Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 45


__ADS_3

Alana datang sendirian ke pesta ulang tahun Ryan, sebenar nya ia enggan datang ke pesta ini karena ia jengah melihat wajah Jessica dan juga Ryan.


Saat ia datang tadi Alka tengah asyik mengobrol dengan para rekan bisnis yang sengaja ia undang karena malam ini Alka akan memperkenalkan Ryan pada rekan bisnis nya.


Alana celingak celinguk mencari seseorang yang barang kali bisa ia ajak ngobrol.


Tampak Robby berjalan ke arah nya.


"Hai Al! sendirian?!" tanya nya menyerah kan segelas minuman pada Alana.


Memang kalau hanya sedang berdua saja dengan Alana, Robby tidak terlalu formal memanggil nya.


"Thank's! iya gw sendirian, emang sama siapa yang mau nemenin gw!!" sahut Alana cemberut.


"Ups, sorry?!" sesal Robby ikut melirik ke arah Alka yang sedang asyik ngobrol.


Seulas senyum hampir tak terlihat dari bibir Alana.


"Al, gw ke sana sebentar ya, bu bos halu manggil gw!" ucap nya menepuk pelan bahu Alana.


Alana hanya menyahut dengan anggukan dan senyuman khas nya.


Seseorang dengan suara bariton menyapa nya dari belakang.


"Kamu cantik banget malam ini?!".


Alana berpaling ke belakang.


"Kenshin!!" ucap Alana kaget.

__ADS_1


"It's me!" Kenshin melangkah ke hadapan gadis cantik ini.


"Bersulang..!"


"Ciisss..!" Kenshin mengadu gelas kedua nya.


"Minuman ini terasa lebih nikmat bila sambil memandang Queen yang cantik jelita ini!"


"Pujian mu membuat ku tersanjung!" pipi Alana merona.


"Itu kenyataan nya, nona!" keduanya sama-sama terkekeh.


Tanpa sengaja pandangan Kenshin menangkap sosok Alka sedang melihat ke arah mereka.


"Emang nya aku ga cantik biasa nya!" tukas Alana pura-pura cemberut.


"Kecantikan mu selalu terlihat sempurna di mata ku!" balas nya menatap lekat manik mata coklat milik Alana.


Kenshin menampilkan senyum miring nya.


"Tunangan mu sibuk mengobrol dengan rekan bisnis nya?!" sindir Kenshin.


"Apa kamu mau menjadi partner ku malam ini?!" ucap Alana berdiri menghadap nya.


"Why not!!" Kenshin mendapat jawaban Alana seperti mendapat lampu hijau sembari menggamit tangan Alana ke lengan kiri nya.


Alana mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa tersenyum lebar.


"Apa tunangan mu sedang tidak enak badan?!" tanya Alana kemudian.

__ADS_1


"Aku tidak pernah menganggap nya ada dalam kehidupan ku, di cuma adik sepupu bagi ku!"


"Candaan mu tidak lucu!"


Kenshin terkekeh lebar mendengar ucapan Alana.


Alka tampak gusar melangkah ke arah mereka bagi nya Alana hanya lah milik nya.


"Selamat malam tuan Alka Indrayana yang terhormat, saya merasa tersanjung atas undangan anda malam ini!" ucap Kenshin panjang lebar menjabat tangan Alka.


Alka membalas jabatan tangan Kenshin sembari menatap tajam.


"Terima kasih telah sudi meluangkan waktu untuk datang ke pesta ini!"


"Hai sayang, apa kamu sudah lama?!" Alka meraih tangan Alana sembari mengecup nya mesra.


"Dari beberapa menit yang lalu!" balas Alana sinis.


"Keren ya, anda tidak tau kapan tunangan nya tiba di pesta anda sendiri!" Kenshin terkekeh geli.


"Mari sayang, kita kedepan sana aku ingin membuka acara!" Alka tidak melepas genggaman nya dari Alana.


Keduanya berjalan ke arah Ryan dan juga Jessica berada.


Dapat di tangkap oleh pendengaran mereka bisik-bisik para tamu undangan.


"Bukan kah yang hamil besar itu mantan istri nya yang dulu!"


"Kenapa tidak memikirkan perasaan tunangan nya, sih!"

__ADS_1


"Bukan nya mereka sudah bertunangan tapi kok ada orang ketiga!"


Alana menghela nafas berat mendengar ocehan para tamu undangan itu.


__ADS_2