Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 50


__ADS_3

Alka mengajak Alana makan siang di sebuah cafe favorit mereka.


Sebenar nya Alana enggan memenuhi permintaan Alka untuk makan siang bersama ia tau saat makan siang bersama nya pun Alka sibuk dengan hp nya entah berbalas pesan dengan siapa Alana sudah tidak ingin ambil pusing.


"Jadi cerita nya kamu mengajak ku makan siang hanya ingin mempertontonkan kamu berbalas pesan?!" tanya Alana sinis.


Seketika Alka menghentikan kegiatan nya dan meletakkan hp nya di meja.


"Aku minta maaf, sayang!"


Alana tersenyum mengejek.


"Aku kangen sama kamu, Al?!" ucap nya menggenggam sebelah tangan Alana.


Alana menyentak tangan dari genggaman Alka.


"Kamu mau nya apa sih, aku sibuk tau ga?!" tegas ku.


"Hey, kamu kenapa baby?!"


"Kamu anggap aku ini siapa sih? atau aku udah ga ada lagi di hati kamu?!" hati ku kembali teriris saat mengucapkan kalimat itu.


"Kamu ngomong apa sih, kamu meragukan cinta ku? di hati ku cuma ada kamu", sahut Alka gemas.


Aku memalingkan wajah ke samping terus terang aku jengah mendengar ucapan nya.


"Kamu yakin, Alka kalau masih ada aku di hati kamu?!" ledek ku.


Ia beranjak dari kursi nya lalu memeluk ku dari samping.


"Are you oke, honey?!" ucap nya.

__ADS_1


Aku tak menjawab pertanyaan nya, aku memejam mata ku mencoba meredam sesuatu yang membuncah di hati.


"Nanti malam makan malam bareng, yuk?!" aku menengadahkan wajah memastikan bahwa indra pendengaran ku tidak salah dengar.


"Aku masih kangen kamu mau ya?!"


*


*


*


*


Sesuai perkataan nya tadi siang ia datang menjemput ku ke apartemen mengajak ku makan malam.


Aku mengenakan mini dress putih sama seperti jas putih yang ia kenakan malam ini, padahal kami tidak janjian.


"Silah kan masuk tuan putri cantik", Alka membukakan pintu mobil untuk ku.


"Aku sangat merindukan perlakuan manis mu seperti ini!" gumam ku dalam hati.


Mobil melaju dengan kecepatan normal menuju lokasi yang akan kami tuju.


Mobil terparkir di depan restoran yang biasa kami kunjungi.


Ia menggandeng tangan ku lalu mengajak ku duduk di kursi yang telah ia pesan.


Pelayan datang menyodorkan buku menu pada kami.


Alka yang sudah tau aku akan memesan apa bila di restoran ini tak banyak bertanya pada ku.

__ADS_1


"Kok kamu diam dari tadi?!" tanya nya menatap ku heran.


"Kamu lagi marah sama aku?!" lanjut nya.


"Kamu kapan punya waktu berdua lagi sama aku? waktu kamu cuma buat Ryan dan juga Jessica ga lebih?!" aku menyampaikan unek-unek ku pada nya.


"Itu lagi, itu lagi yang kamu masalah kan bukan nya sudah aku jelas kan berulangkali...", ucapan nya terpotong.


"Oke, aku ngerti tapi bagi waktu kamu juga dong buat aku, Alka, aku itu tunangan kamu loh?!"


Ia tampak menghela nafas panjang lalu menghembus nya kasar.


"Kalau kamu udah ga bisa mempertahankan hubungan kita dan kamu lebih mementingkan mereka berdua kita udahin ajja hubungan ini", akhir nya keluar juga kalimat itu dari mulut ku.


Alka meraih kedua tangan ku lalu mengecup nya dengan sangat lembut.


"Aku ga mau pisah sama kamu, honey! aku mencintai mu dan tak kan bisa hidup tanpa kamu!"


"Aku berharap kalimat seperti tadi tidak keluar lagi dari bibir mu, honey!" lanjut nya.


"Aku tidak suka kamu buat aku kayak gini?!" ucap ku pelan.


"Aku tau kamu cemburu sama Jessica walau pun kami tinggal satu atap tapi aku menganggap nya tak lebih dari masa lalu dan aku hanya menghargai nya sudah mau merawat Ryan selama ini", jelas nya panjang lebar.


"Lihat mata ku, apa ada kebohongan disana?!"


Aku menggelang. "Ryan tidak menyukai ku?!" lirih ku.


"Beri aku waktu agar dia menyukai mu?!" ia mengecup punggung tangan ku lagi


"I love you honey?!" ucap nya di sela kecupan nya.

__ADS_1


"I love you too!" balas ku.


Selesai makan malam Alka mengantar ku pulang ke apartemen.


__ADS_2