
Alka mengajak Alana makan malam di rumah nya bermaksud memberitahu kakek Indra ingin melamar Alana ke keluarga nya di kampung.
Kakek Indra langsung membukakan pintu untuk mereka.
"Selamat datang calon cucu menantu ku Alana!" sambut Kakek.
Alana menyalami tangan kakek sembari cipika-cipiki pipi kakek.
"Selamat malam kek, gimana kabar kakek?!" ucap ku.
"Kabar kakek selalu sehat!"
"Kamu hebat Alana bisa menaklukan anak b*doh ini!" ujar nya sesaat setelah mempersilakan ku duduk.
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan kakek sedang Alka tidak menanggapi percakapan aku dan kakek.
"Maaf tuan besar makan malam nya sudah siap!" ucap mbok Tum datang dari dapur.
"Mari kita makan malam dulu Alana!" ajak kakek.
Alka bangkit dari duduk nya menggamit tangan ku.
"Ayo sayang kita makan malam!"ajak Alka.
Aku mengikuti langkah nya saat kami sudah ada di meja makan nan mewah kakek melanjutkan obrolan.
"Apa benar besok kamu mengajak Alana menemui keluarga nya?!" tanya kakek sesaat setelah kami memulai acara makan malam.
"Kami berangkat setelah rapat karyawan di kantor besok pagi kek?!" sahut Alka melirik ke arah ku.
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak berangkat pagi-pagi bukan kah kata Alana perjalanan nya cukup jauh?!"
"Besok rapat pimpinan dan karyawan jadi tidak dapat di wakili kek, lagi pula Robby sedang ada di Malang!" sahut Alka menoleh pada ku.
Kakek manggut-manggut ia tau pasti betapa sibuk nya Robby mengurus anak cabang perusahaan nya yang di Malang.
"Baik lah biar nanti setelah makan malam kakek akan coba hubungi Robby!"
"Tidak usah merepotkan Robby lagi kek, Alka bisa mengatasi nya sendiri!"
"Kakek tidak ingin menunda hal baik ini!" ucap kakek keras kepala.
"Tapi kek...!"
"Alka, Kakek tidak ingin di bantah!!"
Ternyata sifat keras kepala Alka menurun dari kakek, aku hanya jadi penonton kekerasan kepala cucu dan kakek nya ini.
Di perjalanan Alka tidak banyak bicara Alka mungkin saja ia sedang mempertimbangkan ucapan kakek Indra tadi.
"Sayang aku ga mampir ya ke unit kamu ya, aku mau langsung istirahat!" ucap nya menatap ku.
"Kamu hati-hati di jalan ya!" Alka mengecup kening ku.
"Bye!!" mobil Alka pun melaju membelah jalanan ibukota nan ramai.
*
*
__ADS_1
*
*
Alka menjemput ku pukul 7 pagi dan langsung berangkat ke kampung halaman ku.
Di sepanjang jalan kami di suguhkan pemandangan kampung yang asri nan memanjakan mata bagi pengendara yang melewati nya.
Sesampai nya kami di rumah ku yang sekarang di tempati bibi Lasmi dan keluarga nya, kami di sambut langsung oleh bi Lasmi yang masih tampak pucat di apit oleh Kayla dan mas Farel.
Aku dan Alka menyalami punggung tangan wanita paruh baya tampak sedikit kuyu.
"Gimana kabar bibi?!" tanya ku duduk di sebelah nya sedang mas Farel pindah duduk di samping ku.
Raut wajah Alka sedikit masam melihat mas Farel duduk di samping ku.
"Kenalkan mas Farel ini Alka dan Alka ini mas Farel sepupu ku yang sudah ku anggap kakak kandung ku!" kedua nya bersalaman.
Kayla datang menyuguhkan kami teh manis hangat lengkap dengan camilan.
"Gimana kabar bibi?!" tanya Alka perhatian.
"Bibi sih udah sehat nak Alka cuma Kayla nya ajja belum mau meninggalkan bibi sama mas nya", sahut bibi.
"Syukur lah kalau Bibi sudah enak kan!"
"Oh ya mas Farel ga ngajar?!" tanya ku.
"Hari ini kebetulan mas ga ada jadwal!" sahut mas Farel kaku mungkin ia masih tidak enak hati pada ku.
__ADS_1
"Kata mas Farel kemaren jadwal nya sengaja di kosong kan mbak, mas Farel kangen sama mbak Lana!" celetuk Kayla langsung mendapatkan tatapan tajam dari mas Farel.
"Di sekolah kebetulan ada anak kuliah KKM jadi kami yang guru asal fa terlalu sibuk!" sahut mas Farel apa ada nya.