
1 bulan sekali Alka harus menemani Ryan cek up ke Canada guna penyembuhan total anak angkat nya itu dan ini kali ke 3 Alka menemani anak yang sudah ia anggap darah daging nya sendiri.
Dalam hal ini Alana merasa si nomor 3 kan oleh tunangan nya itu yang tidak pernah menganggap nya ada semenjak kehadiran Ryan dan Jessica.
Apa lagi sekarang kehamilan Jessica sudah memasuki bulan ke 6 3selalu menuntut Alka untuk selalu di sisi nya kapan pun.
Kakek Indra telah tiada 2 bulan yang lalu semakin membuat Alka tidak punya waktu lagi buat Alana dan perlahan Alana mulai menjauh dari Alka yang sudah tak memperdulikan nya.
3 hari Alana mengajukan cuti pulang kampung itu pun Alka tak merasa keberatan lain hal nya dulu sebelum kehadiran Jessica dan juga Ryan.
Hubungan mereka renggang di karena kan Ryan yang tidak menyukai Alana dekat dengan daddy nya dan ingin agar mommy dan daddy nya kembali bersatu seperti dulu.
"Jangan sampai tuan melepaskan berlian dari tangan hanya untuk mendapatkan kerikil yang tak berharga", kalimat yang kemarin Robby ucapkan yang belum Alka sadari.
3 hari Alana merenung keputusan yang akan ia ambil dan keputusan finish Alana akan meninggalkan Alka.
Alana mengajak Alka dinner di sebuah cafe yang biasa mereka datangi.
"Aku kembalikan cincin ini pada mu, Alka?!" Alana menyerahkan cincin pertunangan mereka di hadapan Alka.
"Maksud kamu apa, Alana?!" Alka menatap tak percaya.
"Mulai sekarang kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi!" tekan nya.
"Kamu jangan egois..!!"
__ADS_1
"Aku egois. coba kamu tanyakan pada diri kamu sendiri, apa benar aku yang egois..!" Alana tidak ingin terbawa perasaan.
Wajah Alka menunduk.
"Aku minta maaf, aku tau aku yang egois! aku tidak ingin kita putus, aku mencintai mu?!" ucap nya lirih.
"Dalam sebuah hubungan tidak hanya butuh kata 'aku mencintai mu' saja Alka!"
"Iya aku tau tapi aku tidak ingin kita putus!"
"Sebaik nya kita pilih jalan kita masing-masing", Alana beranjak dari duduk nya.
Saat hendak melangkah lengan nya tiba-tiba di pegang Alka.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku?!" lirih Alka.
"Aku tak bisa tanpa mu?!"
Ia tak memperdulikan ucapan Alka sembari menyentakkan tangan dari genggaman pria yang masih mengisi relung hati nya ia melangkah keluar Dari cafe tersebut menuju parkiran mobil.
Sesaat ia menyeka air mata di pipi nya sebelum akhir nya melajukan mobil untuk membelah keramaian kota ini di malam hari.
Pagi hari nya Alana terbangun dengan mata yang sembab ia baru bisa memejamkan mata setelah pukul 4 dinihari.
Di kantor ia lebih banyak diam tak secara hari biasa nya, saat Alka baru sampai di ruangan nya Alana lebih memilih menghindar apa lagi mereka berada dalam 1 ruangan, itu tak mudah bagi Alana.
__ADS_1
Jam makan siang terlihat Jessica datang bersama Ryan membawakan 1buah paper bag hitam di tangan nya, mungkin itu bekal untuk makan siang.
Lagi-lagi Alana harus menghindar lebih dahulu dari pada hari nya sakit menyaksikan Jessica menyuapi makanan ke mulut Alka.
Ia menarik nafas berat sebelum akhir nya ia beranjak untuk ke kantin kantor.
Robby menghampiri nya di kantin dengan membawa menu makan siang untuk nya.
"Boleh aku duduk?!" tanya nya basa basi.
"Tidak masalah, duduk lah!"
"Akhir-akhir ini ya sering liat lo ngelamun, apa terjadi sesuatu?!"
Robby merupakan kakak kelas nya dulu yang diam-diam menyukai si bintang kelas di sekolah nya itu.
"I'm oke!" jawab nya singkat.
"Kalau terjadi sesuatu bicara lah, jangan sungkan?!"
Alana menampilkan senyum sahaja nya.
"Semua nya sedang baik-baik saja, Rob!!"
"Baik lah kalau begitu, mari kita makan!!!!" Robby mencoba menghibur partner kerja nya itu.
__ADS_1
"Pada sekali lo sembunyiin semua nya dari gw!" gumam pria berlesung pipi itu.