Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 43


__ADS_3

Hari-hari pun berganti seperti biasa nya meskipun ada atau pun tidak cinta di hati kita mesti tetap menata hati untuk menjadi lebih baik.


"Mbak, ada yang mau ke rumah nanti malam?!" ucap Kayla saat Alana selesai mandi sore itu.


"Siapa?!"


"Teman ku mbak!"


"Cowok?!" tebakan Alana ternyata benar.


"Teman apa teman?!" pipi Kayla memerah.


"Teman kok mbak?!"


"Ya udah kalau kamu ga mau jujur, mbak bisa cari tau sendiri kok!!" Alana duduk di sebelah adik sepupu nya ini.


"Kamu nonton apa, dek?!"


"Nonton acara masak mbak?!"


Alana tidak menanggapi ucapan Kayla, ia malah asik berbalas pesan dengan Kenshin.


Hp nya berbunyi..


"Hai cantik, kamu lagi ngapain?!" Alka yang menelpon nya.


"Lagi mau balas chat dari kamu!" sahut Alana.


"Aku ga tepat waktu dong telepon kamu, makan malam yuk, nanti malam?!"


Alana menggeleng.


"Kamu ada acara sama Alka!"


Lagi-lagi Alana menggeleng.


"Aku jemput ya nanti malam, bye?!" Alka mematikan sambungan telepon.


Dan malam ini sebelum Kenshin sampai ternyata tamu Kayla lebih dulu sampai.

__ADS_1


Alana masih memakai baju kaos mini mouse dan celana pendek sedang bersantai menonton tv.


"Mbak kenalkan teman ku!" Kayla memperkenalkan teman lelaki nya pada Alana.


"Alana, kakak sepupu nya Kayla!" Alana menjabat tangan pria berkaca mata di hadapan nya.


"Gibran, senang berkenalan dengan mbak Lana!"


"Silah kan duduk, mbak ambil minum dulu?!" Alana berlalu ke dapur.


Tak berapa lama Alana kembali membawa nampan berisi 1 botol minuman cola dan 2 buah gelas, ia meletakkan di atas meja kemudian berlalu ke dalam kamar dan berganti pakaian.


Saat ia keluar kamar rupa nya Kenshin sudah menunggu nya di ruang tamu sedang ngobrol bersama Kayla dan juga Gibran.


"Hai, kamu sudah sampai!" Alana menyapa Kenshin.


"Barusan!"


"Kita langsung berangkat ajja biar ga ganggu mereka lagi kasmaran!" goda nya.


Mereka sampai di sebuah restaurant elit dan langsung memesan makanan.


Kenshin menjeda kunyahan di mulut nya.


"Aku harap secepat nya mendapatkan undangan pernikahan kalian karena aku sudah tidak sabar melihat mu duduk di pelaminan".


Kenshin menarik nafas dalam lalu perlahan menghempaskan nya.


"Sudah aku bilang tidak akan ada pernikahan diantara kami".


"Lalu kau menunggu siapa, aku?!"


"Iya!" sahut nya to the point yang membuat Alana terkekeh.


"Ken, Ken! hubungan ku dengan Alka saja belum ada ujung nya dan sekarang kamu bilang menunggu ku".


"Al, aku serius!"


"Aku masih mencintai mu!" lanjut nya.

__ADS_1


"Sekarang saja aku ingin menyudahi hubungan kami!"


"Kembali lah pada ku, Al?!"


"Ck!" Alana berdecak kesal pada Kenshin.


"Aku ingin ke belakang sebentar!" ucap Alana beranjak dari duduk nya.


Di dalam toile ia menangisi nasib nya, padahal dulu ia sangat mencintai Kenshin bahkan ketika peristiwa na'as merenggut semua ingatan Kenshin tentang nya masih ia jaga cinta itu namun atas permintaan mama nya Kenshin terpaksa harus ia tinggalkan Kenshin bersama kenangan tentang mereka.


Setelah puas menangis ia pun keluar menemui Kenshin.


"Kok lama banget!" ujar Kenshin.


"Maaf!"


"Kamu habis nangis?!"


"Ga, siapa yang nangis!" ucap nya berkilah.


"Kamu habis nangis, Al?!"


"Ga Ken!"


"Ya udah kalau gitu kita pulang ajja!"


"Kenapa pulang?!"


"Aku khawatir sama kamu!"


"Mata ku tadi kelilipan, ada nyamuk di toilet tadi?!"


"Al..!!"


"Benaran..!"


"Alana, aku kenal siapa kamu".


"Oke..!" akhir nya Alana mengalah.

__ADS_1


"Sebaik nya kita pulang sekarang!" ucap nya kemudian.


__ADS_2