Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 33


__ADS_3

ART yang sudah berusia 70an membuka pintu untuk Alana.


"Nona Alana, ada yang bisa saya bantu?!" tanya mbok Tum tersenyum ramah.


"Alka nya ada mbok?!" tanya ku tak kalah ramah.


"Ada non, sedang di kamar!"


"Bisa di panggil kan mbok, Alka nya?!" tanya ku ragu.


"Baik non!" mbok Tum naik ke atas tak berapa lama turun lagi memberitahu ku kalau Alka sedang tidak ingin di ganggu.


"Aku mohon mbok, aku harus ketemu Alka sekarang ada hal penting yang harus kami bicara kan!" lirih ku.


"Maaf nona, tuan Alka sedang sibuk kata nya dan tidak ingin di ganggu!" seru nya.


Kakek Indra turun dari tangga mendengar perdebatan aku dan mbok Tum.


"Tum antar dia ke kamar Alka!" perintah kakek Indra pada ART nya yang sudah puluhan tahun mengabdi.


"Tapi tuan besar, tuan Alka sedang tidak ingin di ganggu kata nya!"


"Alana ikut kakek!" perintah nya.


"Baik kek!" aku mengikuti langkah kakek.

__ADS_1


" Apa kalian ada masalah?!" lirih kakek bertanya pada ku.


"Kami sedang baik-baik saja, kek!" ucap ku berbohong.


Kakek menanggapi nya dengan anggukan. "Syukur lah!"


Tokk.. Tokk..


Kakek mengetuk pintu kamar Alka seperti nya.


"Alka keluar lah atau kakek yang masuk?!" tegas kakek.


"Alka sedang sibuk kek!" sahut nya dari dalam.


Klik...


Pintu kamar di buka.


"Masuk lah nak, bukan kah kalian harus bicara!" iba kakek pada ku.


"Makasih kek!" kakek meninggalkan kami sendirian di dalam kamar Alka.


"Alka, aku...!" ucap ku tertunduk.


"Duduk lah..!" ucap nya sembari duduk di sofa samping ku.

__ADS_1


"Hah..!" ucap ku kikuk.


"Kemarin di unit tidak seperti yang kami lihat!" ucap ku to the point.


"Dia pria dewasa dan kamu wanita dewasa di dalam sebuah unit cuma ada kalian berdua!" ucap nya sinis.


"Alka itu tidak seperti yang kamu lihat!" ucap ku lirih.


"Semua nya mungkin saja terjadi, Alana!"


"Kamu tidak pernah mau mendengar penjelasan ku!" ucap ku mau kalah.


Alka membuang muka.


"Kemarin malam jam 12 tengah malam Yossie menghubungi ku mengatakan bahwa Kenshin mab*k berat sejak sore semula aku bersikeras menolak namun demi dia aku mengalah dan aku tidak tau harus membawa nya kemana sementara malam juga semakin larut dan aku tidak mungkin bisa mengantar nya ke mansion keluarga nya dan kamu pasti tau alasan ku, pagi hari nya kamu ke unit ku!" jelas ku panjang lebar.


"Aku mohon percaya lah pada Alka, aku tidak mungkin membohongi mu!" sambung ku lagi.


"Aku cemburu Alana salah kah bila aku cemburu bila melihat dengan mata kepala ku sendiri ada seorang pria dewasa di unit tunangan nya, sedang aku sangat mencintai mu!" dua meluahkan isi hati nya pada ku.


"Kamu berhak cemburu pada ku Alka tapi kamu juga harus percaya pada ku, aku tidak mungkin menghianati mu, percaya lah!" air mata ku pun meleleh di hadapan nya.


Alka merangkul ku tiba-tiba lau ia meminta maaf. "Maafkan aku, sayang! aku seperti itu karna aku sangat mencintai mu, aku takut kehilangan mu, baby!" air mata ku membasahi kaos yang ia pakai.


"Aku minta kamu jangan ulangi lagi, oke!!" ia mengusap puncuk kepala ku.

__ADS_1


__ADS_2