
Aku dan Kayla baru pulang setelah jam 15.00 malam, adik sepupu ku itu kelihatan lelah sekali karena setelah mandi dia langsung tertidur tanpa makan malam.
Sedang aku setelah makan malam sendiri di ruang tv duduk-duduk sembari memainkan hp.
Kembali aku teringat dengan kejadian siang tadi.
"Ken sekarang kamu sudah jadi milik orang lain tanpa mengingat siapa aku lagi!" Alana bergumam sendiri.
"Padahal dulu kita sedekat nadi namun sekarang kamu sejauh matahari tak bisa lagi untuk ku raih, terlalu jauh!"
Alana menyeruput kopi cappucino kesukaan nya.
"Apa lagi yang bisa aku lakukan selain mengiklaskan mu!" Alana menerawang jauh ke depan.
"Tenyata tak mudah melupakan kenangan kita, Ken!" tak berapa lama Alana melangkah ke kamar nya karena mata nya mulai terasa berat.
Tak menunggu lama Alana pun tertidur dengan pulas.
*
*
*
Selepas dari mengantar Kayla ke kampus Alana melajukan mobil putih milik nya ke kantor.
Alana melenggang masuk menuju ke ruangan nya.
"Pagi ibu Alana!"
"Pagi!" sahut Alana.
__ADS_1
"Pagi bu Alana!"
"Pagi!"
"Selamat pagi ibu Alana!"
"Pagi juga!"
"Pagi ibu Alana tadi pak Robby mencari anda kata nya pak bos menyuruh anda langsung ke ruangan beliau kalau sudah datang?!"
"Ada apa ya Robby cari aku!" Alana berbisik sendiri.
"Makasih ya Amel !"
"Iya sama-sama bu Alana!" sahut Amel.
Alana berlalu masuk ke ruangan nya guna menaruh tas.
Tokk.. Tokk..!!
"Kamu dari mana saja baru sampai?!" tanya Alka sinis tanpa menoleh ke arah nya.
"Maaf tuan, saya terlambat karena tadi saya harus mengantar adik sepupu saya kuliah hari pertama!"
Alka menutup laptop lalu bangkit dan bersandar pada sudut meja menghadap ke arah Alana.
"Kamu tau karena keterlambatan kamu kita akan terlambat rapat dengan ibu Joana dari perusahaan JJ Glow!" tegas Alka.
"Tapi tuan saya hanya terlambat beberapa menit saja!" bela ku.
"Kita berangkat sekarang!" titah nya.
__ADS_1
Kami berdua berjalan beriringan seperti sepasang kekasih.
Saat di perjalanan aku dan Alka tidak saling bicara, Alka mengendarai mobil sport milik nya dengan tenang sedang aku sesekali melirik ke arah Alka.
Alka memang sosok laki-laki dambaan setiap perempuan memiliki wajah tampan bak pangeran di negri dongeng, tinggi badan 183 cm, kulit putih bersih, hidung mancung, rambut hitam gelap dan yang menambah kesempurnaan nya yaitu badan badan nya yang atletis. Perfect itu lah satu kata yang tepat untuk menggambarkan seorang Alka Indrayana.
"Al, Alana..! kamu melamun kan apa, kita sudah sampai!"
Kami turun dengan bersamaan dan ke dalam sebuah cafe XX.
Rupa nya ibu Joana Jovanca sudah sampai lebih dulu, ia di temani seorang asisten pria berjas hitam.
Ibu Joana berdiri menyambut kedatangan kami. "Silah kan duduk tuan Alka!".
Alka terlihat dingin terhadap nya dan memang seperti itu lah sifat Alka bila bertemu dengan orang yang tidak terlalu dekat dengan nya.
"Kalian mau minum apa tuan Alka?!" tanya ibu Joana melepas kaca mata dari hidung mancung nya.
"Terserah!" sahut nya singkat.
"Dan anda nona?!" tanya nya pada ku.
"Saya coffee cappucino saja nona!" sahut ku tegas.
"Oke, Bram pesan kan 2 coffee cappucino untuk mereka!"
"Saya tidak minum coffee cappucino!" sahut Alka tegas.
"Bram pesan kan mocacino untuk tuan Alka!"
Dan yang di suruh pun langsung melaksanakan perintah bos nya.
__ADS_1
"Kita langsung saja nona Joana, karena saya tidak punya banyak waktu!" Alka pun berucap panjang lebar.
Selesai rapat singkat tersebut kami pulang ketempat tujuan masing-masing.