Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 06


__ADS_3

Setelah kejadian di sawah waktu itu mas Farel terlihat menjaga jarak pada ku bukti nya ketika aku pulang ke kota dia tidak ada di rumah.


*


*


*


Aku sudah ada di kantor tempat ku bekerja menjalani rutinitas ku seperti hari-hari sebelum nya, namun ada sedikit yang berbeda bos ku tampak seperti ingin aku selalu ada di ruangan nya dengan berbagai alasan.


Sepulang dari kantor aku benar-benar ingin istirahat di apartemen saja.


Sebelum aku sampai di unit ku ternyata Kenshin sudah ada di apartemen di sana.


"Hallo sayang, aku selalu kangen sama kekasih ku yang cantik ini", Kenshin memeluk Alana dari belakang.


Alana membelai mesra pipi Kenshin dengan tangan kanan nya, Kenshin letak kan dagu nya ke bahu kanan kekasih nya.


"Honey besok aku harus ke Bali dalam beberapa waktu "


Alana memutar badan menghadap Kenshin. "Tapi kan kita baru sehari ketemu Ken".


"Tapi ini juga demi masa depan kita,baby", rayu Ken.


"Aku harus menangkap basah pak Dustin" Ken melu**t bibir Alana.


Kedua nya terhanyut dalam suasana romantis tersebut, mereka di ganggu suara deringan hp Alana yang ada di dalam tas cangklong milik nya.


Alana melepaskan permainan bi**r mereka, Ken tampak begitu frustasi.


Alana mengangkat panggilan video yang tertera nama Farel.


"Hallo mas ada apa?"


"Lana ini bibi", tampak wajah perempuan baru baya itu tersenyum teduh.


"Lana, Bibi minta maaf sebelum nya"

__ADS_1


"Minta maaf??"


"Bibi minta maaf atas sikap Farel kemaren pada mu, nak"


"Bibi benar-benar tidak tau kalau Farel sudah menaruh hati pada mu sejak kalian masih anak-anak ", lanjut nya lagi.


"Bibi tidak perlu minta maaf Lana benar-benar menganggap mas Farel sebagai kakak kandung buat Lana"


"Syukur lah nak, kamu benar-benar berhati mulia, kalau begitu bibi tutup dulu telepon nya", panggilan pun berakhir.


Kenshin tampak duduk di sofa dengan wajah manyun.


Aku pun masuk ke kamar ku ingin menyegarkan badan yang terasa penat dan lelah, pekerjaan yang begitu menumpuk karena aku tinggal selama 2 hari untuk cuti.


Selesai mandi aku menghampiri Ken duduk di sofa ketika aku meledak kan bokong ku di sofa Ken pun beranjak pergi ke kamar tamu yang ia jadi kan tidur ketika ia nginap di unit ku.


Sambil menunggu Ken mandi aku memainkan hp ku terlihat mas Farel menulis pesan pada ku.


SALAH KAH BILA RASA INI HANYA TERTUJU KEPADA MU DAN AKAN SELALU TERTUJU PADA MU ( L 💔 )


Tanpa aku sadari Kenshin udah ada di belang ku, berarti ia juga ikut membaca pesan dari mas Farel tadi.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya ku menghampiri nya


"Pulang", jawab nya singkat.


"Kok pulang, ga nginap, aku kan masih kangen", manja ku.


Ia hanya menatap ku yang ada di hadapan nya dengan wajah datar lalu membuka pintu.


"Ken, aku ga punya perasaan apa-apa pada nya, aku cuma menganggap nya sebagai saudara ga lebih, please!!" Kenshin masih diam seribu bahasa.


"Aku harus pulang sekarang", ucap nya.


"Ken, Please!", mata ku mulai mengembun.


"B*doh", Kenshin mendekap ku di dada bidang yang membuat ku selalu merasa damai.

__ADS_1


Di dalam dekapan nya aku benar-benar mengeluarkan air mata entah mungkin ia merasa baju nya sedikit basah maka nya ia melepaskan dekapan nya lalu menghapus air mata ku.


"Aku tidak ingin ada laki-laki lain selain aku di hati mu dan kamu tau kalau aku sangat pencemburu, baby".


Aku menatap manik mata nya dan ku lihat benar-benar sebuah ketulusan di sana, aku hanya mampu mengangguk pelan.


"Aku sangat, sangat dan sangat mencintai sayang" ucap nya mendekap ku lagi.


Sementara itu di lain tempat Farel tengah menatap foto Alana dan diri nya yang ia ambil ketika Alana minta di potret oleh diri di layar hp milik nya.


"Lana salah kah aku menaruh hati pada mu",Farel mendekap hp milik nya sembari berbaring di kasur.


*


*


*


Ken benar-benar lembur semalaman Alana menemani nya lembur di apartemen nya.


Pagi hari nya Ken berangkat dengan jet pribadi ke Bali, Gilang sang asisten sudah seminggu berada di sana guna menyelidiki kasus perusahaan cabang Daksa Group di Bali.


Saat mereka sudah berada di hotel yang akan menjadi tempat Ken istirahat selama di Bali.


"Sudah kamu pasti kan tidak ada yang tau kalau saya ke sini,bukan??" Kenshin memastikan rencana.


"Betul tuan Kenshin".


"Syukur lah".


"Kapan kita akan bergerak??" sambung Ken.


"Kemungkinan besok atau lusa kita sudah bisa bergerak tuan".


"Kenapa kau lamban sekali bergerak", Ken mulai terpancing emosi.


"Karena lusa adalah waktu yang sangat tepat untuk tuan menangkap tangan Dustin".

__ADS_1


"Oke, silah kan kamu keluar karena saya ingin istirahat, saya belum tidur dari semalam".


"Baik lah kalau begitu saya permisi".


__ADS_2