
Seorang pria berketurunan Indo-Thailand baru saja tiba di bandara menunggu jemputan yang belum juga tiba.
Ia di apit oleh seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun dan seorang perempuan berkacamata hitam menggunakan masker sembari menarik koper dan menenteng tas hitam seharga sebuah rumah mewah ia berjalan bak seorang model.
Sang pria dewasa itu adalah Alka Indrayana, anak laki-laki itu ia lah anak yang ia rawat bersama mantan istri yang ada di sisi kiri nya sejak berusia 1 bulan.
"Welcome to my country, boy!!" ucap nya pada anak yang sudah ia anggap anak kandung nya itu.
"Thank you, dad!!" sahut anak itu.
Obrolan mereka terputus saat Alka melihat Robby datang menjemput mereka.
"Selamat datang tuan Alka!" Robby memberi hormat pada majikan nya itu.
"Selamat datang tuan Ryan!"
"Selamat datang nona Jessica!"
"Who are you?!" tanya Ryan pada pria yang tampak seusia dengan ayah nya.
"He is Robby!" tukas Alka.
"Go away boy?!" Alka tampak tak sabar ingin mempertemukan Ryan dengan kakek nya.
Alka dan Ryan berjalan beriringan sedang Jessica dan Robby menyusul di belakang.
Mereka tiba di mansion megah milik keluarga Indrayana dan mereka tak di sambut oleh sang empu nya mansion.
Kakek Indra tak menyambut mereka di ruang tamu nyata nya ia sekarang berada di kamar sedang membaca buku.
__ADS_1
Ketiga nya hanya di sambut oleh ART yang sudah puluhan tahun mengabdi yaitu Mbok Tum.
"Silahkan masuk tuan Alka!" Ketiga nya masuk.
"Kakek mana Mbok?!" pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Alka.
"Tuan besar sedang istirahat di kamar!"
"Oh..!" Alka mengajak Ryan dan juga Jessica naik ke kamar kakek Indra.
Tokk.. Tokk..
Alka membuka pintu kamar terlihat kakek sedang duduk bersandar di kasur nya sembari membaca buku.
"Selamat siang kek?!" Alka menyapa kakak terlebih dahulu.
"Lihat lah kek, Alka membawa seseorang!" Alka menyuruh Ryan memberi hormat pada kakek nya.
"Selamat siang kek!!" ucap Ryan dan Jessica serempak.
Kakek menanggapi nya hanya tersenyum kecil, Alka bisa membaca sikap kakek.
Kakek memang tidak terlalu suka dengan Jessica sejak dulu masih menjadi istri Alka karena Jessica tidak ingin mengandung anak Alka.
Alka mengajak Ryan dan Jessica masuk ke kamar mereka masing-masing setelah di tunjukan mbok Tum.
Suasana makan malam di kediaman kakek Indra terdengar hanya suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
"Boy besok daddy ingin mengajak mu ke kantor, apa kau keberatan?!" ucap Alka antusias.
__ADS_1
"Aku merasa sangat senang daddy mengajak ku ke kantor!"
"Sekalian daddy ingin memperkenalkan kamu pada para karyawan di kantor daddy!" tukas Alka lagi.
"Ryan ingat kamu tidak boleh terlalu capek dulu!" timpal Jessica yang duduk di sebelah kursi anak nya itu.
"Alka apakah kamu sudah memberi kabari pada Alana kalau kamu sudah tiba!" sanggah kakek yang sejak tadi tidak ikut bicara.
"Belum kek, rencana nya besok sekalian di kantor Alka perkenalkan dia sama Ryan!"
"Kakek harap kamu tidak lupa pada Alana!!" kakek beranjak sembari melangkah menuju tangga.
"Apa kamu belum mengabari Alana?!" tanya Jessica kemudian.
"Belum!"
"Sebaik nya kamu beritahu dia dulu kalau kamu sudah tiba!"
"Besok saja!" sahut Alka singkat.
"Tapi..?!"
"Aku hanya ingin Ryan sembuh terlebih dahulu!"
"Sampai kapan Alka, dia tidak bersalah dalam hal ini!!".
"Susah lah aku ingin istirahat!" Alka beranjak menuju kamar nya.
Tak lama kemudian menyusul Ryan dan Jessica beranjak menuju kamar mereka masing-masing.
__ADS_1