Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 40


__ADS_3

Pagi ini matahari tampak enggan menampakkan diri, ia masih betah berselimut awan mendung di atas sana.


Di parkiran Alana melihat mobil Alka terparkir rapi di lobby, jantung nya berdebar senyum nya merekah indah di bibir nan sexy berwarna peach.


"Penantian selama 3 bulan akhir nya terobati hari ini!" gumam nya dalam hati.


Alana menuju meja resepsionis untuk memastikan apakah benar kalau itu mobil milik Alka.


"Feb, apa tuan Alka sudah sampai?!" tanya Alana tak sabar.


"Iya bu Alana, tuan Alka sekarang sudah ada di ruangan nya!" sahut Febi ragu.


"T..tapi bu..?!" Febi seperti ingin menyampaikan sesuatu tapi ragu.


"Kenapa Feb..?!".


"Ga jadi deh bu kalau gitu selamat bekerja bu Alana..!!"


Alana berlalu meninggalkan Febi lalu melangkah menuju lift para petinggi di perusahaan itu, Alana melangkah keluar dari lift menuju ruangan Alka sembari bersenandung ria.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Alana langsung masuk keruangan Alka yang sekaligus ruangan nya karena semenjak mereka punya hubungan spesial Alka menyuruh memindahkan meja kerja Alana ke ruangan nya, ia ingin menatap wajah Alana setiap waktu saat ada di kantor.


"Al...!!" ucapan Alana terhenti saat melihat Alka sedang mengobrol asyik bersama Ryan dan juga Jessica.


"Maaf..!" ucap Alana kemudian meletakan bokong di kursi.

__ADS_1


Alka, Ryan dan Jessica menatap ke arah Alana.


"Alana duduk lah bersama kami..!" sapa Jessica yang ada di sofa.


"Iya makasih, ga usah aku lagi ada kerjaan?!" lirih Alana menatap Alka.


"Tapi kan kamu baru datang!" ucap Jessica lagi.


"Iya sebentar lagi ada meeting di luar!"


"Jam berapa!" tanya Alka tanpa melirik ke arah Alana.


"Jam 8!!" sahut Alana singkat.


"Kenapa cepat sekali?!"


"Baik lah sebentar lagi kita berangkat!"


Dan setelah pamit pada anak nya Alka dan aku berangkat ke sebuah perusahaan tempat kami mengadakan rapat.


Satu setengah jam rapat selesai, kami langsung pulang kembali ke kantor.


Di dalam mobil Alka tak sepatah kata pun bicara sama seperti kami berangkat tadi.


"Apakah kamu sedang baik-baik saja Alka?!" pertanyaan ku memecah keheningan di antara kami.

__ADS_1


"M... maksud kamu?!" Alka bertanya balik pada ku.


"Kenapa kamu datang tidak memberi kabar pada ku?!" tanya ku sesaat.


"Apa kamu tau betapa khawatir nya aku saat kamu tidak memberi ku kabar!!" mata ku mulai mengembun.


"Aku minta maaf, Al!"


"Apa kamu tau betapa rindu nya aku pada mu, Alka?!" ucap ku kembali lirih dan air mata ku pun jatuh.


Ia menghentikan mobil di bahu jalan. "Aku minta maaf Alana!!"


"Aku tidak butuh maaf mu, Alka yang aku butuh jawaban mu?!!" Alana menatap nanar pada Alka di samping nya.


"Ryan mengidap leukemia saat aku di sana ternyata sudah stadium awal dan harus terus kemo, beruntung dia masih bisa di sembuh kan dan selama aku disana hanya sibuk mengurus kemo nya saja apalagi hp ku kecurian dan semua kontak nya hilang termasuk kontak mu!!" jelas nya panjang lebar.


"Aku tidak bisa meninggalkan dia di Canada dengan kondisi nya masih lemah apa lagi Jessica sedang hamil dan suami nya yang baru saja meninggal, aku tidak tau harus berbuat apa lagi, Alana!!" ucap nya lirih.


"Tapi tidak dengan mengabaikan aku, Alka?!" air mata ku jatuh berderai.


Ia mengambil ku ke dalam dekapan nya. "Aku minta maaf, sayang. Aku minta maaf!!", ia memeluk ku erat di dalam dekapan nya yang selalu membuat ku nyaman.


"Aku sangat merindukan mu, aku tidak tau harus menyampaikan pada siapa rasa rindu ku ini", aku menangis sesenggukan dalam dekapan nya.


Kami saling berpelukan erat untuk melepaskan segala kerinduan yang selama ini telah membuncah begitu hebat nya.

__ADS_1


Setelah rasa rindu kami terobati Alka kembali melajukan mobil nya menuju kantor yang menjulang tinggi milik nya.


__ADS_2