
Seperti nya pagi ini akan turun hujan lagi sama seperti beberapa hari lalu.
Cuaca dingin mulai menyentuh kulit seorang wanita cantik bertubuh mirip gitar spanyol ini dengan masih berbalut kimono dan handuk kecil di kepala nya ia kembali duduk di atas kasur empuk milik nya.
"Seperti nya hari ini akan turun hujan seperti biasa nya!" gumam nya pada diri sendiri.
Ia membolak balik isi lemari mencari sesuatu.
"Akhir nya ketemu juga?!" syal berwarna biru muda sudah ada di tangan nya.
Alana teringat syal itu pemberian Alka saat mereka ke suatu tempat bersama untuk urusan bisnis.
"Aku merindukan mu Alka, kita setiap hari bertemu tapi sangat jauh!" gumam nya lirih sembari melilitkan syal biru muda ke leher nya.
Tok.. Tok..Tok..
Pintu kamar nya di ketuk dari luar, seseorang itu masuk sebelum Alana membukakan pintu.
"Mbak pagi ini Kayla ga masak sarapan ya, soal nya harus buru-buru ke kampus", Kayla sudah bersiap-siap akan berangkat ke kampus kelihatan nya.
"Iya ga apa-apa, mbak bisa sarapan di kantin kantor ngomong-ngomong tumben berangkat pagi?!" tanya ku heran.
"Iya nih mbak ada yang harus di kerjain dulu, bye mbak!!" ia menyalami ku.
"Iya, hati-hati!"
__ADS_1
Tak berapa lama aku juga bersiap-siap berangkat ke kantor dan saat aku baru meletakkan bokong di jok kemudi tiba-tiba hp ku berbunyi.
Aku memasang headset ke kuping.
"Iya hallo!!" sapa ku.
"Hai cantik, kamu lagi dimana?!"
"Aku udah di mobil Ken, mau berangkat, kenapa?!"
"Kok pagi banget ke kantor?!"
"Iya nih rencana nya aku mau sarapan di kantin kantor!" ucap Alana terus terang.
"Ya udah aku pesanin dari sini biar nanti pas kamu sampai sarapan nya udah ada di meja kamu!"
"Udah aku pesanin, Al bentar lagi sampai pokok nya aku ga mau tau harus di makan, ok!!"
"Maksa, emang kamu siapa nya aku, wuekk.." Alana menjulur kan lidah.
"Harus di makan, titik ga pake koma, bye!" Kenshin mematikan sambungan telepon.
"Dasar laki-laki ga jelas!" umpat ku.
Aku melajukan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan basah akibat hujan yang mulai turun.
__ADS_1
Sesaat kemudian mobil putih ku sudah terparkir rapi di lobby.
"Masih sepi rupa nya belum ada yang datang mungkin sebentar lagi!" aku melangkah menuju meja kerja ku yang sudah ku pindah kan ke luar ruangan Alka.
"Lebih baik aku sarapan di kantin ajja dari pada menunggu sesuatu yang belum tentu pasti!" aku bersungut sendiri.
Hp berbunyi kembali. "Hallo Ken, mana sarapan nya belum nyampai, lapar nih?!" aku mengangkat sambungan telepon dari pria keturunan Jepang tersebut.
"Iya mungkin bentar lagi, Al!"
"Aku udah ke buru pingsan nih nungguin sarapan nya!" Alana menoleh ke arah satpam yang memanggil nama nya.
"Bu Alana ada yang cari?!"
"Udah nyampai kayak nya, Ken udah dulu ya, bye!!"
"Siapa pak?!"
"Dengan ibu Alana Mulia?!"
"Saya mengantar pesanan nya?!" pengantar makanan online tersebut menyerahkan paket pada ku.
"Makasih, mas!" setelah Alana mengucapkan terima kasih kedua pria beda generasi tersebut meninggalkan nya sendirian di sana.
Sebelum memakan sarapan nya Alana memotret lalu mengirim pada Kenshin.
__ADS_1
Tak berselang lama Kenshin membalas nya dengan emoji hati berwarna merah muda di selingi ucapan selamat makan.