomor baru masuk ke kontak ku.
__ADS_1
"Itu nomor ku bisa di simpan!"
"Baik lah, kalau tidak ada keperluan lagi, saya pamit?!" aku beranjak dari duduk ku.
"Apa boleh saya menghubungi nona Alana secara pribadi?!" pinta nya saat aku ingin berlalu pergi.
"Boleh saja!" sahut ku singkat.
Saat aku sampai di dalam mobil sesuai dengan dugaan ku, Robby menodong ku denga pertanyaan.
"Lo ngapain, Al kok lama amat? udah jamuran gw nungguin lo di dalam mobil?!"
"Lo emang jamuran kelamaan membujang!" aku tersenyum lebar ke arah nya.
Kami pun sama-sama tertawa geli akan candaan ku tadi.
"Hm.. Dia ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan kita tapi dia ingin membicarakan langsung dengan pak bos".
"Trus.. trus..?!"
"Lo kan tau sendiri pak bos ga tau di mana rimba nya ya jadi nya dia minta nomor ponsel gw ajja?!"
"Trus lo kasih?!"
Aku menanggapi pertanyaan nya dengan anggukan.
__ADS_1
"Itu modus dia ajja kali, Al biar bisa dapatin nomor lo doang".
Mobil kami sampai di area parkiran kantor, Robby dengan hati-hati memarkirkan mobil milik perusahaan yang kami pakai tadi.
Aku dan Robby berjalan beriringan saat tiba di meja resepsionis Febi memberitahu bahwa ada yang mencari Robby selaku pengganti bila Alka sedang tidak ada di tempat.
"Pak Robby tadi ada yang mencari?!" ucap Febi.
Emang dasar Robby sok cool jadi tidak pernah langsung menjawab sapaan karyawan.
"Siapa Feb?!" tanya ku menimpali.
"Utusan dari perusahaan JJ Group kata nya ingin membicarakan mengenai kerja sama perusahaan".
"Oh, kalau gitu makasih ya Feb!" sahut ku.
Robby dan aku kembali beriringan menuju lift khusus petinggi perusahaan.
Robby mengajak ku ikut masuk ke dalam ruangan.
Kami membicarakan kesepakatan kerja sama hanya bertiga saja lalu setelah itu utusan tersebut kembali lagi ke perusahaan mereka.
Saat jam sudah menuju waktu nya pulang aku bergegas pulang ke apartemen ku ingin mengistirahatkan otak dan juga badan di kasur ku nan empuk.
Aku melaju mobil putih kesayangan ku membelah keramaian kota sore hari ini, ah.. penat sekali rasa nya hati ku.
__ADS_1
Kembali aku mengingat kenangan tentang aku dan Alka, sungguh manis rasa nya tapi kamu dimana Alka..
Apa ini kah akhir dari hubungan kita, Alka?!